DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Terjun ke Sungai Ciujung, Buruh Pabrik Asal Cikeusal Tewas

post-img

IDENTIFIKASI: Polisi tengah mengevakuasi sekaligus mengidentifikasi jasad Herman di pinggir Sungai Ciujung, Selasa (31/1) lalu.


SERANG - Herman (32), warga Desa Suka­rame, Kecamatan Cikeusal, Ka­bu­paten Se­rang, ditemukan tewas di aliran Sungai Ciujung yang melintasi Kampung/Desa Jong­jing, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Se­rang. Korban yang berprofesi buruh pab­rik tisu itu diduga bunuh diri dengan ca­ra meneng­gelam­kan diri di Sungai Ciujung. 

“Awalnya jasad korban ditemukan pa­da Se­lasa (31/1) kemarin, namun ti­dak dike­tahui identitasnya. Berkat hasil penye­li­dikan personel Satreskrim Polres Serang, identitas korban akhirnya diketahui,” kata Kapolres Serang Ajun Komisaris Be­sar Polisi (AKBP) Yudha Satria, Kamis (2/2).

Yudha menjelaskan, setelah berhasil meng­identifikasi korban, anggota Sat­reskrim Polres Serang menemui ke­luar­ga­­nya dan memberitahukan kabar duka ter­sebut. “Tim Resmob akhirnya berhasil mene­mu­­kan rumah korban dan dibenarkan istri­nya jika jasad tersebut adalah Herman, suami­nya yang hilang komuni­kasi sejak hari Ming­gu, 29 Januari 2023,” kata Yudha 

Berdasarkan keterangan istri korban, Yudha mengungkapkan, Herman berpa­mitan pada Sabtu (28/1) untuk pergi me­nemui orangtuanya di Desa Mandaya, Ke­camatan Carenang, Kabupaten Serang. 

“Sehari kemudian, istri korban ini men­datangi rumah mertuanya. Setelah bertemu dan berbincang, korban pergi dengan menggunakan motor Beat, ke­pada istrinya dengan alasan ingin me­nenangkan diri,” ungkap Yudha. 

Beberapa saat kemudian, rekan korban datang untuk memberitahu pihak kel­uarga jika korban menitipkan sepeda motor berikut kunci kontaknya. Rekan korban juga menyampaikan pesan kor­ban kepada keluarganya agar me­nyelesaikan utang-utangnya kepada be­berapa rekan kerja korban.

“Jadi menurut rekan korban, setelah me­nitipkan motor dan masalah utang, korban langsung pergi hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia di Sungai Ciujung,” kata Yudha. 

Yudha menegaskan, dari hasil pemerik­saan luar, petugas tidak menemukan tan­da-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ia mengatakan, untuk menge­tahui penyebab kematian harus dilaku­kan autopsy. Namun, pihak keluarga me­­nolak. “Dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh kor­ban,” tutur alumnus Akpol 2002 tersebut. (fam/don)