Berdiri sejak 1996, Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung hingga kini terus menunjukan eksitensi mereka di dunia musik jalanan. Bahkan mereka bersama para penyanyi dan seniman kerap manggung dan menghibur warga Kabupaten Lebak.
Mereka juga sering terlibat secara langsung pada event-event yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak seperti Seba Baduy, Hari Nasional UMKM dan banyak event lainnya. Mereka seperti penyatu dan wadah bagi para pengamen, seniman, juga anak-anak jalanan.
Ketua KPJ Rangkasbitung Achmad Lugas Kusnadi mengatakan, KPJ selama 26 tahun terakhir telah berkomitmen untuk terus berkreasi dan menggayomi para anak dan seniman jalanan di Kabupaten Lebak.
"KPJ ini sudah berumur 26 tahun, prinsip kita itu terus mengalir. Selalu bergerak walaupun tanpa dukungan siapapun. Kita gak ada target apapun, namun yang pasti kita akan terus mendukung para seniman jalanan agar mereka dapat terus berkarir dan menyalurkan bakat mereka," kata Ugas kepada Radar Banten, Jumat (2/9).
Kata Ugas, selain manggung, KPJ juga kerap membuat suatu lagu untuk menghibur dan kadang mengkritik kebijakan pemerintah.
Seperti halnya kemarin, tentang krisis minyak goreng yang sempat menghebohkan seluruh elemen masyarakat di Indonesia. Ugas, menuliskan keluh kesah dirinya dan masyarakat lainnya mengenai krisis minyak goreng itu menjadi suatu lagu yang berjudul ‘Minyak Goreng Hilang Ditelan Bumi’.
Dalam lagu baru ciptaannya, Ugas bertanya-tanya kenapa minyak goreng mahal dan langka, padahal Indonesia penghasil sawit terbesar di dunia.
"Pada krisis itu kita rasakan, kita lihat secara langsung kisruh yang ditimbulkan di tengah Pandemi Covid-19. Krisis itu seakan-akan semakin membuat masyarakat susah, makanya kita buatkan lagu yang menyuarakan suara rakyat yang tidak menggoreng makanan. Dengan harapan, pemerintah bisa dengan serius menangani krisis itu," kata Ugas.
Usut punya usut, ternyata lagu minyak goreng itu bukan pertama kali dibuat Ugas untuk menyentil kebijakan pemerintah. Namun, Ugas dan rekan-rekannya sudah sering membuat lagu tentang hal tersebut. Bahkan, dirinya pernah membuat suatu lagu tentang Bahaya Narkoba yang pernah menyabet penghargaan sebagai juara harapan tingkat nasional pada tahun 1999 lalu.
KPJ Rangkasbitung saat ini mulai berfokus dalam pemberdayaan ekonomi. Dirinya membuka jasa pembuatan laju, rental band dan hasil seni rupa seperti lukisan dan lain-lainnya.
"Kita itu sebetulnya sudah seperti cowo panggilan, dimana ada yang memanggil kita, disana kita manggung, disana kita melukis, disana kita membuat lagu. Dulu kita juga buat lagu sosialisasi orderan Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karawang, dan membuat lagu untuk Jokowi melalui DPC Mulyadi Jayabaya (JB)," kata Ugas.
Fokus pada pemulihan ekonomi dirinya lakukan, agar KPJ Rangkasbitung memiliki tiang agar dapat terus berdiri dan menopang para anak dan seniman jalanan. Karena menurutnya, agar bisa terus 'mengasuh' para anak jalanan, pihaknya juga tentunya membutuhkan anggaran dana untuk mendukung mereka.
"Kita itu orang-orang yang belet (kurang pintar,-red) dalam menyusun proposal, makanya kita berniaga. Kita jualan lagu, kita jualan lukisan, kita jualan karya-karya kita. Kita ga mau minta-minta, adapun bantuan-bantuan atau program itu kita sebut rezeki," ujar Ugas.
Ugas menungkapkan, KPJ memiliki rahasia sehingga bisa bertahan hingga 26 tahun. Yakni pengajian bersama anak yatim yang rutin digelar setiap satu minggu sekali. JIka ada rezeki, mereka juga turut menyantuni para anak yatim piatu itu.
"Pengajian malam Jum'at kita terus lakukan, dan ternyata itu sudah menjadi penyebab kita bertahan selama 26 tahun ini. Walaupun dalam pengajian itu 30% agama, sisanya silaturahmi. Disana kita kita silaturahmi, kita berdiskusi disana. Gimana ga berkahnya coba, pengajian dilakukan dengan membaca do'a - do'a dan yasisnan, dan baru setelah itu kita berdiskusi sampe subuh. Dan Alhamdulillahnya, kita juga selalu ada rezeki entah dari mana untuk menyantuni anak yatim," kata Ugas.
Dalam pengajian itu, kata Ugas, hampir semua kyai ternama di Lebak sudah datang dan memberikan tausiyah kepada para anak jalanan. Selain itu, pada pengajian itu, dirinya dan kawan-kawan KPJ lainnya turut mengajari para anak-anak yatim itu mengenai seni, seperti musik dan lukisan.
"Nah di sini kita sempatkan untuk mengajari para anak yatim itu tentang seni, kita ajari mereka cara menggambar dan lain-lainnya. Kita juga dorong mereka untuk membaca buku-buku yang sudah kita siapkan di taman baca," kata Ugas.
Katanya, Ia juga selalu menekankan kepada para seniman dan anak jalanan untuk membuat kehidupan yang lebih layak melalui karya-karya mereka seperti berniaga dengan menjual hasil karya lukisan maupun membuat lagu dan lain-lainnya. Karena menurutnya, berniaga merupakan suatu profesi yang bermartabat dan sudah dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
"Di KPJ, kita larang tuh yang namanya alkohol dan aksi kejahatan. Para anak jalanan yang biasa ga jauh dari minum alkohol dan aksi kejahatan kita minta untuk stop hal itu ketika bergabung dalam KPJ. Kita minta mereka untuk meninggalkan itu ketika bergabung dalam KPJ, karena kita tahu sendiri bahwa alkohol itu memberikan pengaruh yang tidak baik bagi kita. Dibandingkan minum-minuman, kita minta anggota untuk berdiskusi dan berkarya. Kita meminta mereka untuk berniaga sesuai dengan sunnah Rasulullah," pungkasnya. (Mg-02/jek)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
