DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Terbesar di Indonesia, Sehari Olah 30 Ton Sampah

post-img

Pabrik Pengolahan Sampah Berkapasitas Besar Dibangun di Bagendung

CILEGON - Pabrik pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) atau briket dengan kapasitas besar akan dibangun di area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung.

Pabrik itu disebut terbesar di Indonesia, dan mampu mengolah 30 Ton sampah da­lam waktu sehari.

Pembangunan pabrik itu merupakan hasil kerjasama Pemkot Cilegon dengan PT Per­usahaan Listrik Negara (PLN).

Walikota Cilegon Helldy Agustian diundang dalam penandatanganan MoU dirangkaikan dengan Seminar Bioenergi dan Cofiring yang diadakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Stones Hotel Bali, Kamis (30/06).

Direktur PT. Indonesia Power, M. Ahsin Sidqi menjelaskan, Kapasitas BBJP plain Bagendung awalnya adalah 1 ton sampah perhari dan akan k ditingkatkan menjadi 30 ton perhari.

“Ini adalah BBJP plain terbesar di Indonesia dan pertama kali di Indonesia,” ujarnya me­lalui keterangan tertulis.

Produk BBJP dari pabrik di Bagendung ter­sebut akan menggatikan sebagian batu bara yang ada di PLTU Suralaya.

Lebih lanjut, Ahsin mengucapkan teeima kasih kepada Wali kota Cilegon atas support mewujudkan program ini. 

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pak wali kota Cilegon yang support nya sungguh luar biasa dan cu­kup mem­bantu kami, yang juga beliau memberikan lahan di TPS Bagendung untuk dibangun menjadi BBJP plain,” katanya.

Walikota Cilegon Helldy Agustian men­jelaskan, proyek pengolahan sam­pah kota jadi bahan baku co-firing atau BBJP di Cilegon ini merupakan proyek percontohan yang bisa diimple­men­tasi­kan di wilayah lain. 

“Kami saat ini sudah mengembangkan industri BBJP (Bahan Bakan Jumputan Padat), kami sudah mulai uji coba dari April tahun lalu dan Desember kami bisa produksi jumputan padat untuk mengganti kebutuhan batu bara,” ujar Helldy.

Ia menilai hal itu merupakan langkah stra­tegis untuk sekaligus mengurangi emisi karbon dan mengurangi sampah di kota Cilegon demi kebersihan ling­kungan.

Pada kesempatan itu, Helldy men­je­laskan bahwa Pemkot Cilegon sudah me­nyiapkan lahan 6000 meter. 

“Mewakili masyarakat Kota Cilegon menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak, dimana Kota Cilegon telah menjadi kota satu satunya yang sudah dilakukan implementasi dan skillup,” ujarnya.

Menteri ESDM yang diwakili oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menjelaskan In­donesia sebagai negara agraris mem­punyai potensi pengembangan biomassa yang besar. Selain itu, pemanfaatan biomassa tersebut juga bukan hanya berasal dari tanaman energi saja tetapi juga dari pengelolaan sampah kota. 

“Langkah PLN dalam mengajak semua pihak dalam hal ini terutama stakeholder Pemda untuk terlibat langsung dalam pengelolaan biomassa harus terus didukung,” ujar Dadan. 

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan kerja sama pe­ngelolaan sampah ini sebagai wujud tang­gung jawab sosial PLN dalam men­ciptakan lingkungan yang lebih bersih. 

“Saat ini sampah masih menjadi pe­kerjaan rumah yang harus diselesai­kan. Namun PLN punya solusi untuk bisa setidaknya bisa mengurangi beban sampah ini dengan mengolahnya men­jadi sumber energi,” kata Darmawan. (bam/air)