DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Syahbandar Batasi Penjualan Solar

post-img

MENANGKAP IKAN: Sejumlah nelayan Teluk, Desa Teluk, Kecamatam Labuan menangkap ikan di perairan Selat Sunda, Jumat (2/9). (Adib/Radar Banten)

PANDEGLANG - Dugaan penjualan so­lar secara bebas oleh Stasiun Pengisian Ba­han Bakar Nelayan (SPBN) Teluk Labuan langsung mendapat perhatian Kantor Syah­bandar Banten. Dari hasil pe­man­tauan, Syahbandar kemudian membatasi pen­jualan solar kepada nelayan yang meng­gunakan Kapal Arad di SPBN.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pela­buhan Perikanan Syahbandar Banten Budi mengatakan, pihaknya telah mela­kukan pemanggilan dan klarifikasi ter­hadap pengelola SPBN Teluk Labuan. 

“Kita sudah tanyakan dan klarifikasi terkait persoalan itu. Jadi ke depan, tidak ada lagi Kapal Arad yang mengisi solar secara bebas,” kata Budi di Teluk Labuan, kemarin.

Budi mengatakan, kelangkaan solar yang sebelumnya terjadi karena banyak Ka­pal Arad yang mengisi solar di SPBN Te­luk Labuan. Ke depan, tidak semua Ka­pal Arad boleh mengisi solar secara be­bas, karena harus mengutamakan para ne­layan Teluk terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan dan kegaduhan.

“Iya kita sepakati akan periksa kepe­milikan resmi Kapal Arad dan memberikan kuota terbatas Kapal Arad mengisi solar. Kita sudah sampaikan agar mengutamakan para nelayan setempat dulu. Dan memang ti­dak boleh juga kalau terlalu banyak Ka­pal Arad yang mengisi solar,” ujarnya.

Menurut aturan, kapal di atas 10 gross tonage (GT) dilarang mengisi solar di SPBN. Kapal Arad, kata dia, hampir men­dekati 10 GT dan tidak bermasalah. “Tetapi, kalau jumlah Kapal Arad yang isi solar banyak, ditambah hanya dimiliki satu orang, kan jadi masalah juga,” jelasnya.

Wakil Ketua Nelayan Kursin di Kecamatan Labuan Herman berharap, kesepakatan yang dibuat antara para nelayan, pengelola SPBN, dan Kantor Syahbandar bisa berjalan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. 

“Iya sudah selesai dan sudah ada ke­se­­pakatan mengenai pembelian solar itu. Kita harapkan semuanya berjalan sesuai dengan kesepakatan,” harapnya.

Sebelumnya diberitakan, selama be­berapa hari terakhir nelayan Desa Teluk, Ke­camatan Labuan tidak melaut. Hal itu terjadi karena adanya kekosongan solar di SPBN khusus nelayan di Teluk Labuan sejak Selasa (30/8) lalu. (dib/tur)