DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Sungai Cisirih Tercemar

post-img

CINANGKA - Sungai Cisirih di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka tercemar. Hal ini diduga akibat aktivitas menangkap ikan menggunakan obat atau zat kimia potassium sianida.

Warga Desa Kamasan Adi Setiawan mengatakan, banyak warga yang melihat ikan mati di permukaan aliran Sungai Cisirih. "Air sungainya tercemar, banyak ikan mati," kata Adi kepada Radar Banten, Jumat (2/9).

Dijelaskan Adi, warga sudah melapor­kan kondisi itu kepada Dinas Lingku­ngan Hidup (DLH) Kabupaten Serang. "Sudah kami laporkan dan langsung direspon dengan ngecek langsung ke lokasi," ujarnya.

Adi mengatakan, tercemarnya air sungai ini membuat warga di sepanjang bantaran sungai khawatir lantaran sering memanfaatkan air sungai untuk mandi dan mencuci pakaian.

Kepala Seksi Penanggulangan Pence­maran Lingkungan pada Dinas Lingku­ngan Hidup (DLH) Kabupaten Serang Muas Sisul Haq mengatakan, pihaknya mendapat laporan pem­cemaran itu dari warga pada 25 Agustus 2022.

Dijelaskan Muas, dugaan sementara air sungai tercemar potassium sianida dengan fenomena banyaknya ikan yang mati. DLH mencoba mengecek air sungainya, sedangkan untuk sampel ikan yang mati dibawa ke kantor pe­ngujian kesehatan ikan milik Kemen­terian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang berlokasi di Desa Umbul Tan­jung, Kecamatan Cinangka. 

"Hasil uji laboratorium baru keluar dua minggu ke depan," ujarnya. 

Ia menjelaskan, potassium sianida merupakan zat semacam tawas yang larut dengan air yang bisa membuat ikan jadi mabuk, bahkan mati. Penggu­naan zat tersebut tidak diperbolehkan karena mencemari perairan.

"Kami menduga memang dari potas­sium sianida yang digunakan warga untuk menangkap ikan, soalnya kalau akibat limbah industri tidak mungkin karena di sepanjang aliran sungai ini tak ada aktivitas industri," ungkapnya.

Muas mengimbau, dalam satu bulan ke depan warga tidak melakukan aktivitas harian seperti mandi atau mencuci pakaian di aliran sungai cisirih.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa agar menyampaikan imbauan tersebut kepada warga," pungkasnya. (drp/jek)