TERBARING: Siswa SMPN 4 Kalanganyar yang mengalami keracunan makanan terbaring di Puskesmas Kalanganyar, kemarin.(yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK-Sebanyak 21 siswa SMP Negeri 3 Kalanganyar diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi nasi uduk di sekolah pada Rabu (31/8). Para siswa mengalami gejala pusing, mual, dan muntah-muntah, hingga harus dirawat di Puskesmas Kalanganyar.
Neneng, siswa SMP Negeri 3 Kalanganyar mengatakan, dirinya merasakan mual, pusing, muntah-muntah, dan lemas. Dia bersama rekan-rekannya mengonsumsi nasi uduk yang dijual pedagang di lingkungan sekolah.
“Tadi pagi saya sama temen-temen makan nasi uduk, terus siangnya tiba-tiba jadi pusing dan mual-mual. Karena itu, kita bilang ke guru dan langsung dibawa ke puskesmas,” kata Neneng saat ditemui di Puskesmas Kalanganyar.
Dijelaskannya, nasi uduk yang dijual di sekolah sudah menjadi langganan para siswa SMPN 3 Kalanganyar. Tiap hari, Neneng bersama puluhan siswa sarapan di lokasi tersebut. Namun, dirinya baru pertama kali mengalami keracunan seperti ini.
Kini kondisinya berangsur baik, karena telah mendapatkan perawatan medis dari Puskesmas Kalanganyar.
“Alhamdulillah sekarang udah mendingan, nggak terlalu mual lagi,” ungkapnya.
Kepala Puskesmas Kalanganyar Yopi Yulianti mengatakan, pihaknya sudah menangani 17 orang siswa SMPN 3 Kalanganyar yang mengalami keracunan. Dari data yang diterima ada 4 siswa dirawat di Puskesmas Mandala.
“Pukul 10.00 WIB, tiba-tiba banyak siswa yang mendatangi puskesmas. Awalnya 10 orang tapi terus berdatangan, total ada 17 orang yang kita rawat. Keluhan mereka sama mual, pusing dan muntah,” kata Yopi.
Para siswa langsung ditangani dengan diberikan pelayanan. Mereka diberi obat dan diinfus agar cepat pulih. Dari 17 siswa, 14 diantaranya sudah pulang ke rumah, sementara 4 lainnya masih terbaring di Puskesmas.
“Alhamdulillah 14 orang sudah bisa pulang, tinggal 4 siswa lagi yang masih kita infus. Tapi kondisinya sudah membaik, semoga bisa cepat pulang,” harapnya.
Ia menduga keracunan makanan berasal dari bahan makanan nasi uduk yang dikonsumsi para siswa di pagi hari. Untuk itu, pihaknya sudah membawa sampel makanan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Lebak untuk diperiksa.
“Nasi uduk kan banyak, apakah ada bakteri pada santennya, gorengan atau yang lainnya. Kita belum tau, harus menunggu pemeriksaan Labkesda dulu,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Rangkasbitung AKP Pipih Iwan Hermawan mengatakan, saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait kasus keracunan puluhan siswa SMPN 3 Kalanganyar. Dugaan sementara, keracunan itu disebabkan nasi uduk yang dikonsumsi para siswa.
“Kita belum bisa memberikan keterangan secara rinci atas peristiwa ini, karena untuk memastikan apakah mereka keracunan makanan dari nasi uduk atau lainnya kita masih menunggu hasil laboratorium. Tapi kita sudah lakukan pemeriksaan ke lapangan,” pungkasnya.(mg-02/tur/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
