DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Hindari 7 Perilaku Tidak Sehat Ini yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar

post-img

PERILAKU hidup yang tidak sehat berperan dalam perkembangan penyakit kronis, termasuk menjadi penyebab diabetes, penyakit jantung, stroke, penyakit paru obstruktif kronis, dan bahkan kanker.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit kronis menye­babkan 41 juta kematian tiap tahunnya. Ini setara dengan 71% total kematian di seluruh dunia.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mulai memperhatikan beberapa kebiasaan sehari-hari. Berikut ini merupakan contoh kebiasaan yang tidak sehat.


1. Terlalu banyak menonton TV atau main gawai

Terlalu sering menonton TV atau main gawai, seperti handphone, menyimpan pengaruh negatif bagi kesehatan tubuh. Perilaku ini terkait dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan emboli paru.

Selain itu, sering melakukan kebiasaan ini tanpa diimbangi aktivitas fisik bisa me­nurunkan kemampuan kognitif otak. Hal ini terbukti melalui sebuah studi dalam jurnal JAMA Psychiatry (2016).

Peneliti mengadakan tes kognitif pada orang yang rata-rata menonton TV lebih dari tiga jam per hari selama 25 tahun. Diketahui hasil tes pada orang tersebut lebih buruk daripada orang yang tidak banyak menonton TV.


2. Terlambat makan

Jangan pernah berpikir bahwa menunda waktu makan akan menurunkan berat badan Anda.

Sering telat makan malah akan mening­katkan nafsu makan pada waktu setelahnya. Hal ini bisa membuat Anda makan lebih banyak dan meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.

Kebiasaan ini juga buruk bagi kesehatan karena akan melambatkan metabolisme yang membuat tubuh Anda terasa lemas. Selain itu, menunda makan juga bisa menyebabkan asam lambung naik.

Sebaiknya, luangkan waktu sejenak untuk makan agar Anda tetap fokus dan semangat beraktivitas.


3. Makan saat tidak lapar

Sekadar memakan camilan atau me­lam­piaskan diri dari rasa stres dengan makan terlalu sering mungkin akan menyebabkan kelebihan kalori bagi tubuh Anda.

Kemudian, kelebihan kalori menyebabkan berat badan naik di atas normal dan akhir­nya terjadilah obesitas. Kondisi ini mening­katkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Tidak hanya diabetes, obesitas juga me­­ningkatkan risiko penyakit lain, terma­suk penyakit jantung, stroke, dan bahkan kanker. Maka dari itu, penting menjaga waktu dan pola makan Anda.


4. Makan terlalu banyak atau terlalu sedikit

Perilaku tidak sehat dengan mengonsumsi makanan terlalu banyak maupun terlalu sedikit bisa menjadi salah satu pertanda dari gangguan makan (eating disorder).

Pada umumnya, gangguan makan terjadi akibat masalah psikologis dan emosional, seperti rendah diri dan pandangan yang buruk tentang citra tubuhnya.

Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi fisik dan psikis, termasuk penyakit jantung, gangguan pencernaan, stres, depresi, hingga perilaku bunuh diri.


5. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

Sebagian orang memercayai bahwa merokok dan minum alkohol ialah “jalan keluar” yang bisa meringankan efek stres yang dialaminya.

Nikotin memang dalam rokok dapat me­micu pelepasan dopamin yang menim­bulkan efek menenangkan. Se­mentara itu, alkohol akan memperlambat respons tubuh terhadap stres.

Meski demikian, kebiasaan buruk ini punya dampak yang buruk bagi kesehatan. Beberapa contohnya yakni peningkatan tekanan darah, kerusakan jaringan otot, dan berkurangnya oksigen dalam darah.


6. Terlalu lama membuka media sosial

Sebagian orang mungkin mulai merasa “terisolasi” akibat berkutat dengan media sosial. Isolasi sosial tersebut tentu buruk bagi kesehatan mental dan fisik Anda.

Para peneliti dari University of Cologne, Jerman, juga menemukan bahwa terlalu lama membuka media sosial bisa menimbulkan rasa iri terhadap teman yang akhirnya meningkatkan risiko depresi.

Terrlalu lama bermain media sosial juga membuat Anda relatif malas bergerak. Sebaiknya, batasi waktu bermain gawai dan media sosial, lalu alihkan dengan kebiasaan yang lebih sehat.


7. Terlalu lama duduk

Terlalu lama duduk di kursi mungkin akan memperburuk kesehatan fisik Anda. Pasalnya, duduk dalam jangka panjang berkaitan dengan gaya hidup sedentari alias malas gerak.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular.

Tak hanya fisik, kesehatan psikologis Anda juga mungkin terganggu. Orang dengan gaya hidup sedentari juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami stres dan depresi.

Cobalah untuk menggerakkan badan Anda setiap setengah jam saat duduk dalam waktu lama. Hal sederhana ini bisa menjaga tubuh dan pikiran Anda tetap baik.(hellosehat.com/alt)