DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Daging Kerbau Beku dari India Bebas PMK

post-img

JAKARTA - Perum Bulog memas­tikan daging kerbau beku yang didat­angkan dari India bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Hal ini berd­asarkan inspeksi langsung langsung Direktur Bisnis Bulog Febby Novita ke India. 

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pada Rapat Dengar Pendapat Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Pertanian, Perum Bulog, ID Food dan PT Pupuk Indonesia, Senin (27/6), menjelaskan, timnya telah memeriksa langsung proses penelusuran dan produksi hewan ternak di India. 

Tim telah melakukan inspeksi dari tahap peternak hingga rumah produksi di daerah yang dipilih secara acak untuk memeriksa prosedur yang dilaksanakan oleh pemasok daging beku. 

“Kami perlu melakukan inspeksi ini demi meyakinkan lagi kondisi daging kerbau beku yang diimpor Bulog dari India walaupun mekanisme importasi yang kami kelola telah lolos verifikasi dari Balai Karantina Kemen­terian Pertanian RI, karena saat tiba di Indonesia daging kerbau langsung dipe­riksa tiap kontainer oleh Balai Karantina Tanjung Priok Kementerian Pertanian dan diberi sertifikat oleh Balai tersebut,” kata Budi Waseso yang dikutip dari siaran pers, Kamis (30/6).

Budi Waseso menjelaskan, sebelum dilakukan pengiriman ke Indonesia, daging kerbau yang diimpor Bulog ini dipastikan hanya berasal dari supplier yang telah mendapat sertifi­kasi halal dari Majelis Ulama Indonesia dan izin untuk memasok ke negara Indonesia dari Kementerian Pertanian RI. 

Selain itu, lanjut dia, produk daging beku harus telah memenuhi kriteria kesehatan hewan dan dinyatakan layak di konsumsi manusia (fit for human consumption) sebagaimana dinyatakan dalam sertifikat kesehatan (Health Certificate) dari Lembaga Veteriner di India.

Direktur Bisnis Bulog Febby Novita menjelaskan, ada empat tahapan yang dilalui seekor ternak sebelum diekspor dalam bentuk daging beku ke Indonesia. Tahapan tersebut adalah peternak, agregator, pemasok, dan rumah produksi. Dalam setiap tahapan dimonitoring secara penuh oleh dokter hewan negara bagian.  

Jumlah dokter hewan di rumah potong (RPH) bisa mencapai puluhan guna memastikan kerbau yang dipo­tong benar-benar bebas penyakit dan layak untuk proses produksi. Sist­em traceability ternak juga dijalan­kan dengan baik dimana setiap ternak dipasang eartag sebagai ID ternak dan memiliki kartu identitas yang berisi riwayat vaksin, asal ternak, dan informasi lainnya.

“Pelayuan (chilling) dilakukan dengan cara menyimpan daging di ruangan bersuhu 0 -5 derajat celcius selama kurang lebih 24 jam, Pelayuan tersebut guna membuat tingkat Ph daging di level dibawah 6, pada level tersebut virus tidak dapat bertahan hidup,” ungkap Febby.

Kemudian daging beku ditreatment dengan pelayuan hingga pH daging di bawah 6, yang membuat virus PMK tidak dapat hidup. Perlakuan ini merupakan standar internasional yang ditetapkan oleh World Organi­sation of Animal Health (WOAH/ dahulu bernama OIE).

“Dari awal sudah ketat di proses pemotongan hewan, memastikan hewan itu sehat, tidak ada PMK, antraks, dan virus lain. Kalau hanya memberikan bukti sertifikasi dan lainnya, mungkin tidak bisa kami yakini (seperti ini). Saya membawa tim dokumentasi (sendiri) dan tidak ada pengaturan, jadi kami benar-benar random melakukannya.” tambah Febby. 

 Walaupun menyandang status negara yang belum bebas PMK, saat ini India mengekspor daging beku ke lebih dari 65 negara (termasuk Amerika Serikat, Malaysia, Arab dan negara ASEAN) di dunia dan tidak ada negara yang mengaitkan wabah PMK dengan importasi daging dari India. (bie)