DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Perolehan Zakat Masih Didominasi dari ASN

post-img

SERANG - Perolehan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabu­paten Serang masih didominasi dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Persentasinya mencapai 90 persen.

Hal itu disampaikan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat menghadiri penyaluran zakat kepada anak yatim, guru madrasah dan guru ngaji di Lapangan Tenis Indoor, Pemkab Serang, Selasa (2/8).

Tatu mengatakan, dari perolehan zakat yang mencapai Rp13 miliar, 90 persennya berasal dari ASN. "Mayoritas didominasi dari ASN melalui zakat infak, dan sedekah," kata Tatu.

Padahal, potensi perolehan zakat di Kabupaten Serang masih banyak dari yang lainnya. Salah satunya, dari pegawai industri yang jumlahnya cukup banyak.

Kata Tatu, perolehan zakat dari kala­ngan industri memang belum ada yang masuk.

 "Ini potensinya sangat be­sar, kalau setiap karyawan diminta infak Rp5.000 saja, dikali ratusan ribu orang, jumlahnya cukup besar," ujarnya.

Soal zakat dari kalangan industri ini memang sudah lama menjadi target Baznas. Karena itu Tatu mengaku akan kembali mencari strategi supaya dapat masuk ke wilayah industri.

Dikatakan Tatu, zakat yang disalurkan kepada Baznas bukan untuk kepenti­ngan pemerintah, tetapi untuk dikembalikan kepada masyarakat yang berhak.

 "Penyalurannya sudah jelas, untuk anak yatim, guru madrasah, guru ngaji, dan yang lainnya yang berhak," ujarnya.

Ketua Baznas Kabupaten Serang Badrudin mengatakan, pihaknya me­nyalurkan zakat sebesar Rp1.213.600.000 kepada tiga golongan penerima. Yakni, untuk 1.000 anak yatim Rp100 juta, 1.392 guru madrasah Rp556,8 juta dan 1.392 guru ngaji Rp556,8 juta.

Terkait zakat dari industri, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya. Namun hingga kini realisasinya belum signifikan. "Yang sudah baru zakat saja," katanya.

Dikatakan Badrudin, sesuai dengan aturan, pihaknya tidak bisa mengambil zakat dari perusahaan yang kewena­ngannya di bawah Pemprov Banten. Karena itu pihaknya berinisiasi masuk melalui serikat pekerjanya.

 "Kita sudah ada lima UPZ di serikat pekerja, tapi realisasinya belum maksimal, karena kesadarannya yang masih minim," pungkasnya. (jek)