DECEMBER 9, 2022
Utama

Ribuan Orang Padati Konser Rhoma Irama

post-img

HIBUR: Raja Dangdut Rhoma Irama bersama Soneta menghibur ribuan warga yang menonton konser Viva Dangdut Soneta tampak Ribuan warga antusias menyaksikan konser tersebut, Raja Dangdut Rhoma Irama mengajak anak muda dan masyarakat pada umumnya membuat Dangdut lebih dikenal dunia Internasional, Kota Serang, Jumat (2/9). (qodrat/radar banten)


SERANG-Ribuan warga Kota Serang dan sekitarnya memadati Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat (2/9) malam. Kehadiran Raja Dangdut Rhoma Irama dan Viva Dangdut Soneta menarik ribuan orang untuk menyaksikannya.

Kehadiran sang maestro dangdut ini bersamaan dengan kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) V Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI) ke V di hotel Le Dian, Kota Serang, Ka­mis (1/9). Hadir dalam acara tersebut Tokoh Nasional Agung Laksono dan Pen­jabat Gubernur Banten Al Muktabar. 

Pantauan Radar Banten, ribuan pe­non­ton tampak memadati Alun-alun Barat dan Timur Kota Serang. Keramaian itu membuaut kendaraan harus berjalan me­rayap mulai dari Jalan Veteran, Jalan Ki Mas Jong, Jalan Jayadiningrat. 

Di tengah panggung, Raja Dangdut Rhoma Irama hadir dengan grup dangdut So­neta, bersama puluhan artis dangdut Ibukota lainnya. Seperti, Jaja Miharja, Rita Sugiarto, Cici Paramida, Daus Mini, Ginanjar dan lainnya. 

Gemuruh suara penonton pecah, saat Rhoma Irama melantunkan lagu berjudul ’Menunggu’ yang dipopulerkan oleh Ridho Rhoma dan Sonet 2 band. 

Ketua DPD PAMMI Banten Subadri Ushuludin mengatakan, konser Viva Dangdut Soneta merupakan kegiatan pe­nutupan dari Munas PAMMI ke V. Dia berharap, kehadiran Raja Dangdut di Kota Serang memberikan semangat setelah hampir tiga tahun tanpa aktivitas kon­ser. “Mohon doa semuanya, acara Munas kelima akan kita tutup dengan konser. Kita sadari kasihan masyarakat selama dua setengah tahun tidak ada aktivitas,” katanya. “Maka saking cintanya kepada masyarakat kita menghibur dengan musik, mudah-mudahan imun kita juga naik dan tidak ada yang sakit lagi,” tambah Subadri. 


GELORAKAN

Sementara itu, dalam pembukaan Munas V PAMMI, Kamis (1/9) Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar me­ngajak generasi muda menggelorakan musik dangdut. Sebab dangdut merupa­kan warisan yang harus dirawat untuk me­warnai blantika musik musik Indone­sia.

Menurut Al Muktabar musik dangdut ja­ngan sampai menjadi warisan bahkan sejarah yang akan punah. Sehingga, se­mua pihak khususnya PAMMI ber­kontrobusi untuk menjaganya. “PAMMI harus petakan jalan itu sehingga generasi muda akan terus menyuarakan musik dang­dut Indonesia,” ujarnya. 

Menurut Al Muktabar, berdasarkan ber­­bagai literatur musik dangdut In­do­nesia adalah musik yang telah me­warnai peradaban dunia. Belum lama ini musik dangdut diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). “Kita bisa lihat bahwa musik dangdut yang di­tuliskan oleh pak Rhoma Irama me­ngandung filosofi yang bisa meng­inspirasi orang dan bahkan lembaga dalam rangka menuju tatanan yang le­bih baik, secara individu maupun orga­nisasi,” katanya.

Sementara Ketua Umum PAMMI Rhoma Irama mengatakan, keberadaan PAMMI memiliki cita-cita untuk me­ma­gari bangsa Indonesia dari penetrasi kul­tural, dimana banyak nilai budaya tidak lagi sesuai dengan Pancasila. “Ini harus jadi filter, termasuk aspek budaya dan musik, musik punya daya hancur dalam sebuah peradaban atau bangsa, tapi sebaliknya bisa juga jadi daya ba­ngun,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bang Haji ini mengatakan, PAMMI memiliki komitmen bermusik dengan akhlak mulia. Hal ini juga dibuktikan dengan kontribusi membangun bangsa terutama dalam bidang kebudayaan. “Sampai diundang Amerika Serikat, dunia barat ternyata punya perhatian terhadap efek musik terhadap satu pembangunan moral,” terangnya. (fdr/nda)