DECEMBER 9, 2022
Utama

Pj Gubernur: Remaja Harus Berpikir Global

post-img

GENERASI MUDA: Pj Gubernur Banten Al Muktabar (tengah) saat menghadiri FGD tentang Masalah pada Remaja dan Bagaimana Solusi yang Efektif di Hotel Harison Ratu Ultima Serang, Sabtu (30/7).  (biro adpim)

SERANG-Di era globalisasi ini, Pen­jabat Gubernur Banten Al Muktabar mengajak seluruh kaum remaja dan pemuda untuk berpikir global dan melek teknologi. Apabila generasi muda atau kaum remaja tidak mengikuti perkembangan teknologi, maka akan tertinggal dari peradaban saat ini. 

Al Muktabar mengatakan, Indonesia dan Provinsi Banten pada khususnya mem­punyai bonus demografi berupa jumlah generasi muda yang cukup banyak dibandingkan dengan negara lain.

“Bahkan ada suatu negara yang jumlah ge­nerasi mudanya sangat minim dan di­dominasi angkatan tua,” ujar Al saat mem­berikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) tentang Masalah pada Remaja dan Bagaimana Solusi yang Efektif di Hotel Harison Ratu Ultima Serang, Sabtu (30/7). 

Kegiatan tersebut diselenggarakan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten. Kegiatan FGD itu sendiri dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2022. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW PKS Provinsi Banten Gembong R Sumedi beserta seluruh jajaran kepe­ngurusan, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Banten Juhaeni M Rois, Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini, Kepala Dispora Provinsi Banten Ahmad Syaukani, serta tamu undangan dan narasumber. 

Al mengatakan, banyak hal yang bisa dioptimalkan dari bonus demografi itu, seperti angkatan kerja yang cukup besar, sehingga bisa menekan angka pengang­guran dan meningkatkan pertumbuhan eko­nomi. Dengan bonus demografi itu, In­donesia memungkinkan dapat me­nguasai dunia karena bisa memerankan ge­nerasi muda untuk mengisi semua ta­tanan kehidupan. 

Untuk itu, mantan Widyaiswara Ahli Uta­ma di Kementerian Dalam Negeri ini me­minta masyarakat untuk terus mela­kukan transfer knowledge dari orang tua kepada anak-anaknya agar dapat nilai positif dari tatanan global dimana secara administratif sudah tidak lagi memiliki batas. “Kompetensi penguasaan teknologi berhasil ditanamkan, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, serta religiusitas, maka remaja akan mendapat nilai tambah yang besar,” tuturnya.

Al pun mengajak seluruh elemen masya­rakat untuk membekali remaja dengan sebaik-baiknya. Lantaran saat ini dunia digital sudah tanpa batas dan pergaulan remaja akan sangat luas. “Mengingat di pundak-pundak mereka itu kesatuan bangsa kita akan terjaga,” ujar pria yang saat ini juga menjabat sebagai Sekda Provinsi Banten. 

Sementara itu, Ketua DPW PKS Provinsi Banten Gembong R Sumedi menambahkan, FGD ini diselenggarakan untuk memberi masukan-masukan kepada Pemprov Banten tentang solusi kehidupan remaja, mengingat generasi muda merupakan aset bangsa untuk masa depan. 

Apalagi PKS tidak hanya konsen pada ranah politik saja, tetapi juga pada pe­nyiapan generasi masa depan yang lebih baik. (nna/nda)