DIRAWAT: Salah seorang nelayan yang mengalami mati mesin dirawat di Puskesmas Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, kemarin. (Dok Basarnas Banten)
LEBAK-Tiga orang nelayan asal Binnuangeun, Kecamatan Wanasalam, terombang-ambing di laut setelah perahu yang ditumpanginya mati mesin. Akibat kejadian tersebut, satu orang nelayan tewas, sedangkan dua orang lagi berhasil selamat karena berhasil berenang ke tepi pantai.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (29/8) sekira pukul 19.00 WIB. Awalnya tiga orang nelayan asal Wanasalam, yakni Iwan (40), Amin (40), dan Jarman (49) pergi melaut untuk mencari ikan pada Senin sekira pukul 13.00 WIB.
Namun, sekira pukul 19.00 WIB kapal mereka mengalami mati mesin setelah sebelumnya kapal dihantam gelombang tinggi. Mereka terpaksa bermalam dan terombang-ambing di tengah laut.
Kepala Kantor Basarnas Banten Adil Triyanto mengatakan, pihaknya mendapat laporan adanya kapal nelayan yang terombang-ambing di laut pada Selasa (30/8) sekira pukul 09.15 WIB.
“Saat menerima laporan kita langsung berangkatkan satu tim rescue dari Pos Unit Siaga Lebak untuk melakukan evakuasi terhadap nelayan KM Bintang yang mati mesin itu,” kata Adil kepada wartawan, Rabu(31/8).
Tiba di dermaga Binuangeun, team rescue Pos Unit Siaga Lebak langsung berkoordinasi dengan Polair dan dengan para nelayan untuk melakukan evakuasi terhadap 3 orang KM Bintang. Tim SAR gabungan juga menerjunkan peralatan SAR untuk mencari para nelayan.
Namun, sekira pukul 16.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan 2 orang korban yang selamat berenang menuju tepi pantai atas nama Iwan(40) dan Amin (40).
“Mereka terpaksa berenang hingga ke tepi pantai karena kapal yang ditumpangi rusak dan akan tenggelam. Namun, saat berenang ketiga nelayan terpisah. Iwan dan Amin berhasil berenang dan selamat, sementara Jarman hilang,” ungkapnya.
Jarman sempat hilang sebelum ditemukan tewas di Pantai Cibutun, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang pada Rabu 31 Agustus 2022. Ia ditemukan sekira pukul 10.40 WIB oleh tim SAR gabungan. Kata Adil, kini jenazah korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Binuangeun untuk selanjutnya dikebumikan.
“Dengan ditemukannya koban maka pencarian dihentikan dan tim SAR gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama membenarkan jika ada cuaca ekstrem hingga gelombang tinggi yang kini tengah melanda wilayah Kabupaten Lebak.
“Peringatan dini gelombang tinggi sudah dikeluarkan dari 29 sampai 31 Agustus. Besok akan ada laporan lagi peringatan dini gelombang tinggi. Yang jelas, perairan selatan Lebak kategori sangat tinggi 4 sampai 6 meter,” kata Febby.
Untuk itu, relawan BPBD Lebak sudah dikerahkan guna memonitor kondisi gelombang di wilayah Lebak selatan. Ia pun meminta kepada para relawan untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar penanganan setiap kejadian di lapangan bisa mudah dilakukan.
“Nelayan kita imbau hati-hati dan waspada. Kalau tidak memungkinkan, jangan memaksa untuk pergi melaut. Bagi para wisatawan, kita minta untuk waspada dan tidak berenang dulu di pantai di Lebak selatan. Karena akan berbahaya jika tiba-tiba terjadi gelombang tinggi,” tegasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
- TRAVELISTA
