DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Pemdes Sindangheula Olah Sampah

post-img

PABUARAN – Pemerintah Desa Sindangheula berinovasi mengolah sampah plastik menjadi paving block. Itu untuk mengurangi volume sampah di desa tersebut.

Kepala Desa Sindangheula Suheli bercerita, produk olahan paving block dari plastik itu berawal dari keresahan melihat banyaknya sampah plastik menuumpuk di beberapa lokasi.

"Agak khawatir juga soalnya, nanganin sampah susahnya minta ampun, dibersihin di sana, numpuk di sini, dibersihin lagi, muncul lagi di tempat lain," curhat kades muda berkacamata itu kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Jumat 29 Juli 2022.

Karena keresahan itu, Suheli kemudian mengajak para pemuda untuk mencoba mengolah sampah plastik menjadi paving block. "Kita mulainya Mei 2022, awalnya gagal karena kita masih pake alat manual," katanya.

Peralatan manual itu seperti kayu bakar sebagai sumber perapian, dandang untuk menggodok sampah plastik yang dicampur oli bekas, serta cetakan paving block yang dibuat di tukang las dari besi. "Setelah mencoba beberapa kali alhamdulilah jadi, hasilnya lumayan bagus dan kuat," jelasnya.

Saat ini ada lima pemuda yang fokus memproduksi paving blok berbahan dasar plastik, pihaknya baru mampu membuat lima puluh buah paving blok setiap produksinya.

Namun, Suheli berencana akan mengembangkan produksi paving block ini dengan mengalokasikan dana desa pada anggaran perubahan nanti. "Kami akan menganggarkan melalui Badan Usaha Milik Desa," katanya.

Terkait itu, Sekretaris Dinas Pember­dayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Irawati Erlina mengapresiasi Pemdes Sindangheula melakukan pengolahan sampah men­jadi paving block.

Ia menilai, hal tersebut sangat positif mengingat persoalan sampah memang seperti tak ada habisnya. "Desa memang harus jadi pelopor yang mencontohkan sesuatu yang inovatif pada masyarakat," katanya. (drp)