MENANGKAP IKAN: Sejumlah nelayan Teluk, Desa Teluk, Kecamatam Labuan menangkap ikan di perairan Selat Sunda, Jumat (2/9). (Adib/Radar Banten)
PANDEGLANG - Dugaan penjualan solar secara bebas oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Teluk Labuan langsung mendapat perhatian Kantor Syahbandar Banten. Dari hasil pemantauan, Syahbandar kemudian membatasi penjualan solar kepada nelayan yang menggunakan Kapal Arad di SPBN.
Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Pelabuhan Perikanan Syahbandar Banten Budi mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap pengelola SPBN Teluk Labuan.
“Kita sudah tanyakan dan klarifikasi terkait persoalan itu. Jadi ke depan, tidak ada lagi Kapal Arad yang mengisi solar secara bebas,” kata Budi di Teluk Labuan, kemarin.
Budi mengatakan, kelangkaan solar yang sebelumnya terjadi karena banyak Kapal Arad yang mengisi solar di SPBN Teluk Labuan. Ke depan, tidak semua Kapal Arad boleh mengisi solar secara bebas, karena harus mengutamakan para nelayan Teluk terlebih dahulu agar tidak menimbulkan persoalan dan kegaduhan.
“Iya kita sepakati akan periksa kepemilikan resmi Kapal Arad dan memberikan kuota terbatas Kapal Arad mengisi solar. Kita sudah sampaikan agar mengutamakan para nelayan setempat dulu. Dan memang tidak boleh juga kalau terlalu banyak Kapal Arad yang mengisi solar,” ujarnya.
Menurut aturan, kapal di atas 10 gross tonage (GT) dilarang mengisi solar di SPBN. Kapal Arad, kata dia, hampir mendekati 10 GT dan tidak bermasalah. “Tetapi, kalau jumlah Kapal Arad yang isi solar banyak, ditambah hanya dimiliki satu orang, kan jadi masalah juga,” jelasnya.
Wakil Ketua Nelayan Kursin di Kecamatan Labuan Herman berharap, kesepakatan yang dibuat antara para nelayan, pengelola SPBN, dan Kantor Syahbandar bisa berjalan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Iya sudah selesai dan sudah ada kesepakatan mengenai pembelian solar itu. Kita harapkan semuanya berjalan sesuai dengan kesepakatan,” harapnya.
Sebelumnya diberitakan, selama beberapa hari terakhir nelayan Desa Teluk, Kecamatan Labuan tidak melaut. Hal itu terjadi karena adanya kekosongan solar di SPBN khusus nelayan di Teluk Labuan sejak Selasa (30/8) lalu. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
