Apalah daya, rumah tangga Juki (51) dan Uum (48), keduanya nama samaran pun berujung perceraian. Juki sudah tak tahan mendengan ocehan Uum yang sering menuduh suami dan anak terlalu boros, kebutuhan sehari-hari jadi tak terpenuhi, Uum merongos ngomel sepanjang hari, membuat kuping Juki penging.
Diketahui, Juki dan Uum awalnya seorang duda dan janda yang sudah punya anak banyak. Juki tiga anak dan Uum lima anak. Mereka menghidupi anak-anaknya dengan memiliki usaha.
Juki seorang pedagang daging potong, sedangkan Uum usaha catering. Keduanya hidup sendiri lantaran pasangan masing-masing telah meninggal dunia. Juki menduda lima tahun lebih, sedangkan Uum menjanda empat tahun. Mereka bertemu saat Uum hendak mengurus surat-surat tanah peninggalan almarhum suami, saat itu Jukilah yang membantu karena ia punya kedekatan dengan pihak kelurahan, serta punya banyak pengalaman dalam hal jual beli tanah.
Dari situlah benih-benih cinta di antara mereka mulai bermekaran. Juki yang memang sedang kesepian, mendapat kebahagiaan dari sosok Uum yang juga merindukan sosok lelaki di hidupnya. Mereka sempat pacaran beberapa bulan, seolah kembali ke masa remaja, keduanya dimabuk cinta.
Setelah mengenalkan diri masing-masing ke anak-anak dan mendapat restu, mereka pun melangsungkan pernikahan dengan sederhana. Sejak itulah keduanya mulai hidup bersama, rumah tangga mereka awalnya sih baik-baik saja, tak ada masalah karena masing-masing memiliki penghasilan dari usaha dagang.
Merasa bahagia dengan hidup baru, mereka pun menambah keromantisan dengan membeli mobil baru kreditan, setelah itu mengambil rumah baru juga kredit, belum cukup sampai di situ, anak Juki yang masih remaja minta dibelikan motor ninja hasil kredit pula. “Belum lagi bayar semesteran kuliah anak pertama saya,” kata Juki.
Awalnya semua berjalan lancar, setoran setiap bulan terpenuhi meski keduanya tak bisa sebebas dulu, waktu masih sendiri, apapun bisa dibeli. Hubungan mereka selalu terlihat harmonis, Juki tak lagi kesepian, Uum pun merasa bahagia karena setiap malam, selalu ada yang bisa memberi kehangatan.
Hingga akhirnya pandemic covid-19 mewabah, banyak dunia usaha mengalami dampak parah, termasuk usaha Juki dan Uum. Mereka yang awalnya penghasilan perbulan mampu mencukupi biaya hidup, menjadi menurun drastis, di sisi lain, setoran dari angsuran rumah dan lain-lain harus terus dibayar.
Saat itulah keributan di antara mereka seolah tak ada ujungnya. Setiap malam mereka selalu berada di bawah tekanan, hingga suatu hari, Juki yang berusaha menyenangkan hati anak kandungnya, mengajak mereka makan di luar di tempat junk food. Mereka memposting kebersamaan itu di media sosial.
Uum yang melihatnya malah terpancing emosi karena saat ditanya, Juki mengaku tak punya uang, tapi malah foya-foya makan di luar, padahal Uum sudah masak di rumah dengan tujuan berhemat. “Pas pulang, dia ngcaci maki anak saya, ngomongnya nyakitin sampai anak saya nangis,” tukasnya.
Juki yang tak terima pun langsung mengucap kata cerai, Uum menyetujui. Sekarang mereka kembali hidup sendiri. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
