DECEMBER 9, 2022
Proud

YRKP-Banten, Bekumpulnya Pecinta Raja Jalanan

post-img

MOTOR Yamaha RX King dikenal sebagai raja jalanan Indonesia di era 90-an. Performa motor bermesin dua tak ini memang sulit ditandingi pada masanya. Tidak heran, motor produksi pabrikan berlogo garpu tala ini digemari oleh banyak pecinta motor selama puluhan tahun.

Namun, saking entengnya bentotan gas motor RX King ini, para bandit kerap menggunakannya untuk melakukan kejahatan, seperti menjambret. Sehingga motor ini sering mendapat cap negatif dari masyarakat. 

Meski kerap dicap negatif, motor ini masih tetap memiliki penggemar setia. Ini dibuktikan dengan berdirinya klub-klub motor pecinta Yamaha RX King. 

Di Pandeglang, para pecinta motor dengan kubikasi mesin 132 cc ini meng­him­pun diri dalam Yamaha RX King Pandeglang (YRKP-Banten). Tercatat klub motor ini memiliki 180 orang anggota.

Ketua Pembina Club YRKP-Banten Wahyu menuturkan, alasan pencinta motor Yamaha RX King membentuk klub untuk menghilangkan stigma negatif. Meski, secara pribadi dirinya ikut berga­bung lantaran ingin merasakan kembali romansa masa remaja. “Bahwa Klub RX King selama ini banyak melakukan kegiatan bakti sosial di daerah masing-masing, apabila ada suatu daerah yang terkena bencana dan mindset positif lainnya,”kata Wahyu kepada Radar Banten, Kamis (1/9).

Sayang, motor yang diproduksi akhir tahun 80-an ini harus disuntik mati alias tidak diproduksi lagi. Yamaha terakhir memproduksi motor ini pada 2013. Se­hingga, motor RX King dapat dikategorikan motor antik. “Karena motor RX King boleh dikatakan motor antik,” katanya.

Lantaran tidak diproduksi lagi, harga motor ini melejit tinggi. Jika kondisi motor bagus, harga jualnya bisa setara mobil. “Paling mahal itu ada sampai Rp200 juta,” katanya.

Selain mahal, motor ini sulit mendapat­kannya. Karena sebagian besar pecinta RX King enggan menjual, terlebih bagi para kolektor. “Akan tetapi kita sebagai penghobi RX King selalu menjaga barang antik ini tetap dalam kondisi baik. Agar tidak sampai punah,” katanya.

Sejak YRKP-Banten pada 2013 lalu, jumlah anggotanya telah mencapai 180 orang. “Kalau untuk latar belakang anggota semuanya hasil seleksi dan benar-benar dipilih dan dipilah. Karena tidak semudah yang dibayangkan masuk klub RX King,” katanya.

Seleksi anggota ini dilakukan agar dapat mengubah mindset negatif menjadi postif di mata masyarakat. Syarat wajib masuk YRKP harus sudah berusia 18 tahun ke atas. Kemudian kendaraannya dilengkapi surat-surat kendaraan serta pajaknya harus hidup.

“Latar belakang anggota semua rata-rata para pekerja,” katanya. Untuk menjaga kekompakan dan persaudaraan, para pecinta motor RX King ini mengatur jadwal kopdar alias kopi darat setiap malam minggu. 

Selain temu kangen, kopdar juga diisi tukar informasi perawatan motor hingga diskusi tentang pembenahan YRKP-Banten.

“Resiko punya motor tua kita harus rajin servis dan merawat agar bisa tetap terjaga karena onderdil sangat jarang dan tidak semua bengkel menjual spare part RX King,” katanya.

Namun, semenjak pandemi Covid-19, diakui Wahyu anggota YRKP-Banten jarang berkumpul. 

“Rencana bulan Desember kita mau kumpul bareng. Giat Jamnas,” katanya.

Sebelum pandemi Covi-19, YRKP-Banten telah melakukan touring hampir semua wilayah Jabodetabek, Sumatera dan Jawa. “Pesan kami, bagi semua pengguna RX King harus saling menjaga nama baik tentang image RX King karena syukur, alhamdulillah sekarang klub-klub RX King sekarang sudah lebih fokus kepada kegiatan sosial,” katanya. (mg-01)