DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Distan Minta Obat PMK ke Perusahaan

post-img

SERANG - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang meminta bantuan perusahaan perternakan dan pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan penyakit mulut dan kuku (PMK).  

Perusahaan itu antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Wonokoyo Jaya Corporindo, PT Santosa Agrindo, dan PT Cheil Jedang Superfeed . 

Kepala Distan Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, pihaknya sudah berkirim surat kepada perusahaan peter­nakan berskala besar di Kabupaten Serang untuk meminta bantuan obat. 

Ia mengatakan, permohonan bantuan obat itu karena stok di instansinya sudah habis. Sementara untuk penggunaan dana tak terduga (TT) pada APBD 2022 belum ada kepastian. “Sambil menunggu dana TT, kita mengajukan bantuan ke peru­sahaan,” kata Zaldi di kantornya, Jumat (1/7).

Zaldi mengaku sudah mengajukan penggunaan dana TT kepada Bupati Serang untuk memenuhi kebutuhan obat PMK karena Kementerian Dalam Negeri (Men­dagri) sudah memperbolehkan penggunaan dana TT untuk PMK. “Kami minta bantu obat obatan ke perusahaan sampai kepu­tusan dana TT bisa turun,” ucapnya.

Di samping itu, kata Zaldi, kesadaran para peternak terkait PMK sudah muncul. Mereka rela membeli obat secara mandiri untuk hewan ternaknya. “Tapi hampir semua obat PMK jadi langka di pasaran. Harga juga naik karena dibutuhkan se-Indonesia,” ujar Zaldi.

Jenis obat yang dibutuhkan untuk penyembuhan PMK di antaranya anti biotik, anti radang hingga penurun panas. Meski naik tetapi masih terjangkau oleh peternak.

Karena kelangkaan itu, sambung Zaldi, saat ini peternak mulai menggunakan obat obatan alternatif agar kondisi ternaknya sehat. Seperti daun binahong, kunyit, kencur, dan obat herbal lainnya.

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah pernah mengatakan, jika pasokan obat menipis bisa menggunakan dana TT untuk pengadaannya. “Ini kan kondisinya darurat,” pungkasnya. (jek/bie)