DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Satpol PP Cek Tambak Udang Ilegal

post-img

PANDEGLANG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang mengecek usaha tambak udang yang diduga ilegal di Kawasan Pan­tai Carita, Kecamatan Carita. Keberadaan tambak udang di Kawasan Pantai Carita telah me­langgar Pasal 40 Ayat (3) Perda 2 Tahun 2020 Ten­tang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ka­bupaten Pandeglang.

Dalam Perda tersebut dijelaskan, Kawasan per­ikanan budidaya sebagaimana dimaksud pa­da Ayat (1) Huruf b terdiri atas Kawasan Per­ikanan Budidaya Sekitar Pantai Barat dan Pantai Selatan Seluas 552 hektare. Kawasan perikanan budidaya tersebar di Kecamatan Sumur, Cigeulis, Penimbang, Cikeusik, Cibitung, Cimanggu, Pagelaran, dan Kecamatan Labuan. Untuk wilayah Kecamatan Carita merupakan Kawasan Pariwisata.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pandeglang Bun Buntaran mengungkapkan, anggotanya sudah mengecek lokasi tambak udang di Kawasan Pan­tai Carita.

“Sudah kita cek dan data. Ada dari tambak udang yang di Banjarsari Carita sedang kita kaji,” katanya kepada Radar Banten, Senin (19/9).

Saat ini, data yang didapat masih dalam proses kajian. Selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang. “Kita kaji dan akan dikoordinasikan degan DPMPTSP. Hasilnya nanti dikabarin lagi,” te­rangnya.

Kepala Bidang Perizinan pada DPMPTSP Ka­bupaten Pandeglang Eric Widaswara membenarkan, budidaya tambak udang di Pantai Carita belum memiliki izin. “Belum ada izinnya kalau tambak udang di Carita. Kita belum keluarkan izin,” tegasnya.

Sampai saat ini, kata dia, belum ada perusahaan tam­bak udang yang mengajukan izin usaha bu­didaya udang di Pantai Carita. Ditambah lagi, tam­bak udang tersebut telah melanggar Perda RTRW. Hal itu bisa dikomunikasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

“Kaitan RTRW mungkin bisa komunikasi dengan PUPR,” jelasnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Tata Ruang pa­da Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang Roni Boy Kurniawan mengungkapkan, berdasarkan dua titik koordinat lokasi tambak udang yang diterimanya masuk dalam kawasan pariwisata.

“Jadi enggak bisa buat budidaya tambak udang. Itu masuk kawasan pariwisata dan sempadan berdasarkan Perda RTRW,” ujarnya. (mg-01/tur)