DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Tekan Biaya Logistik Lewat Aplikasi

post-img

CILEGON - PT Krakatau Jasa Logistik (KBS Group) mengembangkan produk dan layanan distribusi berbasis aplikasi.

Melalui aplikasi bernama Krakatau Integrated Logistic Solution (KILOGS) tersebut diharapkan bisa menekan biaya logistik. 

Direktur Operasional KJL Asep Siswanto menjelas­kan, beberapa permasalahan dalam distribusi logistik seperti biaya yang tinggi, proses yang tidak transparan, sulit melacak posisi armada dan progress pengiriman barang serta kinerja vendor yang tidak terkontrol masih sangat sering dihadapi oleh perusahaan logistik.

Menurutnya aplikasi itu dinilai mampu memberikan jawaban atas kebutuhan layanan digitalisasi logistik dan persoalan tersebut.

Beberapa fitur yang disediakan KILOGS dalam membantu mengintegrasikan informasi pada

rantai distribusi logistik diantaranya adalah Transport Management System (TMS), Warehouse

Management System (WMS), Vendor Management System (VMS) dan Supply Chain Financing

(SCF).

“Kedepannya KBS Group melalui PT KJL akan meningkatkan fungsi KILOGS sebagai marketplace yang dapat dimanfaatkan oleh setiap industri dan para pelaku usaha jasa logistik untuk meningkatkan kinerja perusahaan,” ujar Asep pada Launching KILOGS di Hotel The Royale Krakatau, Kamis (1/9) 

Digitalisasi logistik sangat diperlukan saat ini

guna mengantisipasi pengaruh globalisasi, ancaman dunia maya, permintaan pelanggan yang semakin tinggi, dan lain sebagainya.

Era revolusi industri 4.0, lanjut Asep, banyak perusahaan dunia mulai me­­nerapkan digitalisasi dalam akti­vitas logistik mereka. Konsep digi­talisasi memungkinkan tran­spa­ransi sepanjang waktu pemasok ke pe­langgan atau dengan kata lain harus adanya transparansi di sepan­jang ran­tai pasokan.

“Distribusi barang sangat memerlukan kepastian informasi yang cepat dan akurat. Dengan Digital

Logistik maka dapat mengintegrasikan layanan secara end to end, konektivitas antara pemilik

barang, pemilik armada dan penerima barang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasi PT KBS Cahyo Antariksa menjelaskan, Indonesia masih menjadi negara dengan biaya logistik yang tinggi. Menurutnya melalui aplikasi ini biaya logistik bisa ditekan.

“Efisien jkarena beberapa proses yang tidak perlu dihilangkan, diganti secara digital,” ujarnya.

Cahyo melanjutkan, melalui aplikasi tersebut semua kegiatan logistik bisa terakses secara digital.

“Dari sisi konsumen bisa diketahui barangnya berada di mana, diangkut siapa karena secara GPS terkontrol. Kemudian pemilik barang pun bisa tahu sudah diangkut siapa ke mana dan kapan sampai tujuan, jadi transparan,” ujarnya. (bam/air)