PENJAGA: Seorang relawan penjaga perlintasan tanpa palang pintu menghentikan kendaraan, di Cimuncang, Kota Serang, Minggu (31/7). (qodrat/radar banten)
Pemkot Serang Anggarkan Rp1,2 Miliar
Pemkot Serang menggelontorkan anggaran tak kurang dari Rp1,2 miliar per tahun untuk honor penjaga perlintasan di 18 titik di wilayah Kota Serang. Alokasi ini berjalan sejak pembangunan pintu perlintasan di 18 perlintasan Kereta Api (KA) rampung pada tahun 2017.
KEPALA Bidang Angkutan Darat pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang Bambang Gartika mengatakan, palang perlintasan dibuat pada akhir tahun 2017. Mulai dari Cikucing, Margaluyu Kasemen, sampai Cibajo, Kelurahan Pasuluhan, Kecamatan Walantaka. “Ada 18 perlintasan di Kota Serang, jumlah personelnya 72 personel, tiap personel mendapatkan honor Rp1,3 juta per bulan,” ujar Bambang kepada Radar Banten, Minggu (31/7).
Bambang menjelaskan, penempatan petugas pada perlintasan setelah Kementrian Perhubungan (Kemenhub) meninjau perlintasan setelah kecelakaan di Cikucing, Margaluyu, Kasemen pada 11 Juli 2017. “Penempatan petugas dilakukan sejak 2017 setelah kecelakaan di Cikucing. Dalam satu titik tiga shift,” katanya.
Bahkan, Pemkot Serang pada 2019 menerima penghargaan dari Kemenhub.“Pemkot Serang (penghargaan diberikan-red) sebagai daerah yang berperan aktif bertanggung jawab di perlintasan sebidang,” katanya.
Bambang mengakui, sebelum ada palang pintu, kecelakaan di perlintasan KA kerap memakan korban. “Sekarang relatif tidak ada. Sebelumnya, banyak kejadian kecelakaan,” katanya.
Namun, sambung Bambang, Pemkot Serang masih memantau tempat perlintasan liar lain yang dibuat oleh masyarakat. “Jangan ada perlintasan baru. Sampai sekarang frontage Kaligandu milik Pemkot Serang belum mendapatkan izin dari Kementerian (Kemenhub-red),” terangnya.
Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, pembuatan palang perlintasan KA di wilayah Kota Serang tak hanya memfasilitasi perlintasannya saja. Tapi, bersamaan dengan penyediaan honor bagi petugas penjaganya. “Iya, ada puluhan penjaga yang bertugas. Honornya dari APBD Kota Serang,” terangnya.
Subadri mengimbau, insiden maut di perlintasan KA Kelurahan Pengampelan, Kecamatan Walantaka Kota Serang dijadikan pelajaran berharga. Ke depan, warga tak sembarangan membuat jalan melintas rel KA. “Banyak mudaratnya. Lebih baik kita cari jalan yang aman,” katanya.
“Saya, juga Dishub, selain memantau operasional odong-odong. Juga memperhatikan masyarakat yang memanfaatkan jalan melintasi rel kereta Api,” tambah Subadri.
Terkait evaluasi operasional Odong-odong, Subadri mengaku telah meminta Dishub melakukan monitoring ke tiap wilayah bersama dengan pihak kepolisian.
“Memang, secara teknis saya belum mendapatkan laporannya dari Dishub,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Pengembangan Angkutan Umum pada Dishub Kota Serang Dicky Firmansyah mengatakan, monitoring operasional Odong-odong juga akan dibantu juga dengan perangkat kecamatan dan kelurahan. “Kalau Dishub hanya pembinaan, sedangkan penindakan ada di kepolisian. Dishub bisa tapi dengan pendampingan dari kepolisian,” terangnya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
