RANGKASBITUNG-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat kasus Demam Berdarah Deungeu (DBD) terus mengalami peningkatan. Hingga akhir September 2022 jumlah warga yang terkena DBD mencapai 550 orang dan empat diantaranya meninggal dunia.
Kasus DBD tersebut tersebar di 26 kecamatan di daerah yang dipimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya. Kecamatan Rangkasbitung merupakan daerah paling banyak kasus DBD, yakni 216 kasus dan 4 meninggal dunia.
“DBD menjadi perhatian serius. Hingga 25 September lalu kasus DBD di Lebak mencapai 550 kasus dan 4 orang meninggal dunia,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lebak Rohmat kepada Radar Banten, Minggu (2/10).
Dengan meningkatkanya kasus DBD di Lebak, kata Rohmat, pihaknya mengingatkan masyarakat agar selalu menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, Dinkes juga mengimbau warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras bak air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang yang menjadi tempat nyamuk.
“Ya, gerakan 3 M plus dan PSN ini sangat efektif untuk menghindari munculnya jentik nyamuk Aydes Aegefty sebagai penyebab penyakit demam berdarah,” ujarnya.
Dia mengatakan, ratusan warga yang terjangkit DBD tersebar di 26 kecamatan. Dimana Kecamatan Rangkasbitung paling tinggi, yakni dengan 216 kasus dan 4 orang meninggal dunia, Cibadak 108 kasus, dan Kalanganyar 40 kasus.
“Hanya dua kecamatan yang 0 kasus DBD, yaitu Cigemlong dan Banjarsari,” jelasnya.
Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menambahkan, berbagai upaya dilakukan Dinkes Lebak untuk mencegah merebaknya wabah DBD. Salah satu caranya adalah dengan melakukan PSN dan 3M Plus.
“DBD ini merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian. DBD dapat terjadi karena lingkungan yang kurang bersih. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah merebaknya wabah DBD. Salah satu caranya adalah dengan melakukan PSN 3M Plus,” jelasnya.
Dia mengatakan, meskipun telah melakukan PSN 3 M Plus warga mesti terus berhati-hati dan meningkatkan kebersihan lingkungan.
“Mengingat masih musin penghujan kami mengimbau warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan agar DBD dapat ditekan,” tukasnya.(nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
