DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Petani Milenial Hasilkan Puluhan Juta

post-img

PANEN CABAI: Erwin memanen cabai di kebun cabai miliknya di Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, Jum’at (1/7). (Yusuf Permana/Radar Banten)


Dari Bertani Cabai

LEBAK - Erwin (26), petani milenial asal Kampung Cipagubag, Desa Me­karjaya, Kecamatan Cimarga, berhasil me­raih keuntungan melimpah dari ber­tani cabai. Dalam sebulan, Erwin da­pat meraup hasil hingga puluhan juta rupiah.

Dijelaskannya, lahan pertanian yang ditanami pohon cabai mencapai 8 ribu meter persegi. Dalam satu kali panen, di­ri­nya biasa mendapatkan cabai ku­rang lebih 100 kilogram atau satu kuintal dari 87 ribu pohon cabai. Untuk harga ca­bai orange Rp 80.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram.

"Alhamdulillah, sekarang kita lagi ma­sa panen. Pas kondisinya harga cabai lagi tinggi. Jadi lumayan pendapatannya. Sekali panen bisa dapet untung Rp8 juta," kata Erwin saat berbincang dengan Radar Banten, Jum'at (1/7).

Harga cabai yang dijual Erwin diketahui jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran yang sudah mencapai Rp 120.000 per kilogram.

Ia mengaku sengaja tidak menjual cabai dengan mengikuti harga pasar, karena dirinya sendiri memprioritaskan agar cabai miliknya bisa dirasakan terlebih dahulu oleh masyarakat sekitar.

"Kita juga jual ke pasar. Tapi yang lebih diutamakan itu jual kepada warga se­kitar. Setelah kebutuhan warga ter­cukupi, baru kita jual ke pasar," ujarnya.

Erwin merupakan pemuda desa lulusan SMK. Ia bercerita awal mula dirinya me­­nanam cabai, yakni saat kondisi dimana dirinya menjadi korban Pemu­tusan Hubungan Kerja (PHK) di Jakarta karena dampak dari pandemi Covid-19.

Dengan bermodalkan pengetahuan otodidak dan juga dibantu petani senior yang tahu cara menanam dan merawat cabai, menyulap kebun jagung milik orangtuanya menjadi kebun cabai.

"Awalnya saya sulit untuk mencari kerja, terus dari orangtua bilang dari pa­da mencari kerja lebih baik menjadi pe­tani. Nah saya mikir buat menanam ca­bai, karena di sini banyaknya cuma petani yang tanam jagung. Alhamdulillah, ada hasilnya juga," terang Erwin.

Kini, Erwin pun bisa mempekerjakan lima orang petani lokal untuk ikut mera­wat ribuan tanaman cabai miliknya.

Sementara, Noviyanti warga Kecamatan Kalanganyar mengatakan, dirinya sudah langganan membeli cabai ke tempat Erwin. "Saya selalu beli di sini untuk ke­butuhan di rumah. Karena kalau di pa­sar harganya cukup mahal, yakni Rp 120.000 per kilogram," ujarnya.

Selain untuk kebutuhan rumah, dirinya juga membeli untuk kebutuhan usaha catering yang dimilikinya.

"Saya juga untuk kebutuhan bumbu dan bahan catering, karena kebetulan saya usaha catering juga," tukasnya.(mg-02/tur)