DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Anak Enam Tahun Tewas Terbakar

post-img

Lilin Jadi Sebab Kebakaran

CILEGON – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah kontrakan di RT 02 RW 02 Lingkungan Tegal Cabe, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis malam (30/10) sekitar pukul 21.45 WIB.

Dalam peristiwa tragis itu, seorang anak perempuan berusia enam tahun dite­mukan meninggal dunia setelah terjebak di dalam bangunan semi per­manen yang terbakar. Korban diketahui merupakan anak dari Amin, penghuni kontrakan tersebut.

Menurut keterangan warga, kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang menyambar bahan mudah terbakar di bangunan semi permanen yang berada di belakang rumah kontrakan. Bangunan itu digu­nakan Amin untuk menjaga ternak bebek miliknya.

“Awalnya api muncul dari bangunan belakang. Bapaknya melihara bebek, anaknya ikut tidur di situ. Saat kejadian, bapaknya sedang keluar, dan anaknya tidur sambil menyalakan lilin,” ujar Wahyudi, Ketua RT setempat, saat dite­mui di lokasi kejadian.

Warga sempat mendengar suara tangisan minta tolong dari dalam bangu­nan yang terkunci. Namun, mereka tak dapat berbuat banyak karena akses menuju lokasi tertutup. “Warga sempat lihat si anak nangis minta tolong, tapi nggak bisa diselamat­kan karena pintunya terkunci semua,” sambung Wahyudi.

Tim Pemadam Kebakaran Kota Cilegon yang tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB berhasil memadamkan api sebelum merembet ke rumah lain. Meski demi­kian, seluruh isi bangunan semi perma­nen ludes terbakar.

Dari hasil keterangan sementara, rumah kontrakan milik Amin sudah dua hari terakhir dalam keadaan gelap lantaran token listrik habis. Selama itu, keluarga hanya mengandalkan penerangan dari lilin.

“Informasinya token listriknya habis, jadi penerangan pakai lilin. Diduga lilin inilah yang jadi penyebab kebaka­ran,” kata seorang petugas di lapangan.

Amin diketahui tinggal bersama empat anak dan ibunya. Sang istri telah me­ninggal dunia tiga tahun lalu. Tiga anak lainnya yang tidur di rumah utama ber­sama sang nenek berhasil selamat dari kobaran api.

Kini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kebakaran.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga, bersama Kapolsek Ciwandan Andi Suherman, serta Kasat Reskrim AKP Yoga Tama, langsung tu­run ke lokasi untuk melakukan penge­cekan dan memastikan pena­nganan berjalan mak­simal.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi keba­karan di rumah.

“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Kepada masyarakat, kami imbau lebih waspada dalam meng­gunakan lilin atau sumber api lainnya, ter­utama saat listrik padam. Pastikan keama­nan anak-anak dan ling­ku­ngan ru­mah tetap men­jadi prio­ritas,” ujar Kapolres. (mg-01/bam)