DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Lapas Rangkasbitung Gelar Donor Darah

post-img

DONOR DARAH: Petugas Lapas Kelas III Rangkasbitung melakukan donor darah di aula Lapas Rangkasbitung, Senin (1/8).(Dok Lapas Rangkasbitung)

LEBAK - Lembaga Pemasya­rakat­an (Lapas) Kelas III Rang­kasbitung menggelar donor darah yang diikuti puluhan pe­gawai lapas di Aula Lapas Rang­kasbitung, Senin (1/8). Ke­giatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan PMI Kabupaten Lebak da­lam meme­nuhi kebutuhan darah.

Kepala Lapas Rangkasbitung Budi Ruswanto mengatakan, do­nor darah itu dilakukan da­­l­am rangka memperingati Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) dan Dirgahayu ke-77 Kemer­de­kaan RI. Kegiatan ter­sebut di­gelar sebagai bentuk ke­pe­dulian Lapas terhadap masya­­ra­kat, khususnya pasien yang membutuhkan donor darah.

“Setetes darah kita ini sangat ber­manfaat bagi sesama yang mem­­butuhkan. Kita ingin mem­­baktikan diri dalam me­nyam­but Hari Kemerdeka­an dan HDKD, diantaranya de­ngan men­­donorkan darah ki­ta beker­ja sama dengan PMI Lebak,” ujar Budi kepada Radar Banten, kemarin.

Kepala Lapas Rangkasbitung me­ngaku dirinya bersama de­ngan petugas lapas lainnya su­dah rutin mendonorkan da­rah untuk membantu warga Lebak, khususnya mereka yang membutuhkan donor darah. 

“Alhamdulillah kita sudah rutin memberikan donor da­rah, karena selain untuk mem­bantu sesama kita ketahui sen­diri bahwa donor darah ini juga baik bagi kesehatan,” ujarnya.

Dokter Lapas Rangkasbitung, dr. Ida mengatakan, sebelum me­­lakukan donor darah, calon pen­donor di screening terlebih da­­hulu. Adapun yang discree­ni­ng, yakni kondisi kesehatan pe­­gawai, meliputi berat ba­dan, tekanan darah serta kadar he­moglobinnya. Apabila se­mua me­menuhi syarat, maka calon pen­donor bisa menyum­bang­kan darahnya. Donor darah sen­diri baiknya dilaku­kan rutin 3 bulan sekali atau 2 kali dalam se­tahun.

“Ya, jelas donor darah me­mi­liki banyak manfaat, dianta­ra­nya menjaga kesehatan jan­­tung, mengurangi jumlah ko­lesterol jahat, meningkatkan produksi sel darah merah, mem­bantu men­­deteksi dini pe­nyakit ter­tentu, serta men­jaga kesehatan mental. Alham­du­lillah pegawai Lapas Rang­kas­bitung antusias me­ngi­kutinya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UTD PMI Lebak Firman Rahmatul­lah mengapresiasi kegiatan do­­nor darah yang digelar La­pas Rang­kasbitung. Katanya, PMI me­miliki kebutuhan 1.000 kan­tung darah untuk para pa­sien yang membutuhkan se­tiap bu­lannya.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada pihak Lapas yang su­dah secara rutin mendonorkan da­rah, karena di PMI Lebak sendiri kita membutuhkan sekitar 25 sampai 30 kantung darah setiap harinya,” kata Firman.

Untuk mencukupi kebutuhan 1.000 kantung darah per bulan, Firman mengatakan, PMI su­dah bekerja sama dengan ber­bagai pihak untuk meng­gelar donor darah. Namun de­mikian, ia juga mengajak ke­pada masya­rakat untuk le­bih peduli kepada sesama de­ngan cara aktif men­donor­kan darah.

“Kebutuhan kita saat ini da­pat tercukupi, tapi kita masih butuh keaktifan masyarakat da­lam donor darah. Karena stok darah harus tetap kita jaga, khawatir ada pasien da­rurat yang mem­bu­tuhkan do­nor darah cepat,” pung­kas­nya.(mg-02/tur)