DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Putin Janji ke Jokowi Bakal Jamin Pasokan Pangan dan Pupuk

post-img

MOSKOW-Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji bakal memberikan jaminan keaman­an pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina mau­pun Rusia. 

Pernyataan itu sekaligus menjawab per­min­taan Presiden Indonesia, Joko Widodo pad saat kunjungannya ke Kremlin kearin Kamis 30 Juni 2022. 

Menurut Jokowi, terganggunya pasok pangan dan pupuk telah berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia, terutama di negara berkembang. 

"Saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia, ini se­buah berita yang baik," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Kamis 30 Juni 2022. 

"Saya mendukung upaya PBB reintegrasi ko­moditas pangan dan pupuk Rusia dan ko­moditas pangan Ukraina dalam rantai pasok dunia. Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut," sambungnya

Presiden Jokowi kembali menegaskan, bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun kecuali ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk dan energi dapat segera diperbaiki. 

"Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan se­mangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai," ujar Jokowi. 

Sebelumnya, Rusia telah menarik pasukan­nya dari Pulau Ular, Ukraina. Mereka me­nyatakan penarikan pasukan ini merupakan sim­bol iktikad baik agar Ukraina bisa meng­ekspor produk agrikultur. 

"Pada 30 Juni, sebagai iktikad baik, angkatan bersenjata Rusia merampungkan tugasnya di Pulau Ular dan menarik garnisun di sana," demikian pernyataan Kementerian Per­tahanan Rusia yang dikutip AFP. 

Kemhan Rusia menegaskan penarikan ini membuktikan kepada dunia bahwa "Rusia tidak menghalangi upaya PBB untuk membangun koridor kemanusiaan guna mengirimkan produk agrikultur dari Ukraina." 

Rusia mengambil keputusan ini setelah Ukraina menggempur pasukan Negeri Beruang Merah di pulau yang terletak di Laut  

Selama invasi Rusia di Ukraina, Pulau Ular menjadi sorotan karena merupakan salah satu kawasan jalur lalu lintas ekspor gandum dari negara itu. 

Ukraina menuding Rusia mencuri gandum dari sejumlah unit penyim­pang­an, termasuk di Pulau Ular. Pen­cu­rian itu lantas memicu kekurangan pa­ngan global.(disway.id/alt)