DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Remaja Cilegon Racik Tembakau Gorila

post-img

NARKOBA : Wadir Resnarkoba Polda Banten AKBP Nico Andreano Setiawan (kanan) didampingi Kasubid Penmas Polda Banten AKBP Meryadi menunjukkan barang bukti kasus narkoba di Mapolda Banten, Senin (19/9)

 

SERANG-TS (17), dituduh sebagai peracik dan pengedar tembakau sintetis atau dikenal dengan sebutan tembakau gorila. Remaja asal Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, itu disergap petugas Subdit II Ditresnarkoba Polda Banten, Kamis (15/9) malam.

Wadir Resnarkoba Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nico Andreano Setiawan menjelaskan, penangkapan terhadap TS bermula dari informasi mengenai penyalahgunaan narkoba di daerah Kota Cilegon. Dari hasil penyelidikan, petugas mendapati informasi bahwa TS adalah pengedar tembakau gorila.

“Setelah diperoleh informasi yang akurat, petugas kemudian melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka pada Kamis (15/9), sekira jam 21.30 WIB di kontrakannya di Kecamatan Jombang, Kota Cilegon,” kata Nico saat konferensi pers di Mapolda Banten, Senin (19/9).

Selain tembakau gorila seberat 39,14 gram, petugas menemukan sabu-sabu 17,30 gram, daun ganja 141,33 gram, batang ganja 368,82 gram, dan bahan baku tembakau gorila 99,29 gram di dalam kamar TS.

“Ada alat pembuatan tembakau gorila, gelas ukur, alkohol, aseton, metanol, kompor listrik, satu unit timbangan elektrik, satu unit ponsel dan empat buah lakban,” ungkap Nico didampingi Kasubid Penmas Polda Banten AKBP Meryadi dan Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Suyono.

 

Dijelaskan Nico, TS mengakui sabu-sabu diperoleh dari EN (DPO). Dia mengambilnya di Lobi Mall Basura City Jakarta. “Ganja dan tembakau gorila dibeli dari media sosial instagram,” kata Nico.

Nico mengungkapkan, sabu-sabu, tembakau gorila, dan ganja tersebut dipasarkan TS melalui akun instagram miliknya.

Caranya, TS membagikan cerita di akun instagram. Jika ada yang tertarik dan memesan, TS mengarahkan untuk mengirimkan uang terlebih dahulu.

“Setelah uang ditransfer, tersangka kemudian mengarahkan konsumennya untuk mengambil narkotika pesanan di tempat yang sudah tersangka tentukan dengan mengirimkan titik kompas dan foto untuk mempermudah pengambilan,” kata Nico.

Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Banten AKBP Suyono menambahkan, TS bukan pemain baru. Meski masih remaja, TS telah dua kali terlibat kasus narkoba. “Ini yang ketiga kalinya, tersangka merupakan residivis," kata Suyono.

Suyono menutuskan, TS mengakui telah meracik tembakau gorila. Dia meracik tembakau gorila setelah belajar dari penjual tembakau gorila yang dikenal melalui media sosial. "Tersangka ini bisa meracik tembakau gorila setelah belajar dengan penjual (tembakau gorila) yang dikenal melalui instagram," kata Suyono.

Kata Suyono, TS telah ditahan dan disangka melanggar Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman pidana paling singkat enam tahun paling lama 20 tahun," tutur Suyono. (fam/nda)