SERANG-Ungkapan duka atas meninggalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo, tidak hanya datang dari petinggi negara dan pejabat daerah saja.
Di Provinsi Banten, ribuan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten juga menyampaikan bela sungkawa, dan turut mendoakan kepergian Tjahjo Kumolo.
Ketua Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten Taufik Hidayat mengatakan, terlepas dari rencana penghapusan pegawai non-ASN oleh Kemenpan-RB, keluarga besar Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten turut berduka cita atas meninggalnya Menpan-RB.
“Saya atas nama Ketua Forum Honorer Provinsi Banten mewakili 17 ribu lebih tenaga honorer di Banten menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Menpan-RB Tjahyo Kumolo. Semoga segala amal perbuatan almarhum diterima Allah SWT,,” kata Taufik kepada Radar Banten, Jumat (1/7).
Ia mengajak semua pengurus dan anggota Forum Honorer Provinsi Banten untuk mendoakan almarhum. Serta menahan diri untuk mempersoalkan kebijakan rencana penghapusan tenaga honorer.
“Manusia tempatnya salah dan dosa, semoga kita semua bisa memaafkan kesalahan-kesalahan beliau, baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja selama menjabat Menpan-RB,” tuturnya.
Taufik melanjutkan, sepanjang tahun 2022 atau sejak Menpan-RB Tjahjo Kumolo menandatangani Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. B/185/M.SM.02.03/2022 perihal Status Kepegawaian di Lingkungan Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten telah berupaya menemui almarhum untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Kami beberapa kali mendatangi Kemenpan-RB di Jakarta untuk menyuarakan penolakan terhadap rencana penghapusan tenaga honorer, namun tak sempat ketemu beliau. Hanya ditemui staf-staf Kemenpan saja,” tuturnya.
Terakhir ke Kemenpan, tambah Taufik, Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten ikut rombongan Komisi I DPRD Banten dan BKD Banten sebelum Idul Fitri, namun tetap tidak bertemu almarhum.
“Jadi sampai hari ini kami masih berjuang menolak rencana penghapusan tenaga honorer, dan meminta pemerintah merevisi UU ASN,” pungkas Taufik.
Senada, Juru bicara Forum Tenaga Kerja Honorer Kategori 1 (FTKH-K1) Pemprov Banten Endang Suherman juga menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Menpan-RB.
“Kami terkejut mendapat kabar duka dari media terkait meninggalnya Menpan-RB. Kami turut belasungkawa dan mendoakan almarhum, semoga Husnul khatimah,” katanya.
Endang menambahkan, pihaknya juga belum sempat melakukan audiensi dengan almarhum, terkait nasib tenaga honorer Kategori I yang belum kunjung diangkat menjadi CPNS hampir 400 orang di Pemprov Banten.
“Untuk sementara waktu kami tidak akan menyampaikan aspirasi dulu, karena saat ini Kemenpan-RB sedang berduka. Sesama anak bangsa dan sebagai umat muslim, kami ajak semua tenaga honorer di Banten mendoakan almarhum,” pungkasnya.
Terpisah, Sekjen DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah juga menyampaikan duka cita yang mendalam, lantaran Menpan-RB Tjahyo Kumolo merupakan senior di PDIP. Bahkan pengurus DPD langsung berangkat ke Jakarta untuk melayat ke rumah duka.
“Kami keluarga besar DPD PDI Perjuangan Banten telah kehilangan tokoh partai. Tokoh senior yang low profile (rendah hati) yang menjadi teladan bagi semua kader PDIP,” kata Asep.
Asep melanjutkan, dirinya memiliki banyak kenangan dengan almarhum terutama saat beliau menjabat Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019, lantaran saat itu Asep menjabat Ketua DPRD Banten yang harus bolak-balik ke Kantor Kemendagri untuk konsultasi terkait peraturan daerah.
“Almarhum selalu memberikan motivasi bagaimana berpolitik penuh dengan kesantunan, dan meminta semua kader PDIP jangan pernah berhenti untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan mejaga persatuan,” tuturnya.
Bagi Asep, sosok Tjahjo Kumolo adalah seorang kakak sekaligus mentor politiknya.
“Ada rasa yang membuat saya sedih, karena semenjak beliau diangkat jadi Menpan-RB belum pernah ketemu langsung sampai beliau sakit dan meninggal dunia,” bebernya.
Asep yang juga pernah menjabat Ketua DPD PDIP Banten menambahkan, sepanjang tahun ini dirinya hanya melakukan komunikasi dengan almarhum melalui sambungan telepon dan WA.
Senada, Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten Muhlis menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia.
“Almarhum orang baik, insya Allah husnul khotimah. Sebagai kader PDIP, kami semua kehilangan salah satu kader terbaik partai. Sebagai anak bangsa, kami kehilangan salah satu putra terbaik Indonesia,” tuturnya.
Muhlis yang saat ini menjabat Ketua Bappilu DPD PDIP Banten menambahkan, pertemuan terakhirnya dengan almarhum saat perayaan HUT PDIP di Jakarta, awal Januari 2022 lalu.
“Saya punya kenangan khusus dengan almarhum, karena saat Pilkada Kabupaten Tangerang lalu, saya orang yang diusung beliau untuk maju menjadi kandidat dari PDIP. Beliau sempat memberikan nasehat agar saya tidak ragu, karena kader PDIP harus kokoh dalam berprinsip,” urai Muhlis mengenang nasehat almarhum.
Diketahui, Tjahjo meninggal dunia setelah mengalami perawatan di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat sekira pukul 11.10 WIB. (den/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
