DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Memukuli Warga, Oknum Guru di Lebak Dikeroyok

post-img

DIKEROYOK: Tangkapan video saat SE dikepung dan dikeroyok oleh warga Malingping, Senin (2/1).

  

LEBAK - Bagai menolong anjing terjepit. Oknum guru madrasah di Kabupaten Lebak, SE (45), justru memukuli sejumlah warga yang menolongnya di Jalan Raya Pasar Malingping, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Senin (2/1). Massa pun kesal dan balik memukuli SE. 

Kasus tersebut direkam oleh warga dan viral. Dalam video berdurasi kurang dari 1 menit itu, massa mengerubuti SE. Sejumlah orang ada yang memukuli oknum guru madrasah di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak tersebut.

“Ada preman bawa pistol. Heh engges heh, masya Allah digebugan ya Allah. (Heh sudah heh, masya Allah dipukuli ya Allah-red),” kata warga yang merekam.

Kapolsek Malingping Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sugiar Ali Munandar membenarkan kejadian itu. Katanya, kejadian itu bermula saat SE mengendarai mobil bersama sopirnya. Mereka melaju dari arah Kecamatan Cijaku.

Di lokasi kejadian, terjadi kemacetan akibat pengerjaan perbaikan Jalan Raya Pasar Malingping.

“Awalnya SE ini disopiri, tapi dia minta gantian sama sopirnya. Nah, sampai di lokasi kan ada perbaikan jalan dan macet. SE ini enggak sabar dan menerobos, sehingga mobilnya selip di sisi jalan yang lagi diperbaiki,” kata Sugiar kepada Radar Banten.

Mobil yang dikendarai SE tidak bisa jalan. Warga dibantu pekerja proyek pengerjaan jalan menolong SE. Beramai-ramai menaikkan mobilnya ke badan jalan.

Namun, SE justru mengamuk. Dia memukuli warga dan pekerja yang menolongnya.

“Saat lagi diangkat mobilnya, SE malah turun dan mukulin warga. Setelah mukulin, dia nelepon kita (Polsek Malingping-red), kita pun langsung turun tangan dan berniat membawa SE ini. Tapi saat dibawa, SE malah ngegigit petugas (polisi-red),” terang Sugiar.

SE mencoba kabur sambil menantang warga. Perilaku SE memancing emosi warga. Massa mengepung dan memukuli SE.

“Untuk menghindari amukan massa, kita amankan SE ke Mapolsek Malingping,” kata Sugiar.

Soal dugaan SE membawa pistol, Sugiar memperkirakan, senjata api yang digunakan berjenis airsoft gun. “Kalau soal pistol itu kayaknya airsoft gun,” katanya.

Tidak lama setelah diamankan polisi, pihak keluarga SE datang ke Mapolsek Malingping. Pihak keluarga oknum guru madrasah tersebut menyebutkan bahwa SE mengalami gangguan jiwa dan kerap mengamuk dalam 10 hari terakhir ini.

Kendati demikian, Sugiar menyatakan, pihaknya tetap mengamankan SE dan akan membawanya ke rumah sakit untuk membuktikan bahwa oknum guru madrasah itu mengidap gangguan jiwa.

“Kita dari Polsek tidak bisa asal percaya bahwa SE ini gangguan jiwa, jika tidak ada bukti tertulis dari pihak rumah sakit. Dan sekarang saja sudah ada dua warga yang membuat laporan karena dipukuli oleh SE. Makanya sekarang kita lagi bawa ke rumah sakit untuk tes kejiwaan,” pungkas Sugiar. (mg-02/don)