DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Nelayan Asal Wanasalam Tewas

post-img

DIRAWAT: Salah seorang nelayan yang mengalami mati mesin dirawat di Puskesmas Binuangeun, Kecamatan Wanasalam, kemarin. (Dok Basarnas Banten)

LEBAK-Tiga orang nelayan asal Bin­nu­a­ngeun, Kecamatan Wanasalam, ter­­ombang-ambing di laut setelah pe­rahu yang ditumpanginya mati mesin. Akibat kejadian tersebut, satu orang nelayan tewas, sedangkan dua orang lagi berhasil selamat karena berhasil berenang ke tepi pantai.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (29/8) sekira pukul 19.00 WIB. Awal­nya tiga orang nelayan asal Wa­nasalam, yakni Iwan (40), Amin (40), dan Jarman (49) pergi melaut untuk mencari ikan pada Senin sekira pukul 13.00 WIB.

Namun, sekira pukul 19.00 WIB kapal mereka mengalami mati mesin setelah sebelumnya kapal dihantam gelombang tinggi. Mereka terpaksa bermalam dan terombang-ambing di tengah laut.

Kepala Kantor Basarnas Banten Adil Triyanto mengatakan, pihaknya men­da­pat laporan adanya kapal nelayan yang terombang-ambing di laut pada Selasa (30/8) sekira pukul 09.15 WIB. 

“Saat menerima laporan kita langsung be­­rang­katkan satu tim rescue dari Pos Unit Siaga Lebak untuk melakukan evakuasi terhadap nelayan KM Bintang yang mati mesin itu,” kata Adil kepada wartawan, Rabu(31/8).

Tiba di dermaga Binuangeun, team rescue Pos Unit Siaga Lebak langsung berkoordinasi dengan Polair dan dengan para nelayan untuk melakukan evakuasi ter­hadap 3 orang KM Bintang. Tim SAR gabungan juga menerjunkan per­alatan SAR untuk mencari para nelayan.

Namun, sekira pukul 16.30 WIB, tim SAR gabungan menemukan 2 orang korban yang selamat berenang menuju tepi pantai atas nama Iwan(40) dan Amin (40).

“Mereka terpaksa berenang hingga ke tepi pantai karena kapal yang ditum­pa­ngi rusak dan akan tenggelam. Namun, saat berenang ketiga nelayan ter­pisah. Iwan dan Amin berhasil be­re­nang dan selamat, sementara Jarman hilang,” ungkapnya.

Jarman sempat hilang sebelum dite­mukan tewas di Pantai Cibutun, Keca­matan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang pada Rabu 31 Agustus 2022. Ia dite­mu­kan sekira pukul 10.40 WIB oleh tim SAR gabungan. Kata Adil, kini je­nazah korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Binuangeun untuk selan­jutnya dikebumikan.

“Dengan ditemukannya koban maka pencarian dihentikan dan tim SAR gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mem­benarkan jika ada cuaca ekstrem hing­ga gelombang tinggi yang kini tengah melanda wilayah Kabupaten Lebak.

“Peringatan dini gelombang tinggi sudah dikeluarkan dari 29 sampai 31 Agustus. Besok akan ada laporan lagi peringatan dini gelombang tinggi. Yang jelas, perairan selatan Lebak kategori sangat tinggi 4 sampai 6 meter,” kata Febby. 

Untuk itu, relawan BPBD Lebak sudah dikerahkan guna memonitor kondisi gelombang di wilayah Lebak selatan. Ia pun meminta kepada para relawan un­tuk melakukan koordinasi dan ko­mu­nikasi dengan pemerintah desa dan kecamatan agar penanganan setiap kejadian di lapangan bisa mudah di­lakukan.

“Nelayan kita imbau hati-hati dan waspada. Kalau tidak memung­kinkan, jangan memaksa untuk pergi melaut. Bagi para wisatawan, kita minta untuk waspada dan tidak berenang dulu di pan­tai di Lebak selatan. Karena akan ber­bahaya jika tiba-tiba terjadi gelom­bang tinggi,” tegasnya. (mg-02/tur)