DECEMBER 9, 2022
Sambungan

Petir Menyambar, 300 Ribu Liter Solar Terbakar

post-img

TERBAKAR HEBAT: Terminal tangki milik PT MUE yang terbakar hebat, Minggu (2/10).

CILEGON - Sebuah tangki berisi bahan bakar jenis solar di terminal tangki, Ke­­camatan Ciwandan, Kota Cilegon ter­bakar pada Minggu (2/10) dini hari.

Diketahui solar tersebut milik PT Mitra Utama Energi (MUE), sedangkan tangki penyimpanan PT Taruna Bina Sarana Kawasan Linc Terminal yang berada di dalam area Pelabuhan PT Pelindo Regional 2 Banten.

Akibatnya, solar sebanyak 300 kilo liter atau 300.000 liter pun terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam kece­la­kaan tersebut, namun sejumlah ma­syarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian sempat mengungsi, lalu lintas pun sempat dialihkan oleh kepolisian.

Jaringan listrik pun untuk sementara terpaksa dimatikan guna mengantisipasi dampak yang lebih lanjut. Didu­ga keba­karan terjadi karena sambaran petir. Hal itu lantaran kebakaran terjadi sesaat setelah suara petir menggelegar. Di saat bersamaan cuaca sedang hujan.

Kejadian itu pun diabadikan masyara­kat menggunakan kamera telepon seluler. Dalam video pendek itu lah, warga menceritakan jika kebakaran terjadi sesaat setelah terdengar gelegar petir.

Keterangan dalam video itu diperkuat dengan keterangan Safullah, salah satu warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kebakaran.

Sebelum kebakaran terjadi, menu­rut­nya terdengar suara petir. Namun ia belum bisa memastikan apakah itu ber­kaitan dengan kebakaran tersebut.

”Warga panik, ada yang ngungsi ke rumah saudaranya,” ujarnya 

Manajemen menjelaskan jika kejadian itu mulai terjadi pada Sabtu (1/10) se­kira pukul 23.30.

Manager Humas Pelindo Banten Irtanto Armawan menjelaskan, pihaknya pun menduga sementara kebakaran diakibatkan sambaran petir disertai hu­jan deras di wilayah Kecamatan Ci­wandan, Kota Cilegon.

”Kerugian untuk sementara belum bisa ditaksir dan belum ada korban ji­wa dalam kejadian tersebut, api mulai kecil jam 02.00 WIB dan pada jam 03:40 WIB, api sudah dinyatakan padam oleh Damkar Kota Cilegon,” ujarnya.

Saat ini area terbakar sudah dipasangi garis polisi serta Tim INAFIS Polres Cilegon sudah melakukan pengecekan di lokasi.

Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Eko Tjahyo Untoro menjelaskan, pihak­nya mengerahkan personel untuk meng­amankan tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres menjelaskan, berdasarkan ke­terangan, pasca suara petir, terdengar suara ledakan yang berasal dari tangki di stasiun pengisian milik PT Taruna Bina Sarana.

”Ada saksi yang mendengar suara petir dan letusan kemudian langsung keluar ruangan dan saksi melihat satu tangki sudah dalam keadaan terbakar,” ujar Eko.

Kobaran api dari tangki disebut sempat menghebohkan warga sekitar pelabuhan khu­susnya di Kecamatan Ciwandan. Pe­tugas pemadam kebakaran Cilegon mengerahkan lima mobil pemadam dan satu mobil milik PT Pelindo.

Eko mengatakan aliran listrik di lokasi kejadian sempat dimatikan guna meng­antisipasi kebakaran tangki lain.

”Warga sekitar kita imbau untuk men­jauh dari lokasi kejadian dan telah dila­kukan rekayasa lalu lintas dan pema­daman listrik oleh PLN dan peru­sahaan guna mengantisipasi terjadinya ledakan terhadap storage lainnya,” ujarnya.

Eko menambahkan, arus lalu lintas di jalan raya Cilegon-Anyer sempat di­t­utup demi keamanan. Penutupan mulai dari simpang Jalan Lingkar Selatan arah Anyer dan sebaliknya.

”Alhamdulillah sekira jam 03.00 WIB, api berhasil dipadamkan dengan campuran air dan foam, untuk kerugian sementara belum bisa ditaksir, kejadian kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa,” ujarnya. (bam/air)