DECEMBER 9, 2022
Utama

Peragaan Debus, 200 Polisi Bakar Diri

post-img

Debus: Ratusan personel Polda Banten saat bersiap untuk membakar diri dalam rangka peringatan HUT ke-76 Bhayangkara yang di halaman Mapolda Banten, Jumat (1/7). (foto-foto Fahmi Sa’i/Radar Banten)


Sebanyak 200 personel Polda Banten, Jumat (1/7), memperagakan kebolehan mereka dalam menguasai seni debus khas Banten. Mereka mempertontonkan aksi membakar diri. 


SERANG-Sontak aksi yang cukup menegangkan tersebut mendapat riuh tepuk tangan dari penonton. 

Pentas debus dengan membakar diri terus merupakan hiburan yang diselenggarakan Polda Ban­ten dalam rangka memperingati HUT ke-76 Bhayangkara. Peringat­an HUT Bhayangkara dengan atraksi membakar diri ratusan per­sonel merupakan pertama kali dilakukan Polda Banten. 

Aksi tidak mempan dibakar tersebut merupakan kepedulian se­kaligus kebanggaan Polda Ban­ten terhadap budaya Banten. Se­lain debus, ratusan personel Polda Banten juga memperagakan kekompakan seni bela diri pencak silat. 

Pantuan Radar Banten, setelah aksi ratusan personel dari beragam sa­tuan tersebut berakhir, aksi me­negangkan kembali diper­ton­tonkan kepada para tamu undangan. 

Kali ini, kemampuan personel Satuan Brimob Polda Banten yang mematahkan beton menggunakan kepala dan membeng­kokkan besi menggunakan dada. 

Tak sampai disitu, aksi yang benar-benar me­negangkan diperagakan oleh Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agus Rasyid. Perwira menengah Polri tersebut menunjukkan kemampuan debus­nya dengan menyilet lidah, menyanyat ta­ngan, menyenso kaki, menusukan benda tajam ke perut dan atraksi lainnya. 

Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Shinto Silitonga me­ngatakan pentas debus dan pencak silat yang diperagakan personel Polda Banten merupakan syukuran peringatan HUT ke-76 Bhayangkara. Peringatan yang tidak biasa tersebut merupakan inisiasi dari Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Rudy Heriyanto Adi Nugroho. 

“Polda Banten menggelar syukuran Hari Bhayangkara ke-76 dengan hiburan rakyat berbasis kearifan lokal, debus 200 polisi dan aksi paramotor oleh polisi yang dilak­sa­nakan di halaman Polda Banten. Ke­giatan ini merupakan inisiasi bapak Ka­polda Ban­ten sebagai penghormatan bu­daya lokal untuk melestarikan ke­budayaan dan juga mengekspos ke­pedulian polisi ter­hadap budaya se­kitar,” kata Shinto. 

Shinto mengatakan, kegiatan syukuran berjalan dengan aman, lancar dan zero accident. “Rangkaian kegiatan ini ter­se­lenggara dengan baik, semua atraksi debus dan paramotor sudah kita saksikan ber­sama serta kegiatan ini berjalan de­ngan aman lancar dan zero accident,” kata Shinto.

Shinto mengungkapkan, suksesnya acara tersebut juga tidak lepas dari pe­ran AKBP Agus Rasyid. Ia menyebut, Agus tidak hanya loyal dengan pelaksana­an tugas, tetapi juga telah melestarikan nilai-nilai budaya lokal dengan kegiatan sehari-hari. 

“Biasanya kita yang menonton pen­dekar, tetapi saat ini kita mengundang pen­dekar jawara-jawara Banten untuk me­nonton polisi berdebus dan memain­kan atraksi-atraksi yang luar biasa,” kata Shinto.

AKBP Agus Rasyid menambahkan, pe­ringatan HUT Bhayangkara dengan pen­tas debus dan pencak silat merupa­kan kepedulian Polda Banten terhadap budaya Banten yang sudah turun te­murun. 

 “Budaya dan kearifan lokal mulai dari tarian, permainan debus dan pencak silat yang merupakan budaya turun te­murun, dalam hal ini polisi Polda Banten peduli terhadap budaya yang ada karena harus dilestarikan bukan ha­nya oleh masyarakat luas tetapi juga ke­polisian Polda Banten,” tutur Agus. (fam/alt)