DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Investasi Dalam Negeri Menguat

post-img

SERANG - Realisasi investasi di Kabu­paten Serang pada triwulan kedua ini mengalami perubahan dari sebelumnya. Penanaman modal dalam negeri (PMDN) lebih dominan ketimbang penanaman modal asing (PMA).

Kepala Bidang Penanaman Modal pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang Dudy Surya Putra mengatakan, realisasi investasi hingga triwulan kedua ini mencapai Rp3,92 trilun dari target Rp5,6 triliun. "Kalau dipersentasikan sekitar 70 persen capaiannya dari target," kata Dudy kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Selasa (2/8).

Ia mengatakan, realisasi investasi pada triwulan pertama sebesar Rp3,1 triliun. Terdiri atas PMA Rp2,638 triliun dan PMDN Rp472,4 miliar. Jumlah proyek yang ada sebanyak 339 proyek.

Kemudian, pada triwulan kedua realisasi investasi di Kabupaten Serang Rp809,4 miliar. Pada triwulan kedua ini realisasi PMDN menguat sebesar Rp515 miliar melebihi PMA yang hanya Rp294,3 miliar.

Penilai Kelayakan Muda Penanaman Modal pada DPMPTSP Kabupaten Serang Nuzul Fatwa mengatakan, capaian investasi tahun ini pada triwulan yang sama lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diperkirakan lantaran tahun lalu masih terdampak pandemi Covid-19. "Tentu tahun ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu," ujarnya.

Nuzul menjelaskan, PMA biasanya memang lebih banyak masuk pada triwulan pertama. Sementara di pertengahan tahun atau triwulan kedua minim. “Triwulan kedua ini PMDN memang mu­lai menguat, ini menunjukkan pereko­nomian di dalam negeri mulai pulih,” ucapnya.

Dikatakan Nuzul, PMA yang masuk di Kabupaten Serang paling banyak berasal dari Singapura. Negara Singa itu mendo­minasi mencapai 70 persen. Negara lainnya yang investasi di Kabupaten Serang ialah China, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong. 

Investasi yang masuk ke Kabupaten Serang paling banyak di wilayah Serang Timur, seperti Kecamatan Cikande, Kibin, dan Kecamatan Kragilan. Sementara untuk wilayah Serang Barat, seperti Bojonegara dan Puloampel. "Jenis inves­tasi­nya sendiri beragam mulai dari induutri maka­nan, logam, manufaktur, dan lainnya," ujarnya.

Nuzul berharap investasi di triwulan berikutnya terus mengalami peningkatan sehingga bisa lebih banyak menyerap tenaga kerja. "Melihat capaian realisasi di triwulan kedua ini, saya sih optimistis ke depannya bakal terus meningkat," ucapnya. (drp/jek)