DECEMBER 9, 2022
Cover Story

Berdiri Saat Pandemi, Mampu Lewati Krisis Hingga Miliki 40 Ribu Anggota

post-img

September 2019, menjadi masa-masa yang membanggakan sekaligus menegangkan bagi Koperasi Syariah (Kopsyah) Raya Banda Madani Rabbani (Rabbani) Banten.

Pasalnya, baru beberapa bulan beroperasi, dunia digemparkan oleh Pandemi Covid 19 yang dampaknya luar biasa mempengaruhi berbagai sektor kehidupan termasuk perekonomian masyarakat di seluruh dunia.

Bagi lembaga keuangan simpan pinjam dan pembiayaan, tentu ini bukanlah hal yang mudah untuk dilalui, terlebih, masyarakat tentu belum memiliki kepercayaan penuh pada Kopsyah Rabbani yang saat itu usianya masih boleh dikatakan bayi baru belajar jalan.

Namun ternyata, ungkapan tak ada tantangan yang tak bisa ditaklukkan dengan tekad dan kerja keras itu nyata adanya. Kepada Radar Banten, Dirut Kopsyah Rabbani Deden Arifian bercerita kisah bagaimana ia bersama tim melewati masa-masa sulit itu.

Deden bercerita, di masa sulit saat itu pihaknya hanya memiliki dua pilihan besar, satu, menutup Kopsyah Rabbani dan mengubur mimpi besar, kedua, terus berjuang di tengah segala keterbatasan. “Kami kemudian mengingat kembali visi Kopsyah Rabbani yang harus menjadi besar, maka kami ambil pilihan kedua,” kata Deden.

Deden meyakini, di setiap kesulitan yang dihadapi, pasti ada hikmah tersimpan di dalamnya. Kendati dalam dunia lembaga simpan pinjam terjadi gejolak di mana pengembalian rendah, pengajuan tinggi.

Namun Deden berupaya menjaga kestabilan dengan membangun kolaborasi pendanaan dengan beberapa lembaga keuangan, dan yang terpenting bagi Deden, Kopsyah Rabbani tidak sedikit pun meninggalkan masyarakat di masa sulit.

Yang terjadi kemudian, Deden bersama Kopsyah Rabbani melakukan kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket sembako di masa Pandemi.

"Alhamdulillah, kita bisa kobarkan semangat sosial sehingga masyarakat percaya, jika Kopsyah Rabbani tidak meninggalkan mereka di masa sulit itu," tuturnya.

           Kopsyah Rabbani sendiri, kata Deden memiliki visi menjadi koperasi besar yang dikelola secara amanah dan profesional yang menyejahterakan anggota dan masyarakat.

Untuk mewujudkan hal itu, Deden berupaya mengubah mindset koperasi yang kecil menjadi harus besar, memiliki sistem pelayanan digital, SDM profesional dan dikelola oleh milenial

Dan yang paling penting, menurutnya, agar koperasi menjadi besar, seluruh pengurus serta manajemen di dalamnya harus amanah. "Karena kan banyak koperasi yang pengurusnya tidak amanah, maka hancurlah," katanya.

Di Kopsyah Rabbani Syariah sendiri, digawangi oleh tiga pengurus yang memiliki latar belakang berbeda yakni ada dari praktisi, akademisi dan IT.

Yang berlatar belakang praktisi sendiri ialah Deden yang sebelumnya pernah bekerja di koperasi, dengan bekal ilmu dan pengalaman itu ia bangun koperasi sendiri bersama dr Hamdani yang merupakan dekat ekonomi dan bisnis yang kini di Kopsyah Rabbani sebagai sekretaris.

Dan selanjutnya dari pakar IT ialah Kamiludin, yang sebelumnya bergelut dengan program dan sistem kini dihadapkan pada urusan pengembangan sistem digital di tubuh Kopsyah Rabbani.

Menurutnya, untuk membuat dan membangun koperasi yang besar, tidak bisa dengan hanya mengandalkan pengurus yang memiliki latar belakang sama.

Dengan konsep kolaborasi antar pengurus yang memiliki latar belakang berbeda inilah menjadi salah satu kunci Kopsyah Rabbani bisa berkembang seperti sekarang. (drp/air)