DECEMBER 9, 2022
Utama

Honorer Banten Doakan Tjahjo Kumolo

post-img

SERANG-Ungkapan duka atas meninggal­nya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo, tidak hanya datang dari petinggi negara dan pejabat daerah saja.

Di Provinsi Banten, ribuan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten juga menyampaikan bela sungkawa, dan turut mendoakan kepergian Tjahjo Kumolo.

Ketua Forum Tenaga Honorer Provinsi Ban­ten Taufik Hidayat mengatakan, terlepas dari rencana penghapusan pegawai non-ASN oleh Kemenpan-RB, keluarga besar Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten turut berduka cita atas meninggal­nya Menpan-RB.

“Saya atas nama Ketua Forum Honorer Pro­vinsi Banten mewakili 17 ribu lebih tenaga honorer di Banten menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Menpan-RB Tjahyo Kumolo. Semoga segala amal perbuatan almarhum diterima Allah SWT,,” kata Taufik kepada Radar Banten, Jumat (1/7).

Ia mengajak semua pengurus dan anggota Forum Honorer Provinsi Banten untuk men­doakan almarhum. Serta menahan diri untuk mempersoalkan kebijakan ren­cana penghapusan tenaga honorer.

“Manusia tempatnya salah dan dosa, semoga kita semua bisa memaafkan ke­salahan-kesalahan beliau, baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja selama menjabat Menpan-RB,” tuturnya.

Taufik melanjutkan, sepanjang tahun 2022 atau sejak Menpan-RB Tjahjo Kumolo menandatangani Surat Edaran (SE) Menteri PANRB No. B/185/M.SM.02.03/2022 pe­rihal Status Kepegawaian di Lingkungan Ins­tansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten telah berupaya menemui almarhum untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

“Kami beberapa kali mendatangi Ke­menpan-RB di Jakarta untuk menyuarakan pe­nolakan terhadap rencana penghapusan te­naga honorer, namun tak sempat ketemu beliau. Hanya ditemui staf-staf Kemenpan saja,” tuturnya.

Terakhir ke Kemenpan, tambah Taufik, Forum Tenaga Honorer Provinsi Banten ikut rombongan Komisi I DPRD Banten dan BKD Banten sebelum Idul Fitri, namun tetap tidak bertemu almarhum.

“Jadi sampai hari ini kami masih berjuang menolak rencana penghapusan tenaga honorer, dan meminta pemerin­tah merevisi UU ASN,” pungkas Taufik.

Senada, Juru bicara Forum Tenaga Kerja Honorer Kategori 1 (FTKH-K1) Pemprov Ban­ten Endang Suherman juga menyam­paikan turut berdukacita atas meninggalnya Menpan-RB.

“Kami terkejut mendapat kabar duka dari media terkait meninggalnya Menpan-RB. Kami turut belasungkawa dan mendoa­kan almarhum, semoga Husnul khatimah,” katanya.

Endang menambahkan, pihaknya juga belum sempat melakukan audiensi dengan almarhum, terkait nasib tenaga honorer Ka­tegori I yang belum kunjung diangkat menjadi CPNS hampir 400 orang di Pemprov Banten.

“Untuk sementara waktu kami tidak akan menyampaikan aspirasi dulu, ka­rena saat ini Kemenpan-RB sedang ber­duka. Sesama anak bangsa dan se­bagai umat muslim, kami ajak semua te­naga honorer di Banten mendoakan almarhum,” pungkasnya.

Terpisah, Sekjen DPD PDIP Banten Asep Rahmatullah juga menyampaikan duka cita yang mendalam, lantaran Menpan-RB Tjahyo Kumolo merupakan senior di PDIP. Bahkan pengurus DPD langsung berangkat ke Jakarta untuk melayat ke rumah duka.

“Kami keluarga besar DPD PDI Per­juangan Banten telah kehilangan tokoh partai. Tokoh senior yang low profile (rendah hati) yang menjadi teladan bagi semua kader PDIP,” kata Asep.

Asep melanjutkan, dirinya memiliki banyak kenangan dengan almarhum ter­utama saat beliau menjabat Menteri Dalam Negeri periode 2014-2019, lan­taran saat itu Asep menjabat Ketua DPRD Banten yang harus bolak-balik ke Kantor Kemendagri untuk konsultasi terkait peraturan daerah.

“Almarhum selalu memberikan mo­tivasi bagaimana berpolitik penuh dengan kesantunan, dan meminta se­mua kader PDIP jangan pernah ber­henti untuk terus memperjuangkan ke­pen­tingan rakyat dan mejaga persatuan,” tuturnya.

Bagi Asep, sosok Tjahjo Kumolo adalah se­orang kakak sekaligus mentor po­litiknya. 

“Ada rasa yang membuat saya sedih, karena semenjak beliau diangkat jadi Menpan-RB belum pernah ketemu lang­sung sampai beliau sakit dan me­ninggal dunia,” bebernya.

Asep yang juga pernah menjabat Ketua DPD PDIP Banten menambahkan, sepanjang tahun ini dirinya hanya me­la­kukan komunikasi dengan almarhum melalui sambungan telepon dan WA.

Senada, Ketua Fraksi PDIP DPRD Banten Muhlis menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya MenPAN-RB Tjahjo Kumolo meninggal dunia.

“Almarhum orang baik, insya Allah husnul khotimah. Sebagai kader PDIP, kami semua kehilangan salah satu kader ter­baik partai. Sebagai anak bangsa, kami kehilangan salah satu putra terbaik In­donesia,” tuturnya.

Muhlis yang saat ini menjabat Ketua Bappilu DPD PDIP Banten menambah­kan, pertemuan terakhirnya dengan al­marhum saat perayaan HUT PDIP di Jakarta, awal Januari 2022 lalu.

“Saya punya kenangan khusus dengan al­marhum, karena saat Pilkada Kabu­paten Tangerang lalu, saya orang yang diusung beliau untuk maju menjadi kan­didat dari PDIP. Beliau sempat memberikan nasehat agar saya tidak ragu, karena kader PDIP harus kokoh dalam berprinsip,” urai Muhlis menge­nang nasehat almarhum.

Diketahui, Tjahjo meninggal dunia se­telah mengalami perawatan di RS Abdi Waluyo, Jakarta Pusat sekira pukul 11.10 WIB. (den/alt)