DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Sampah Cemari Balong Ranca Lentah

post-img

BERSIHKAN SAMPAH: Pegawai BPBD Kabupaten Lebak membersihkan sampah Balong Ranca Lentah di Rangkasbitung, kemarin.(Yusuf Permana/Radar Banten)


LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabu­paten Lebak Lebak membersihkan sam­pah yang mengambang di Balong Ranca Lentah di Jalan Ra­wasari Balong, Rangkasbitung, Senin (1/8). Sampah plastik dan rumah tangga telah mencemari air di lokasi wisata tersebut, se­hing­ga membuat air berubah warna menjadi hijau dan bau.

Pantauan Radar Banten di lokasi, pe­gawai BPBD menerjunkan pe­rahu karet untuk membersihkan sam­pah di salah satu ikon wisata di Rangkasbitung tersebut. Sam­pah plastik dan rumah tangga yang mengambang di air diber­sih­kan dan dinaikan ke atas pe­rahu.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, ke­giatan itu dilakukan sebagai ben­tuk kepedulian BPBD terhadap ling­kungan. Tidak hanya itu, BPBD juga melatih para pegawainya da­lam pengoperasian perahu ka­ret dengan mesin dan dayung.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk me­latih dan meningkatkan skill para anggota dalam pengoperasian perahu karet. Sekaligus kepedulian kita terhadap kebersihan ling­kung­an. Karena Balong Ranca Len­tah ini merupakan ikon des­tinasi wisata di Lebak,” kata Febby kepada Radar Banten.

Dijelaskannya, latihan peng­gunaan alat kebencanaan akan dilakukan secara rutin setiap pe­kan. Jadi, pihaknya mengagenda­kan membersihkan tempat wisata air di beberapa daerah di Lebak, dian­taranya Situ Cilembun dan Balong Ranca Lentah ini.

“Jadi jika terjadi bencana tim akan dengan sigap bergerak dan me­lakukan upaya penyelamatan de­ngan maksimal,” harapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dia juga mengimbau kepada war­ga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan Balong Ranca Lentah. Karena, jika masyarakat buang sam­pah sembarangan maka akan mem­buat air tercemar. Kondisi ter­sebut tentu saja akan merugikan masyarakat dan pedagang yang ber­jualan di Balong Ranca Lentah.

“Balong ini kan kawasan publik yang kerap dijadikan tempat wi­sata, maka dari itu kita harus ber­­sama-sama menjaganya. Mi­nimal tidak membuang sampah ke balong. Demi kenyamanan kita bersama,” tegasnya.

Ditemui di kantornya, Kepala Bi­dang Kepala Bidang Tata Ling­kungan pada Dinas Lingkungan Hidup Lebak Dasep Novian me­nga­takan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kondisi air di Balong Ranca Lentah menjadi hijau dan penuh dengan lumut.

Salah satunya, yakni cuaca panas. Cuaca panas yang sudah terjadi be­berapa hari ini telah menye­bab­kan air di balong mengental akibat matinya organisme organik di balong tersebut.

”Sekarang tim dari kita sudah turun guna melakukan analisa pe­nyebab air di balong itu menjadi hijau dan mengental. Kita akan periksa kadar COD dan BOD di Balong Ranca Lentah,” katanya.

DLH Lebak, kata Dasep, beren­cana akan mengaktifkan kembali air mancur di Balong Ranca Lentah agar sirkulasi oksigen pada air dapat berjalan.

“Kita berencana untuk mengaktif­kan kembali air mancur dan me­nambah jam operasionalnya. Su­paya kandungan oksigen di air dapat meningkat. Karena kita tahu sendiri balong itu tidak ada aliran air yang jalan. Hanya me­ngan­dalkan air hujan dan limbah domestik warga saja,” tegasnya.

Setiap hari, jelasnya, ada 4 pe­gawai dari DLH Lebak yang ber­tugas untuk membersihkan area Balong Ranca Lentah. Mereka akan membersihkan area balong dari sampah-sampah domestik warga dari pagi hingga sore.

Walaupun ada petugas, Dasep me­ngaku, hal itu tidak akan cukup untuk menjaga kebersihan balong, jika masyarakat masih membuang sampah sembarangan.

”Untuk itu, kita minta kerja sama dari masyarakat untuk menjaga ke­bersihan di Balong Ranca Lentah guna kenyamanan bersama,” tu­kasnya.(mg-02/tur)