LEBAK-Pimpinan DPRD Lebak mengaku prihatin dengan adanya kasus pembuangan bayi di selokan di Jalan Cimarga-Leuwidamar. Bayi tidak berdosa tersebut diduga hasil pergaulan bebas, sehingga orangtuanya membuangnya di pinggir jalan raya.
Ketua DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar menyatakan, pembinaan mental dan spiritual harus dilakukan kepada generasi muda. Tujuannya untuk membekali anak-anak muda agar tidak melakukan pergaulan bebas. Jika prilaku tersebut tidak terkontrol, maka ke depan Agil yakin akan banyak kasus pembuangan bayi di Lebak.
“Saya prihatin dengan kasus pembuangan bayi di Cimarga. Dugaan saya, ada dua penyebab yang mendorong orangtua bayi ini membuang buah hatinya. Pertama bayi tersebut hasil hubungan gelap dan kedua akibat faktor ekonomi,” kata Agil kepada Radar Banten, kemarin.
Namun, Agil menyerahkan kasus pembuangan bayi tersebut kepada pihak kepolisian. Karena yang memiliki kewenangan melakukan penyelidikan adalah polisi.
“Apapun alasannya, membuang bayi ke selokan merupakan tindakan biadab. Ini tidak dibenarkan, karenanya saya minta pelaku pembuangan bayi ditelusuri,” tegas politisi Partai Gerindra ini.
Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Lebak saat ini tengah mencari orangtua kandung dari bayi mungil yang ditemukan di Cimarga. Pencarian tersebut untuk memastikan status dari bayi, apakah dia merupakan anak terlantar atau bukan.
“Ya, saat ini kita lagi cari orangtua dari bayi ini. Untuk sementara bayi sudah kami tangani dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Rangkasbitung,” kata Kepala Dinsos Lebak Eka Darmana Putra.
Eka mengungkap, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos Lebak langsung turun untuk melakukan pengecekan, assesmen, dan koordinasi dengan Dinkes dan kepolisian. Hingga saat ini sudah ada puluhan pasangan suami istri menyampaikan minat untuk mengadopsi bayi berjenis kelamin laki-laki itu.
“Memang kita belum mendapatkan pengajuan resmi. Namun sudah ada 25 pasutri yang datang ke kantor Dinsos untuk menanyakan bayi itu. Kita sampaikan ada beberapa persyararat jika ingin mendapatkan hak asuh bayi ini,” ujarnya.
Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi pada Dinsos Lebak Tanti mengatakan, bayi laki-laki yang ditemukan di Cimarga saat ini berada di RSUD Adjidarmo. Bayi itu tengah menjalani perawatan karena kondisinya kurang sehat dengan berat badan di bawah rata-rata.
“Bayi ini masih harus mendapatkan perawatan, karena berat badannya sendiri hanya 2,28 kilogram. Itu di bawah standar, makanya sekarang lagi dirawat di dalam inkubator,” jelas Tanti. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
