DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Siswi SD Ngaku Dicabuli Gurunya

post-img

LEBAK-Siswi kelas I SD di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, berinisial RP (17), mengaku dicabuli oleh gurunya. Tindakan asusila itu diduga dilakukan saat korban dan pelaku berada di sekolah. 

Salah satu aparat pemerintahan desa setempat bernama Sunarya menuturkan, dugaan tersebut berawal dari RP yang mengeluh nyeri pada ke­­maluannya, Jumat (5/8). Keluhan itu disampai­kan RP dihadapan Y, ibu kandungnya, usai pulang sekolah. 

Y pun memeriksa kondisi RP. Saat itu, Y melihat bercak darah pada celana dalam milik korban. Y yang khawatir membawa RP ke bidan setempat untuk diperiksa.

“Saat itu bidan memeriksa kondisi dari korban, bidan pun menemukan adanya bercak darah pada celana dalam korban. Bidan pun langsung mencoba berkomunikasi dengan korban yang mengarah adanya tindak pencabulan terhadap dirinya,” kata Sunarya saat di temui di Mapolres Lebak, Rabu (10/8).

Kata Sunarya, usai menerima pengakuan korban, bidan langsung berkoodinasi dengan pihak kepolisian setempat. Kasus itu akhirnya diarahkan ke Unit Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lebak.

“Dari pengakuan, korban mengalami tindak asusila yang dilakukan oleh gurunya saat berada di sekolah. Namun ini masih dugaan,” kata Sunarya.

Menurut Sunarya, korban saat ini sedang menjalani pendampingan psikologis dari Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KP3A) Lebak.

“Saat ini kita masih menunggu hasil visum dari korban, apakah benar korban mendapatkan tindakan asusila atau tidak. Juga sekarang dua orang teman sekolah korban lagi di periksa polisi,” katanya.

Sementara Kepala UPTD Penanganan Anak pada DP2KP3A Lebak Fuji Astuti mengaku akan terus men­dampingi RP yang masih berusia di bawah umur. Pendampingan ini perlu dilakukan agar mencegah gangguan psikologi akibat trauma mendalam.

“Ya namanya juga anak, karena kan banyak tekanan. Jadi ini anak ketakutan, makanya sekarang kita lagi dampingi,” kata Fuji.

Kapolsek Cimarga Inspektur Polisi Satu (Iptu) Adi Irawan membenarkan adanya laporan dugaan pencabulan itu. Katanya, kasus itu sendiri kini sudah dialihkan dan tengah ditanggani oleh unit PPA Polres Lebak.

“Ya sekarang kasus nya sudah dialihkan ke unit PPA Polres Lebak,” pungkasnya.(Mg-02/nda)