DECEMBER 9, 2022
Utama

Roadshow Bus KPK Disoal

post-img

DISAMBUT: Roadshow bus KPK disambut siswa SD, di depan Gedung Juang, Kota Serang, Kamis (29/9) lalu. 

Uday: Ruh Antikorupsi Jujur dan Sederhana

SERANG – Roadshow Bus KPK tahun 2022 di Kota Serang selama tiga hari, dipersoalkan Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) dan Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB).

Roadshow Bus KPK dengan tema Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi dinilai ALIPP dan KMSB berlebihan, bahkan diduga meng­­habiskan anggaran yang cukup besar.

“Idenya bagus, tapi melahirkan sejumlah per­tanyaan terkait sumber pembiayaannya,” kata Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada kepada wartawan, akhir pekan kemarin.

 Ia melanjutkan, ruh antikorupsi adalah ju­jur dan sederhana, namun kegiatan Road­show Bus KPK di Kota Serang selaku Ibukota Provinsi Banten jauh dari ruh antikorupsi.

“Jujur dan Sederhana adalah kunci dalam melakukan pendidikan antikorupsi. Bukan dengan hingar-bingar sambutan yang berlebihan,” bebernya.

Uday yang jug menjadi Koordinator Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) menyayangkan banyaknya rang­kaian seremonial dalam kegiatan Roadshow Bus KPK tersebut.

“Kami merasa perlu mempertanyakan pem­biayaannya dari mana sumbernya. Se­jak hari pertama roadshow, banyak se­kali kegiatan seremonial yang mem­bu­tuhkan anggaran cukup besar. Sementara saat ini masyarakat Banten sedang terpukul akibat kenaikan harga BBM,” tuturnya.

Hingga hari terakhir kegiatan Roadshow Bus KPK di Kota Serang, tambah Uday, pihaknya tidak mendapatkan keterangan resmi dari KPK atau pun pemerintah dae­rah terkait sumber pembiayaan kegiatan roadshow tersebut.

“Yuk kita berani jujur, berapa biaya yang dihabiskan untuk rangkaian arak-arakan seremonial roadshow Bus KPK di Kota Serang itu. Biaya panggung, konsumsi, pa­gelaran kesenian, pengerahan siswa untuk menyambut kehadiran bus KPK. Kegiatan itu semua dari mana sumbernya. Dari KPK, Pemprov Banten atau Pemkot Serang?,” tanya Uday.

Sebelumnya, pegiat antikorupsi dari Banten Bersih, Ayyub Kadriah juga menya­yangkan sejumlah kegiatan yang berlebihan dalam acara Roadshow Bus KPK di Kota Serang.

“Kami lihat gaya promosi yang dilakukan KPK di Banten perlu dipertanyakan efek­tivitasnya, dengan arak-arakan dan pawai menyambut Bus KPK sama sekali tidak men­cerminkan ajakan perlawanan antiko­rupsi dan hanya upaya eksistensi,” katanya.

Masih dikatakan Ayub, pawai untuk memperkenalkan Bus KPK tidak ada subs­tansinya dalam pemberantasan ko­rupsi. Pasalnya selama ini KPK dicintai rakyat lantaran menjadi lembaga yang mengedepankan kesederhanaan dan menghindari seremonial.

“Seharusnya KPK melakukan pendekatan yang lebih merakyat dan kreatif untuk mengkampanyekan antikorupsi. Bukan dengan kegiatan seremonial yang menun­juk­kan wajah baru KPK saat ini,” tegasnya.

Kritik soal anggaran roadshow bus KPK di Banten, lanjut Ayub, merupakan hal yang wajar untuk mengetahui sumber ang­garan dari APBN apa APBD yang diham­burkan demi promosi sebuah bus KPK.

“Bukan kah lebih baik KPK fokus terhadap penindakan kasus korupsi, dibandingkan sibuk menunjukkan eksistensi dan peng­akuan,” pungkasnya.

Terkait kritikan dari pegiat antikorupsi di Banten, Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi mengatakan Roadshow Bus KPK memang sudah terjadwal di Banten tahun ini.

“Roadshow Bus KPK memang sudah ter­jad­wal di Kota Serang, setelah dari Sum­sel dan Lampung,” ujarnya.

Diketahui, Roadshow Bus KPK di Banten dimulai dari 30 September hingga 9 Oktober 2022, dimulai dengan roadshow di Kota Serang sejak Jumat (30/9) hingga Minggu (2/10) dan akan dilanjutkan di Kota Cilegon dan Kota Tangsel.

Roadshow di Kota Serang melibatkan Pem­prov Banten dan Pemkot Serang. Bah­kan Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan Walikota Serang menjadi tokoh yang paling sibuk menyambut kedatangan rombongan KPK yang mengikuti Roadshow Bus KPK 2022.

Sebelumnya, satu pekan sebelum dige­larnya roadshow Bus KPK atau tepatnya pada 20 September 2022, Pemprov Banten mempersiapkan beberapa hal dalam rangka menyambut Road Show Bus KPK 2022 di Provinsi Banten.


SOSIALISASI KE ULAMA

Pondok pesantren menjadi tempat pen­di­dikan yang efektif untuk menanamkan Nilai-nilai antikorupsi. Demikian diung­kapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron saat mem­be­rikan sosialisasi antikorupsi pada kyai, ulama dan santri di Pondok Pesantren Daar El Istiqomah, Kota Serang, Sabtu (1/10).

Nurul Ghufron mengatakan, pondok pe­san­tren merupakan lembaga pendidikan ke­agamaan, dimana di setiap agama diajar­kan nilai-nilai kebaikan termasuk nilai kejujuran, kedisiplinan, keadilan, tanggung jawab, yang selaras dengan nilai-nilai antikorupsi. “Pondok pesantren tempat yang sangat efektif untuk menye­barkan nilai-nilai antikorupsi,” ujarnya. 

Kata dia, lulusan atau alumni pondok pesantren, dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari dengan nilai-nilai yang telah tertanam semenjak mengikuti proses pembelajaran. “Agar para alumni santriwan dan santriwati meneguhkan integritas dan nilai-nilai tersebut di setiap ibadahnya di dunia mau­pun di akhirat kelak,” katanya. 

Para kyai dan ulama tak hanya sekadar mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada para santrinya, melainkan juga nilai-nilai antikorupsi agar dalam proses ibadahnya di dunia, tidak terjerumus dalam perbuatan yang bathil yaitu korupsi. 

Menurut Ghufron, menunaikan ibadah bukan hanya untuk bekal akhirat saja, na­mun juga bekal di dunia dengan mela­kukan semua perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan buruk seperti korupsi. “Mudah-mudahan dengan kehadiran ini masyarakat bisa mengerti dan para kyai. Ini salah bentuk sosialisasi, bukan hanya peran KPK saja mencegah korupsi namun juga peran semua masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menambahkan dengan menya­tukan keyakinan dan pemikiran bersama diharapkan dapat melakukan hal positif dalam mewujudkan negeri yang terbebas dari Korupsi. “Kita akan terus berikhtiar, berusaha dan bekerja sama dengan lapisan masyarakat ada kyai, ada ulama adan para santri, kita giatkan anti korupsi dengan harapan suatu saat nanti negri kita ini zero corruption,” katanya.

Walikota Serang Syafrudin mengaku kebe­radaan pondok pesantren sangat di­butuhkan oleh masyarakat dalam membina generasi muda. Dirinya menaruh harapan besar pada lulusan pondok pe­santren agar bisa berkiprah di ma­syarakat. “Ke­hadiran KPK ini untuk memberikan sosialisasi kepada kyai, ulama dan santri terkait sosialisasi antikorupsi,” katanya. 

“Kami mengapresiasi KPK sudah hadir di tengah-tengah masyarakat, selain itu KPK bersama kiai dan ulama di Provinsi Banten turut serta berperan aktif dalam memberantas korupsi,” tambah Syafrudin. 

Kata dia, kegiatan silaturahmi dengan kiai dan ulama Provinsi Banten ini dila­kukan untuk menyatukan visi dan tujuan bersama dalam membangun budaya antikorupsi di lapisan masyarakat dan khususnya pesantren. 

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Daar El Istiqomah, KH. Sulaeman Ma’ruf meng­apresiasi apa yang telah dilakukan KPK dan berkomitmen untuk turut serta memberantas korupsi melalui ajaran-ajaran nilai antikorupsi di lingkungan pondok pesantren. “Terima kasih kepada KPK mau berkunjung ke pondok pesantren ini, kami akan turut menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pesantren ini,” katanya. (den-fdr/air)