DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Kabupaten Tangerang Meningkat

post-img

Kantong Kemiskinan Terdapat di Wilayah Pesisir

TIGARAKSA-Badan Pusat Statistik (BPS) Ka­bupaten Tangerang mencatat jumlah pen­duduk miskin di Kabupaten Ta­nge­rang periode Maret 2020 hingga Ma­­ret 2021 meng­alami peningkatan sebanyak 272,35 ribu jiwa. Atau naik sebesar 7,12 persen.

Angka kenaikan sebanyak 48,05 ribu ji­wa dibandingkan dengan penduduk miskin pada tahun sebelumnya yaitu pada bulan Maret 2019 yang jumlahnya 193,97 ribu jiwa atau hanya 5,14 persen.

Kepala BPS Kabupaten Tangerang Husein Maulana kepada Radar Banten mem­be­narkan data tersebut. Kenaikan angka kemiskinan tersebut bukan karena jumlah peng­angguran yang meningkat. Melainkan sektor ekonomi kemasyarakatan yang be­lum berjalan maksimal.

“Perlu diketahui juga, angka kemiskinan meningkat bukan hanya di Kabupaten Tangerang saja, melainkan di seluruh wilayah kota dan Kabupaten di Provinsi Banten,” kata Husein, Kamis (01/09).

Menurutnya, angka naiknya kemiskinan di Kabupaten Tangerang paling banyak di bandingkan wilayah lain yang ada di Pro­vinsi Banten. Namun hal tersebut di­ang­­gap wajar karena memang penduduk Kabupaten Tangerang juga paling banyak di antara wilayah lainnya itu.

“Yang namanya penduduk miskin itu berdasarkan garis kemiskinan, yaitu biaya hidup dalam satu keluarga masih di bawah Rp2.200.000 per bulannya.

Jika ada keluarga yang penghasilannya di bawah jumlah tersebut, maka keluarga tersebut masuk kategori miskin. Karena BPS Kabupaten Tangerang dalam meng­ambil jumlah angka kemiskinan ber­da­sarkan sampel di setiap wilayah.

Namun demikian, lanjutnya, angka peng­angguran di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan. Terhitung sejak Agustus 2020 hingga Agustus 2021 yang pada tahun sebelumnya terdapat 240 ribu orang angka pengangguran. 

Namun di tahun tersebut jumlah peng­ang­guran menjadi 167 ribu orang. Turun sebesar empat persen di tahun 2021.

Husein menambahkan, angka naiknya kemiskinan di Kabupaten Tangerang didominasi wilayah pesisir Kabupaten Tangerang. 

“Hal itu disebabkan oleh kurang ber­ja­lan­nya perekonomian wilayah pe­sisir yang ma­yoritas mata pencahariannya sebagai petani dan nelayan,” pungkasnya.

Sementara itu, menanggapi meningkatnya jumlah warga miskin di Kabupaten Tange­rang, Kepala Bidang Data pada Dinas So­sial Kabupaten Tangerang Endang Ramdani belum membalas pertanyaan melalui pesan WhatsApp Wartawan Radar Banten yang di­kirim, semalam. (mul/asp)