DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Tips Memilih Sunblock yang Aman dan Terbaik

post-img

Banyak yang menyimpulkan bahwa memilih abir surya atau sunblock yang bagus tergantung kepada berapa kadar SPF di dalamnya, padahal kandungan SPF hanya satu dari sekian banyak pertimbangan lainnya. Yang lebih disarankan untuk dilakukan adalah memakai sunblock secara rutin.

SECARA umum, bahan-bahan produk ta­bir surya terbagi ke dalam kategori kimia dan fisik berdasarkan sifat kerjanya. Ba­han tabir surya yang bersifat kimia be­­kerja dengan mengubah sinar UV men­­­jadi panas, sehingga tidak mem­ba­ha­yakan kulit. Sebaliknya, bahan tabir surya yang bersifat fisik mampu me­man­tulkan sinar ultraviolet agar tidak merusak sel-sel kulit.

Memakai sunblock atau tabir surya harus dilakukan secara teratur, terutama oleh orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan dan banyak terkena paparan sinar matahari. 


Mencermati Kandungan Sunblock

Sudah diketahui secara umum bahwa paparan sinar ultraviolet A (UVA) dan sinar ultraviolet B (UVB) dalam jangka pan­jang dapat memicu kanker kulit. Oleh karena itu, dalam memilih produk tabir surya atau sunblock yang bagus harus memerhatikan efektivitasnya dalam memblokir sinar UVA dan UVB sekaligus. 


Minimal SPF 30

Pastikan pilih sunblock kandungan SPF (sun protection factor) setidaknya pada angka 30. Angka SPF mengacu pada level perlindungan terhadap sinar UVB. SPF 15 dapat memblokir 93 persen UVB, SPF 30 memblokir 97 persen UVB, SPF 50 memblokir 98 persen UBV, dan SPF 100 memblokir 99 persen UVB. 


Water resistant bukan berarti waterproof

Tidak ada sunblock yang benar-benar waterproof’, karena setelah terkena air, sunblock akan terhapus dari kulit. Maksud dari water resistant dalam kemasan sunblock adalah produk tersebut dapat digunakan selama 40-80 menit selama berenang atau berkeringat. Namun setelah naik dari kolam atau setiap dua jam sekali, sunblock harus dioleskan ulang. 


Sunblock bagi kulit sensitif

Bagi pemilik kulit sensitif pilihlah sunblock dengan kandungan zinc oxide dan titanium dioksida. Kedua kandungan tersebut termasuk ke dalam bahan tabir surya fisik, sehingga tidak menyerap ke dalam kulit.  


Tekstur sunblock sesuai jenis kulit

Jika kulit Anda berminyak, pilih sunblock bertekstur gel karena ringan dan cepat kering. Gel sunblock juga cocok diapli­kasikan pada kulit yang berambut. Untuk kulit kering, pilih sunblock yang me­ngandung pelembab.

Hindari sunblock semprot karena biasanya mengandung alkohol yang membuat kulit semakin kering. Sunblock dalam bentuk krim cocok untuk kulit kering dan dapat digunakan di kulit wajah. Namun bila kulit Anda mudah berjerawat, hindari sunblock bertekstur krim, karena akan membuat kulit jadi lebih berminyak, terasa berat, dan menutupi pori-pori kulit. 

Ramah bagi kesehatan anak

Tingkat sensitivitas kulit bayi dan anak-anak berbeda dengan kulit orang dewasa. Karena itu, jangan mengoleskan tabir surya untuk orang dewasa kepada anak-anak, apalagi pada bayi. Untuk anak-anak, pilihlah sunblock berbahan alami, tanpa pewangi, tanpa paraben, bebas alkohol, bebas PABA, dan bebas phthalate.

Sun­­block dengan bahan titanium dioksida dan zinc oxide juga dapat menjadi pilihan, karena tidak mudah mengiritasi kulit anak-anak. Sama seperti pada kulit orang de­wasa, kedua bahan tersebut bisa me­nahan sinar ultraviolet dan tidak terserap oleh kulit. 

Ingatlah bahwa produk sunblock yang bagus selayaknya mampu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Kemampuan sunblock, terutama untuk wajah, dalam menghalangi kedua jenis sinar UV tersebut, biasanya tertulis pada label kemasan dengan istilah broad spectrum. Bila akan melakukan aktivitas di tempat yang basah atau bila aktivitas memicu keluarnya keringat, pilih produk yang berlabel tahan air. Namun, tetap dianjurkan mengoleskan ulang sunblock setiap dua jam sekali.(alodokter.com/alt)