DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Pengurugan Saluran Air di Sukamulya Distop

post-img

SUKAMULYA-Camat Sukamulya Yati Nurulhayati mendampingi petugas Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Ciduran ( BBWSC3) Kemen­terian PUPR melakukan penyetopan de­ngan mendirikan plang stop terhadap pengurukan saluran air sekunder, Jumat (30/9) di Jalan Raya Kronjo Desa Su­kamulya, Kecamatan Sukamulya, Ka­bupaten Tangerang. 

Penyetopan tersebut lantaran adanya peng­urugan terhadap saluran sekunder ter­sebut. Sehingga kepala desa Suka­mulya dan tokoh masyarakat setempat geram. Karena bisa menimbulkan penyum­batan air, karena adanya urukan tanah tersebut. 

“Kami akan segera melakukan pen­dekatan persuasif kepada pelaku peng­urugan saluran air, dan rencananya akan kami panggil untuk diberikan pe­­ma­­haman,” terang Suyadi, Sub Koor­dinator Hu­kum dan Komunikasi Publik pada BBWSC3 kepada wartawan, Jumat (30/9).

Suyadi mengatakan, dari sekian salu­ra­n air sekunder Cidurian di wilayah Pro­­vinsi Banten, hanya di Sukamulya yang nekad membendung saluran air dengan tanah tersebut. Dia juga meng­apresiasi peran ormas maupun LSM yang telah membantu pihak BBWSC3.

“Kita akan normalkan kembali saluran air sekunder ini, dan kami berharap ke­giatan pengurugan saluran air ini tidak dilanjutkan kembali,” jelas Suyadi.

Sementara, Camat Sukamulya, Kabu­pa­ten Tangerang Yati Nurulhayat meng­ung­kapkan, saat pemerintah kecamatan hanya bersifat koordinasi, dan langsung me­nin­daklanjuti dan melaporkan ke­pada pihak BBWSC3. Dirinya juga me­nerima laporan Kades Sukamulya, dan dari pengakuan kepala desa, bahwa ada kegiatan pengurugan selama 3 hari.

“Saya pikir gak ditutup mati saluran airnya, ternyata ditutup, ini bahaya dan akan menimbulkan banjir,” ujarnya.

Menurutnya, pihak kecamatan sifatnya monitor wilayah dan koordinasi, jadi yang punya kewenangan adalah BBWSC3.

“Yang kami sesalkan pada awal sebelum pengurugan tidak ada komunikasi. Dan selama tujuannya baik untuk pembangunan wilayah Kecamatan Sukamulya pasti kita bantu, dan bisa diusulkan untuk pembangunan jembatan,” terang Yati kepada Radar Banten. (mul/asp)