DECEMBER 9, 2022
Proud

IMALA Lahirkan Intelektual Muda yang Kritis dan Progresif

post-img

Ikatan Mahasiswa Lebak (Imala) kini telah berusia lebih dari 23 tahun. Organisasi primordial yang dideklarasikan pada 2 Mei 1999 ini telah banyak melahirkan aktivis dan intelektual muda yang kritis dan progresif. Bahkan, alumni IMALA tersebar di berbagai profesi. Mereka sukses sebagai politisi, birokrat, pengusaha, akademisi, dan advokat.

Sebagai organisasi kemahasiswaan di Kabupaten Lebak, IMALA memiliki visi yang cukup mulia, yakni terciptanya mahasiswa Lebak menjadi cendekiawan yang kritis, analitis, dan transenden serta turut bertanggungjawab dalam mencerdaskan masyarakat Lebak yang bermartabat.

Seperti organisasi kemahasiswaan lainnya, setiap mahasiswa yang akan bergabung ke IMALA harus mengikuti Latihan Manajemen Organisasi atau yang dikenal dengan istilah LMO. Ini menjadi pintu gerbang mahasiswa yang akan bergabung dalam organisasi tersebut.

Mantan Sekretaris Umum (Sekum) Imala Nurandi menyatakan, IMALA memiliki komitmen dalam mendukung percepatan pembangunan di Bumi Multatuli. Untuk itu, dalam Kongres XI IMALA di Bina Insan Mandiri (BIM) Cimesir, para aktivis IMALA konsisiten mengawal program pembangunan di Kabupaten Lebak agar berpihak kepada masyarakat.

Jika pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah tidak pro rakyat, maka IMALA akan berada di barisan paling depan untuk mengkritisi kebijakan tersebut. Hal itu sudah dilakukan IMALA sebagai agen perubahan dan agen sosial kontrol terhadap pemerintah.

“Jadi, kita ambil tema dalam Kongres XI Mempertegas Identitas, Menaklukan Realitas. Identitas kami jelas sebagai organisasi mahasiswa yang independen, kritis, dan progresif. Karena itu, kami akan terus memberikan kritikan yang konstruktif bagi Bupati dan Wakil Bupati di Lebak,” kata Nurandi kepada Radar Banten, kemarin.

Dijelaskan Nurandi, Imala memiliki beberapa cabang di Indonesia, diantaranya di Jakarta, Serang, Rangkasbitung, dan daerah lainnya. Pusat dari organisasi ini berada di ibukota Kabupaten Lebak, yakni di Rangkasbitung. Untuk meningkatkan kualitas intelektual anggota dan pengurus, IMALA rutin menggelar kajian dan diskusi tentang berbagai persoalan yang ada di Lebak dan Indonesia.

Tujuannya untuk mengasah daya kritis dan meningkatkan pengetahuan serta pemahaman aktivis IMALA dalam berbagai persoalan.

“Diskusi terus kami budayakan agar aktivis mahasiswa memiliki kecakapan dalam melihat berbagai realitas yang ada di masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, IMALA juga komitmen dalam mengawal dan mengadvokasi masyarakat yang menjadi korban penguasa dan pemodal. Diantaranya, penggusuran lahan di Cimarga yang dilakukan pengusaha. Aktivis IMALA turun langsung untuk advokasi. Bahkan, Ketua Umum IMALA terpilih periode 2022-2024 Aswari berada di barisan depan dalam memperjuangkan hak masyarakat yang tertindas.

“Pada Kongres XI di BIM Cimesir, Aswari terpilih menjadi Ketua Umum IMALA. Kami berharap, Aswari dapat terus menjalankan roda organisasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Lebak yang tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum IMALA terpilih Aswari menyatakan, IMALA merupakan organisasi perkaderan dan pergerakan. Setiap tahun, IMALA rutin menggelar LMO untuk merekrut mahasiswa baru menjadi anggota organisasi. Tidak hanya itu, perkaderan juga dilakukan dengan melakukan berbagai kegiatan sosial, diskusi, dan advokasi ke masyarakat.

“Dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul di daerah dan nasional. Kita pun tidak segan untuk turun ke jalan. Kita suarakan aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat,” tegasnya.

Karena itu, dia berharap di bawah komandonya, IMALA akan terus mewarnai dinamika gerakan mahasiswa di Kabupaten Lebak. Karena itu, Aswari meminta dukungan dan support dari semua anggota dan pengurus IMALA. Tanpa dukungan dari pengurus, dirinya tidak akan mungkin bisa membesarkan organisasi dan melahirkan mahasiswa atau intelektual muda yang kritis, progresif, dan transenden.

“Ini amanah yang besar bagi saya. Saya harap bisa sukses memimpin IMALA dan melahirkan banyak calon pemimpin yang berkualitas di daerah maupun di tingkat nasional,” tukasnya.(tur)