DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Distan Terjunkan Tim Pembasmi Hama

post-img

Tingkatkan Produksi Hasil Pertanian

LEBAK – Dinas Pertanian (Distan) Ka­bu­paten Lebak akan menerjunkan tim pe­nanggulangan hama penyakit lahan pe­sawahan (Brigade). Tujuannya untuk me­ningkatkan produksi padi dan ke­ta­hanan pangan di daerah yang di pimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya.

“Ya, kita akan terjunkan tim penang­gu­langan hama, dimana saat ini padi mi­lik petani rata-rata telah memasuki masa tanam 30 sampai 60 hari. Tim ini akan bertugas untuk menanggulangi se­rangan hama di areal pesawahan padi,” ujar Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar ke­pada Radar Banten, Senin (1/8).

Dia menginformasikan, pekan lalu pi­haknya telah melakukan pemantuan dan pengamatan di area pesawahan. Samsai saat ini belum ditemukan adanya serangan hama. Jika ditemukan adanya serangan hama maka akan langsung melakukan pe­ngendalian.

Diharapkan, dengan keberadaan tim ter­sebut, angka gagal panen tanaman padi musim tanam tahun ini bisa ditekan semaksimal mungkin. Sehingga, tim ini mam­pu mengoptimalisasi produksi padi dan ketahanan pangan di Lebak.

“Tim pembasmi hama ini nantinya bekerja langsung ke lapangan saat mene­rima laporan adanya serangan hama di areal pesawahan dengan dilengkapi sarana dan prasarana, seperti obat-obatan dan alat pembasmi,” jelasnya.

Ka­bupaten Lebak, lanjutnya, memiliki luas lahan pertanian kurang lebih 304.472 hektare, terdiri dari lahan sawah seluas 47.760 hektare dan lahan darat seluas 256.711,8 hektare. Dari lahan seluas itu se­bagain besar adalah kawasan pedesaan yang sebagian besar masyarakatnya ber­mata pencarian sebagai petani.

“Alhamdulilah, produksi padi setiap ta­hunnya selalu surplus. Produksi beras se­tiap tahun rata-rata mencapai 707.500 ton. Sementara kebutuhan beras penduduk Lebak 147.428 ton per hari,” jelasnya.

Asi­s­ten Daerah (Asda) II Bidang Eko­nomi Pem­bangunan Setda Lebak Ajis Su­hendi me­ngatakan, produksi padi di Ka­bupaten Lebak masih sangat potensial untuk terus di­tingkatkan. Baik melalui strategi pe­ning­katan produktivitas mau­pun melalui stra­tegi peningkatan indeks per­tanaman (IP).

“Strategi pertama meningkatkan pro­duktivitas beras melalui peningkatan pro­duktivitas masih sangat berpeluang di­la­kukan. Dimana rata-rata produktivitas aktual hasil panen petani baru mencapai 5,6 ton per hektare. Sementara hasil dem­plot atau kaji terap 8-9 ton per hektare. Artinya apabila didukung komponen tek­nologi yang tepat dan pen­dam­pingan yang intensif, produktivitas padi masih dapat ditingkatkan,” katanya.(nce/tur)