DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Petani Diminta Waspadai Hama dan Berang-berang

post-img

PANEN: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menunjukkan padi hasil panen di Desa Buaran Bambu, Pakuhaji, Jumat (2/9). (Mulyadi/Radar Banten)

Tantangan Sawah Demplot di Kabupaten Tangerang

PAKUHAJI - Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar mengimbau agar petani yang menggunakan metode tanam melalui sistem demonstrasi plot (Demplot) supaya berhati-hati terhadap hama dan berang-be­rang. Hal tersebut dikatakan saat meng­hadiri kegiatan panen raya di Desa Buaran Bambu, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat (2/9)

Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar mengatakan, pertanian dengan sistem Dem­plot ini merupakan penggabungan antara padi dengan tambak ikan, dan ini merupakan suatu terobosan inovasi yang mudah-mudahan nanti bisa diikuti oleh daerah lain di Kabupaten Tangerang. 

”Salah satu yang harus diperhatikan dari inovasi ini adalah kesediaan airnya ha­rus di atas rata-rata sawah biasa, tapi de­ngan ketersediaan air yang lebih, bisa mem­percepat umur padi untuk panen. Ini bisa dilihat kurang lebih sekitar tiga bu­lan dari mulai penanaman, begitu ju­ga dengan ikannya,” ujar Zaki.

Zaki menambahkan, ada beberapa tan­tangan dalam program inovasi Demplot ini, seperti hama dan berang-berang.

”Nanti akan kita carikan solusinya, paling tidak salah satu inovasi ketahanan pangan pro­gram Tangerang Mapan bisa berjalan di Kecamatan Pakuhaji,” katanya.

Zaki juga mengucapkan terima kasih ke­pada para penyuluh pertanian dan para petani.

”Terima kasih kepada penyuluh, dan ju­ga bapak ibu para petani, karena di ta­­ngan bapak ibu ini ketahanan pangan bisa berjalan baik,” tukas Zaki.

Senada, Camat Pakuhaji Asmawi menam­bahkan, metode pertanian dengan sistem demonstrasi plot (Demplot) ini digalakkan di wilayahnya, karena lahan di Pakuhaji semakin terbatas, dan hanya tersisa kurang lebih sekitar 200 hektar untuk ketahanan pangan.

”Meski pun wilayah Pakuhaji merupakan zona industri dan perumahan, tetapi un­tuk ketahanan pangan mesti kita se­diakan,”ucapnya.

Menurutnya, ini bukan hanya kuantitas dari luasnya lahan. Tetapi kualitas yang dimunculkan, salah satunya dengan mengubah bentuk pola pertaniannya dengan menggunakan sistem inovasi Demplot.

”Ini juga merupakan pilot project, bukan hanya di Pakuhaji, tetapi mungkin di Kabupaten Tangerang,” pungkas Asmawi.

(mul/asp)