DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Kalau Udah Perhatian, Seganteng dan Sekaya Apapun Tak Mempan

post-img

Pipit (41) nama samaran merasa sudah sempurna hidup bersama suami, sebut saja Wawan (45) yang sangat sayang dan pengertian. Digoda lelaki keren dan kaya pun jadi tak mempan.


Ditemui Radar Banten di salah satu cafe di Kota Serang, Rabu (29/6), Pipit malam itu duduk bersama temannya. Saat diajak mengobrol, ternyata ia punya pengalaman unik soal menjaga kesetiaan berumah tangga.

Percaya atau tidak, katanya sih, Pipit sering digoda lelaki-lelaki buaya baik di lingkungan kerja atau orang-orang yang baru dikenal tapi punya jabatan penting. Mulai dari orang biasa, sampai pejabat negara. Astaga. “Kalau saya enggak kuat iman mah, wah mungkin udah jadi lonte,” kata Pipit.

Untungnya, ia dan suami punya cara jitu untuk menjaga keutuhan rumah tangga. Salah satunya dengan saling percaya dan memberi kebebasan untuk beraktivitas tanpa ada tekanan atau larangan ini dan itu. “Dari awal saya sama suami udah komitmen buat saling percaya,” katanya.

Dijelaskan Pipit, suaminya termasuk lelaki pendiam. Wawan yang bekerja sebagai pemborong bahan bangunan juga jarang pulang, apalagi kalau sedang mengerjakan proyek, bisa sebulan sekali menemui istri. “Bagi saya yang penting duit ngalir terus,” katanya. Waduh matre juga nih Teh Pipit.

Pipit yang dianugerahi wajah cantik dan bodi semok semlohah, bebas beraktivitas ke luar rumah sesuka hati. Bahkan ia sering pulang malam setelah main bersama teman. “Tapi tetap harus izin dulu ke suami,” katanya.

Berumah tangga selama belasan tahun, keduanya sudah dikaruniai tiga anak. Lantaran Pipit jarang keluar bareng suami, apalagi tidak pernah posting foto mesra, akibatnya, banyak lelaki buaya yang menggoda. “Jadi mereka ngira saya janda, atau yang lebih parah, saya dikira istri kesepian karena sering ditinggal suami,” katanya.

Hingga suatu hari, Pipit didekati salah satu lelaki yang menjalin hubungan mitra dengannya. Lelaki ini punya jabatan penting di salah satu dinas pemerintahan. Awalnya sih cuma mengajak makan berdua, setelah itu mengajak diantar ke hotel. “Nah pas itu saya mulai curiga, ngapain malem-malem ke hotel,” katanya.

Pipit pun langsung minta pulang, tapi si lelaki buaya tetap saja memaksa. Sampai akhirnya Pipit mengancam mau teriak, akhirnya ia pun diantar pulang. Gagal diajak ke hotel, bukan berarti godaan berhenti sampai di situ.

Keesokan harinya, si lelaki buaya datang ke rumah Pipit. Waktu itu Pipit kaget bukan main, soalnya Wawan sedang ada di rumah. Anehnya, tanpa malu atau tak enak hati, si lelaki datang bertamu dan mengajak Pipit pergi berdua. “Kan saya jadi bingung, mau lapor suami takut jadi ribut, mau ikutin dia juga takut suami curiga,” katanya.

Akhirnya Pipit meminta si lelaki pergi dan berjanji akan menyusul satu jam lagi di tempat tertentu, tapi itu hanya akal-akalannya saja agar selamat dari petaka. “Akhirnya dia pergi tuh, habis itu saya langsung curhat ke suami,” katanya.

Bukannya emosi, Wawan malah tertawa terpingkal-pingkal. Ia tak menyangka ada lelaki senekat itu mengejar istri orang. Tapi setelah itu, mereka pun mendiskusikan solusi atas masalah Pipit yang dikejar lelaki buaya. “Alhamdulillah dia akhirnya turun tangan ngurusin masalah ini, jadi intinya sih komukiasi yang baik kalau ada masalah,” katanya.

Subhanallah, keren. Semoga langgeng ya Teh. amin. (drp)