DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Dewan Soroti Kasus Pembuangan Bayi

post-img

LEBAK-Pimpinan DPRD Lebak meng­­aku prihatin dengan adanya kasus pem­buangan bayi di selokan di Jalan Ci­marga-Leuwidamar. Bayi tidak ber­dosa tersebut diduga hasil per­gaulan bebas, sehingga orangtuanya mem­buang­nya di pinggir jalan raya.

Ketua DPRD Lebak Muhamad Agil Zulfikar menyatakan, pembinaan mental dan spiritual harus dilakukan kepada generasi muda. Tujuannya untuk membekali anak-anak muda agar tidak melakukan pergaulan bebas. Jika prilaku tersebut tidak terkontrol, maka ke depan Agil yakin akan banyak kasus pembuangan bayi di Lebak.

“Saya prihatin dengan kasus pembua­ngan bayi di Cimarga. Dugaan saya, ada dua penyebab yang mendorong orangtua bayi ini membuang buah hatinya. Pertama bayi tersebut hasil hubungan gelap dan kedua akibat faktor ekonomi,” kata Agil kepada Radar Banten, kemarin.

Namun, Agil menyerahkan kasus pem­­buangan bayi tersebut kepada pi­hak kepolisian. Karena yang memiliki kewenangan melakukan penyelidikan adalah polisi.

“Apapun alasannya, membuang bayi ke selokan merupakan tindakan biadab. Ini tidak dibenarkan, karenanya saya min­ta pelaku pembuangan bayi dite­lusuri,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Dinas Sosial (Dinsos) Lebak saat ini tengah mencari orangtua kan­dung dari bayi mungil yang dite­mu­kan di Cimarga. Pencarian tersebut untuk memastikan status dari bayi, apakah dia merupakan anak terlantar atau bukan.

“Ya, saat ini kita lagi cari orangtua dari bayi ini. Untuk sementara bayi su­dah kami tangani dan mendapatkan pera­watan di Rumah Sakit Umum Dae­rah (RSUD) Adjidarmo Rangkas­bitung,” kata Kepala Dinsos Lebak Eka Darmana Putra.

Eka mengungkap, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos Lebak langsung turun un­tuk melakukan pengecekan, asses­men, dan koordinasi dengan Dinkes dan kepolisian. Hingga saat ini sudah ada puluhan pasangan suami istri me­­nyampaikan minat untuk mengadop­si bayi berjenis kelamin laki-laki itu.

“Memang kita belum mendapatkan pengajuan resmi. Namun sudah ada 25 pasutri yang datang ke kantor Dinsos untuk menanyakan bayi itu. Kita sam­paikan ada beberapa persyararat jika ingin mendapatkan hak asuh bayi ini,” ujarnya.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi pada Dinsos Lebak Tanti mengatakan, bayi laki-laki yang ditemukan di Cimarga saat ini berada di RSUD Adjidarmo. Bayi itu tengah menjalani perawatan karena kondisinya kurang sehat dengan berat badan di bawah rata-rata.

“Bayi ini masih harus mendapatkan perawatan, karena berat badannya sendiri hanya 2,28 kilogram. Itu di bawah standar, makanya sekarang lagi dirawat di dalam inkubator,” jelas Tanti. (mg-02/tur)