DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Jaga SPBU, Polres Terjunkan Puluhan Personel

post-img

LEBAK - Rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) telah memicu terjadinya Panic Buying di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Lebak. Untuk mencegah terjadinya ke­­jadian yang tidak diinginkan, Polres Lebak menerjunkan puluhan personel untuk berjaga di SPBU.

Pantauan Radar Banten pada Rabu (31/8) malam, SPBU Mandala di Jalan Raya Rang­kasbitung-Pandeglang diserbu masyarakat. Antrean panjang hingga keluar area SPBU terjadi hingga pukul 23.00 WIB, sehingga membuat lalu lintas di jalan raya tersendat. Kepolisian Resor (Polres) Lebak kemudian mengerahkan puluhan personelnya untuk berjaga di SPBU. Mereka disebar di 22 titik SPBU di daerah.

Kapolres Lebak AKBP Wiwin Setiawan mengatakan, di setiap titik SPBU, pihaknya menempatkan 3 anggota yang akan berjaga selama 1 minggu ke depan.

“Ya betul, ini merupakan langkah anti­si­pasi gejolak di masyarakat terkait rencana ke­naikan harga BBM. Di tiap SPBU kita kerahkan 3 personel,” kata Kapolres kepada Radar Banten, Kamis (1/9).

Kapolres mengatakan, personel akan ber­ja­ga dan melakukan pemantauan aktivitas pengisian BBM di SPBU. Mereka akan mengawasi setiap orang yang mengisi BBM guna menghindari adanya oknum yang dengan sengaja melakukan penim­bunan.

“Kita tegaskan, warga hanya boleh mem­beli BBM dengan kapasitas normal, tidak ada yang boleh menimbun dengan membeli BBM dengan jumlah berlebih,” kata Wiwin.

Ia menegaskan, akan melakukan penin­dakan terhadap setiap oknum yang me­nimbun BBM demi meraup keuntungan pribadi. Karena penimbunan dapat berdam­pak terhadap kelangkaan BBM yang dapat memicu masalah sosial di ma­syarakat.

Reza, warga Rangkasbitung mengatakan, dirinya tidak menyangka SPBU akan ramai menjelang pergantian bulan Agustus ke September. Sehingga Reza terpaksa meng­antre hampir 1 jam guna mendapatkan BBM jenis pertalite. (mg-02/tur)