CILEGON - PT Krakatau Jasa Logistik (KBS Group) mengembangkan produk dan layanan distribusi berbasis aplikasi.
Melalui aplikasi bernama Krakatau Integrated Logistic Solution (KILOGS) tersebut diharapkan bisa menekan biaya logistik.
Direktur Operasional KJL Asep Siswanto menjelaskan, beberapa permasalahan dalam distribusi logistik seperti biaya yang tinggi, proses yang tidak transparan, sulit melacak posisi armada dan progress pengiriman barang serta kinerja vendor yang tidak terkontrol masih sangat sering dihadapi oleh perusahaan logistik.
Menurutnya aplikasi itu dinilai mampu memberikan jawaban atas kebutuhan layanan digitalisasi logistik dan persoalan tersebut.
Beberapa fitur yang disediakan KILOGS dalam membantu mengintegrasikan informasi pada
rantai distribusi logistik diantaranya adalah Transport Management System (TMS), Warehouse
Management System (WMS), Vendor Management System (VMS) dan Supply Chain Financing
(SCF).
“Kedepannya KBS Group melalui PT KJL akan meningkatkan fungsi KILOGS sebagai marketplace yang dapat dimanfaatkan oleh setiap industri dan para pelaku usaha jasa logistik untuk meningkatkan kinerja perusahaan,” ujar Asep pada Launching KILOGS di Hotel The Royale Krakatau, Kamis (1/9)
Digitalisasi logistik sangat diperlukan saat ini
guna mengantisipasi pengaruh globalisasi, ancaman dunia maya, permintaan pelanggan yang semakin tinggi, dan lain sebagainya.
Era revolusi industri 4.0, lanjut Asep, banyak perusahaan dunia mulai menerapkan digitalisasi dalam aktivitas logistik mereka. Konsep digitalisasi memungkinkan transparansi sepanjang waktu pemasok ke pelanggan atau dengan kata lain harus adanya transparansi di sepanjang rantai pasokan.
“Distribusi barang sangat memerlukan kepastian informasi yang cepat dan akurat. Dengan Digital
Logistik maka dapat mengintegrasikan layanan secara end to end, konektivitas antara pemilik
barang, pemilik armada dan penerima barang,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Operasi PT KBS Cahyo Antariksa menjelaskan, Indonesia masih menjadi negara dengan biaya logistik yang tinggi. Menurutnya melalui aplikasi ini biaya logistik bisa ditekan.
“Efisien jkarena beberapa proses yang tidak perlu dihilangkan, diganti secara digital,” ujarnya.
Cahyo melanjutkan, melalui aplikasi tersebut semua kegiatan logistik bisa terakses secara digital.
“Dari sisi konsumen bisa diketahui barangnya berada di mana, diangkut siapa karena secara GPS terkontrol. Kemudian pemilik barang pun bisa tahu sudah diangkut siapa ke mana dan kapan sampai tujuan, jadi transparan,” ujarnya. (bam/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
