DECEMBER 9, 2022
Utama

Anak Sekolah Pakai Rakit

post-img

GUNAKAN RAKIT: Anak-anak pulang dari sekolah menyeberangi Sungai Ciberang dengan menggunakan rakit, Selasa (2/8). (Yusuf Permana/Radar Banten)

Jembatan Gantung di Cipanas Rusak

LEBAK-Anak sekolah dan masyarakat di Kampung Cuping, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, terpaksa menyeberangi Sungai Ci­berang dengan menggunakan rakit. Ini disebabkan jembatan gantung yang meng­hubungkan Kampung Cuping dengan Kampung Nagerang tidak bisa dilalui oleh masyarakat lantaran rusak.

Iroh, salah seorang anak di Kam­pung Cuping mengatakan, kondisi jem­batan gantung tidak mungkin di­gu­nakan lagi. Kawat sling putus dan mem­buat badan jembatan miring sehingga dikhawatirkan membahayakan. Masyarakat kemudian berinisiatif membuat rakit untuk menyeberangi Sungai Ciberang. Bahkan, anak-anak sekolah pun terpaksa menggunakan rakit ketika berangkat dan pulang sekolah ke SD Negeri 2 Haur Gajrug di Kampung Nagerang.

“Sekolah kita ada di seberang sungai. Karena jembatannya rusak, kita terpaksa harus naik rakit ketika berangkat dan pulang sekolah,” kata Iroh kepada Radar Banten, Selasa (2/8). 

Iroh mengaku, was-was ketika be­rang­kat dan pulang dari sekolah. Untuk itu, dirinya meminta orangtua atau warga di pinggir sungai untuk mendam­pinginya ketika akan naik dan ketika berada di atas rakit. “Takut Pak, airnya juga dalam. Tapi mau gimana lagi, kalau lewat jalan lain muter jauh,” ujarnya.

Kepala Desa Haur Gajrung Hasan Ferry membenarkan, jembatan peng­hubung dua kampung rusak akibat tali sling jembatan putus pada Kamis (28/7). Saat kejadian, terdapat seorang warga yang sedang melintasi jembatan dan jatuh ke sungai.

“Saat kejadian ada warga yang jatuh. Korban merupakan warga Kampung Nangerang yang hendak ke Kampung Cuping. Tapi, alhamdulillah selamat, hanya mengalami luka pada bagian kepalanya saja,” jelasnya.

Ferry mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak untuk melakukan perbaikan jem­batan yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 3 meter.

“Jembatan ini sebelumnya sudah diper­baiki 2 tahun yang lalu. Tapi kalau usianya itu sudah capai puluhan tahun dan seka­rang kita sudah ajukan kepada Pemkab Lebak untuk diperbaiki agar mobilitas warga kembali normal,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi jembatan rusak dan menyediakan perahu karet untuk membantu mobilitas anak-anak sekolah dan masyarakat.

“Ya, kita sediakan perahu karet untuk bantu warga, karena kalau hanya pakai rakit kan rawan. Apalagi ada peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG hingga 3 hari ke depan,” ujar Febby.

Untuk itu, Kepala BPBD mengimbau kepada warga untuk berhati-hati saat menyeberangi Sungai Ciberang. “Kita harap warga untuk memantau kondisi cuaca terlebih dahulu sebelum menye­berangi sungai. Kalau hujan jangan dulu, karena kita tau sendiri kedalaman airnya sendiri mencapai 10 meter lebih,” tukasnya. (mg-02/tur/nda)