IDENTIFIKASI: Polisi tengah mengevakuasi sekaligus mengidentifikasi jasad Herman di pinggir Sungai Ciujung, Selasa (31/1) lalu.
SERANG - Herman (32), warga Desa Sukarame, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciujung yang melintasi Kampung/Desa Jongjing, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Korban yang berprofesi buruh pabrik tisu itu diduga bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri di Sungai Ciujung.
“Awalnya jasad korban ditemukan pada Selasa (31/1) kemarin, namun tidak diketahui identitasnya. Berkat hasil penyelidikan personel Satreskrim Polres Serang, identitas korban akhirnya diketahui,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudha Satria, Kamis (2/2).
Yudha menjelaskan, setelah berhasil mengidentifikasi korban, anggota Satreskrim Polres Serang menemui keluarganya dan memberitahukan kabar duka tersebut. “Tim Resmob akhirnya berhasil menemukan rumah korban dan dibenarkan istrinya jika jasad tersebut adalah Herman, suaminya yang hilang komunikasi sejak hari Minggu, 29 Januari 2023,” kata Yudha
Berdasarkan keterangan istri korban, Yudha mengungkapkan, Herman berpamitan pada Sabtu (28/1) untuk pergi menemui orangtuanya di Desa Mandaya, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang.
“Sehari kemudian, istri korban ini mendatangi rumah mertuanya. Setelah bertemu dan berbincang, korban pergi dengan menggunakan motor Beat, kepada istrinya dengan alasan ingin menenangkan diri,” ungkap Yudha.
Beberapa saat kemudian, rekan korban datang untuk memberitahu pihak keluarga jika korban menitipkan sepeda motor berikut kunci kontaknya. Rekan korban juga menyampaikan pesan korban kepada keluarganya agar menyelesaikan utang-utangnya kepada beberapa rekan kerja korban.
“Jadi menurut rekan korban, setelah menitipkan motor dan masalah utang, korban langsung pergi hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia di Sungai Ciujung,” kata Yudha.
Yudha menegaskan, dari hasil pemeriksaan luar, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ia mengatakan, untuk mengetahui penyebab kematian harus dilakukan autopsy. Namun, pihak keluarga menolak. “Dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” tutur alumnus Akpol 2002 tersebut. (fam/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
