DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Cemburu Kok Sama Ibu Mertua

post-img

Goni (34) nama samaran tak habis pikir dengan sikap istri­nya, sebut saja Sari (34) yang sering cem­buru kepada ibu mertua hanya karena Goni lebih sering membela ibu­nya. Karena kesal, Sari malah Men­dua dengan menjalin hubungan ter­larang dengan lelaki lain di kam­pung­nya. Astaga.

Ditemui Radar Banten di depan toko waralaba di Kecamatan Mancak, Minggu (31/7), Goni terlihat duduk melamun sambil memainkan ponsel. Namun saat diajak ngobrol, Ia pun bercerita banyak tentang masa lalunya.

Rumah tangga yang sudah dibangun de­lapan tahun lamanya hancur beran­­takan. Perselingkuhan yang terjadi enam tahun lalu itu membuat Goni sadar kalau Sari bukanlah wanita yang tepat untuk menjadi pendampingnya di masa tua.

Diceritakan Goni, awal mengenal Sari bermula saat acara reunian teman seangkatan semasa SMA di sekolah. Waktu itu Sari ialah kekasih salah satu temannya. Meski tahu kalau Sari sudah ada yang punya, tapi Goni tak bisa mem­bohongi diri kalau ia tertarik dengan Sari.

Tapi, karena Sari pacaran dengan te­­mannya sendiri, Goni tak berani macam-macam. Sampai akhirnya hu­bungan Sari dan temannya itu ber­akhir, barulah Goni tancap gas men­dekat. Mulai dari mengirim pesan sing­kat penuh perhatian, sampai rela mengirim pulza. Namun pengorbanaan­nya tak sia-sia. Sebulan kemudian Sari tak menolak saat diajak makan bakso berdua. Waktu itu juga Goni me­nyatakan cinta dan diterima. “ Wah pokoknya saya bahagia banget, enggak pe­duli dia bekas pacar teman atau bukan, yang penting jadian,” katanya.

Tapi sayangnya hubungan mereka tak direstui orangtua Goni, terlebih ibunya karena pernah berkonflik de­ngan keluarga Sari karena masalah jual beli tanah. Tapi Goni dan Sari tak mau menyerah, mereka tetap pa­caran dan sepakat menuju hu­bungan serius. Apalagi Goni yang su­dah bekerja di Pabrik. Merasa pu­nya penghasilan cukup, ia pun melamar Sari. “Waktu la­maran juga saya dateng ke rumah dia sama bapak doang, yang lainnya enggak mau nganter,” akunya.

Goni dan ayahnya disambut baik ke­luarga Sari. Mereka semua sudah me­lupakan masa lalu yang pernah ber­konflik. Sampai akhirnya per­ni­kahan pun berlangsung tiga bulan ke­mudian. Sari dan Goni resmi men­jadi sepasang suami istri.

Memgawali rumah tangga, Goni me­n­gajak Sari tinggal di rumahnya ber­sama keluarga. Tapi ternyata, per­lakuan ibu Goni terhadap Sari tak seperti yang diharapkannya. Ber­sikap cuek dan jutek, ibunya mem­buat Sari emosi. Baru seminggu tinggal bersama, Sari memaksa pulang ke rumah keluarganya.

Sejak itu Goni pun sering bulak-balik pu­lang ke rumah menemui ibu­nya dan ke rumah mertua me­ne­mui istri. Setahun kemudian me­reka dikaruniai anak. Meski begitu, hu­bungan Sari dan ibu mertua tak ber­u­bah. “Saya di­bikin pusing tujuh ke­liling. Setiap pulang kerja pasti ibu sama istri minta sayang pulang ke rumah mereka,” keluhnya.

Lima tahun kemudian Goni mem­ba­ngun rumah setelah punya anak dua. Bukannya bahagia, tapi malah men­derita karena sikap Sari yang mulai ber­ubah. Kalau waktu awal me­nikah ia masih bisa menjaga amarah saat ibu mertua cuek, waktu itu Sari mulai berani marah-marah dan melawan. Karena itu tak jarang keribut­an sering ter­jadi. Goni pun le­bih mem­bela ibunya dan mem­buat Sari semakin murka.

Sejak itu sikap Sari juga mu­lai berjarak dengan Goni. Na­mun Goni mencoba ber­si­kap sewajarnya dan meng­anggap hubungan mereka baik-baik saja. Terlebih saat ibu­nya sering sakit-sakitan, per­hatian Goni lebih banyak ter­salurkan untuk ibu di­ban­ding­­kan kepada Sari.

Tapi, ternyata Sari menjalin hu­bungan dengan lelaki lain di kampungnya. Waktu itu Goni tak mengetahuinya. Sam­pai suatu hari Sari me­minta cerai, Goni marah dan menanyakan alasan. Saat itulah Sari mengaku kalau ia sudah punya calon suami baru yang siap menikahi. “Emo­si banget saya. Ya sudah daripada dipertahanin, men­ding pisah,” katanya.

Tiga bulan setelah per­ce­raian Sari pun menikah lagi. Sedang­kan Goni sampai se­karang masih sendiri dan fo­­kus pada usaha gorengan­nya. “Walau­pun duda, se­ka­rang hidup saya lebih bahagia dan tenang,” katanya.

Ya ampun, sabar ya Kang Goni. Semoga mendapat istri baru supaya hidupnya jadi lebih bahagia. Amin. (drp)