PANEN CABAI: Erwin memanen cabai di kebun cabai miliknya di Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, Jum’at (1/7). (Yusuf Permana/Radar Banten)
Dari Bertani Cabai
LEBAK - Erwin (26), petani milenial asal Kampung Cipagubag, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, berhasil meraih keuntungan melimpah dari bertani cabai. Dalam sebulan, Erwin dapat meraup hasil hingga puluhan juta rupiah.
Dijelaskannya, lahan pertanian yang ditanami pohon cabai mencapai 8 ribu meter persegi. Dalam satu kali panen, dirinya biasa mendapatkan cabai kurang lebih 100 kilogram atau satu kuintal dari 87 ribu pohon cabai. Untuk harga cabai orange Rp 80.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp60.000 per kilogram.
"Alhamdulillah, sekarang kita lagi masa panen. Pas kondisinya harga cabai lagi tinggi. Jadi lumayan pendapatannya. Sekali panen bisa dapet untung Rp8 juta," kata Erwin saat berbincang dengan Radar Banten, Jum'at (1/7).
Harga cabai yang dijual Erwin diketahui jauh lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran yang sudah mencapai Rp 120.000 per kilogram.
Ia mengaku sengaja tidak menjual cabai dengan mengikuti harga pasar, karena dirinya sendiri memprioritaskan agar cabai miliknya bisa dirasakan terlebih dahulu oleh masyarakat sekitar.
"Kita juga jual ke pasar. Tapi yang lebih diutamakan itu jual kepada warga sekitar. Setelah kebutuhan warga tercukupi, baru kita jual ke pasar," ujarnya.
Erwin merupakan pemuda desa lulusan SMK. Ia bercerita awal mula dirinya menanam cabai, yakni saat kondisi dimana dirinya menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Jakarta karena dampak dari pandemi Covid-19.
Dengan bermodalkan pengetahuan otodidak dan juga dibantu petani senior yang tahu cara menanam dan merawat cabai, menyulap kebun jagung milik orangtuanya menjadi kebun cabai.
"Awalnya saya sulit untuk mencari kerja, terus dari orangtua bilang dari pada mencari kerja lebih baik menjadi petani. Nah saya mikir buat menanam cabai, karena di sini banyaknya cuma petani yang tanam jagung. Alhamdulillah, ada hasilnya juga," terang Erwin.
Kini, Erwin pun bisa mempekerjakan lima orang petani lokal untuk ikut merawat ribuan tanaman cabai miliknya.
Sementara, Noviyanti warga Kecamatan Kalanganyar mengatakan, dirinya sudah langganan membeli cabai ke tempat Erwin. "Saya selalu beli di sini untuk kebutuhan di rumah. Karena kalau di pasar harganya cukup mahal, yakni Rp 120.000 per kilogram," ujarnya.
Selain untuk kebutuhan rumah, dirinya juga membeli untuk kebutuhan usaha catering yang dimilikinya.
"Saya juga untuk kebutuhan bumbu dan bahan catering, karena kebetulan saya usaha catering juga," tukasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
