DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Namanya Bukan Anak Sendiri, Pasti Ada Iri Hati

post-img

Apalah daya, rumah tangga Juki (51) dan Uum (48), keduanya nama samar­an pun berujung perceraian. Juki sudah tak tahan mendengan ocehan Uum yang sering menuduh suami dan anak terlalu boros, kebutuhan sehari-hari jadi tak ter­penuhi, Uum merongos ngomel sepanjang hari, membuat kuping Juki penging.

Diketahui, Juki dan Uum awalnya seorang duda dan janda yang sudah punya anak ba­nyak. Juki tiga anak dan Uum lima anak. Mereka menghidupi anak-anaknya de­ngan memiliki usaha.

Juki seorang pedagang daging potong, se­dangkan Uum usaha catering. Keduanya hidup sendiri lantaran pasangan masing-masing telah meninggal dunia. Juki men­duda lima tahun lebih, sedangkan Uum men­janda empat tahun. Mereka bertemu saat Uum hendak mengurus surat-surat tanah peninggalan almarhum suami, saat itu Jukilah yang membantu karena ia punya kedekatan dengan pihak kelurah­an, serta punya banyak pengalaman dalam hal jual beli tanah.

Dari situlah benih-benih cinta di antara me­reka mulai bermekaran. Juki yang me­mang sedang kesepian, mendapat ke­ba­hagiaan dari sosok Uum yang juga me­rindukan sosok lelaki di hidupnya. Mereka sempat pacaran beberapa bulan, seolah kembali ke masa remaja, keduanya dimabuk cinta.

Setelah mengenalkan diri masing-masing ke anak-anak dan mendapat restu, mereka pun melangsungkan pernikahan dengan se­derhana. Sejak itulah keduanya mulai hidup bersama, rumah tangga mereka awal­nya sih baik-baik saja, tak ada masalah karena masing-masing memiliki peng­hasilan dari usaha dagang.

Merasa bahagia dengan hidup baru, me­reka pun menambah keromantisan de­ngan membeli mobil baru kreditan, setelah itu mengambil rumah baru juga kredit, belum cukup sampai di situ, anak Juki yang masih remaja minta dibelikan motor ninja hasil kredit pula. “Belum lagi bayar semesteran kuliah anak pertama saya,” kata Juki.

Awalnya semua berjalan lancar, setoran setiap bulan terpenuhi meski keduanya tak bisa sebebas dulu, waktu masih sendiri, apapun bisa dibeli. Hubungan mereka selalu terlihat harmonis, Juki tak lagi ke­se­pian, Uum pun merasa bahagia karena se­tiap malam, selalu ada yang bisa mem­beri kehangatan.

Hingga akhirnya pandemic covid-19 mewabah, banyak dunia usaha mengalami dampak parah, termasuk usaha Juki dan Uum. Mereka yang awalnya penghasilan perbulan mampu mencukupi biaya hidup, men­jadi menurun drastis, di sisi lain, setoran dari angsuran rumah dan lain-lain harus terus dibayar.

Saat itulah keributan di antara mereka seolah tak ada ujungnya. Setiap malam mereka selalu berada di bawah tekanan, hing­ga suatu hari, Juki yang berusaha me­nyenangkan hati anak kandungnya, me­ngajak mereka makan di luar di tempat junk food. Mereka memposting keber­sa­maan itu di media sosial.

Uum yang melihatnya malah terpancing emosi karena saat ditanya, Juki mengaku tak punya uang, tapi malah foya-foya ma­kan di luar, padahal Uum sudah masak di rumah dengan tujuan berhemat. “Pas pu­lang, dia ngcaci maki anak saya, ngo­mongnya nyakitin sampai anak saya nangis,” tukasnya.

Juki yang tak terima pun langsung me­ngu­cap kata cerai, Uum menyetujui. Se­ka­rang mereka kembali hidup sendiri. (drp)