DISAMBUT: Roadshow bus KPK disambut siswa SD, di depan Gedung Juang, Kota Serang, Kamis (29/9) lalu.
Uday: Ruh Antikorupsi Jujur dan Sederhana
SERANG – Roadshow Bus KPK tahun 2022 di Kota Serang selama tiga hari, dipersoalkan Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) dan Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB).
Roadshow Bus KPK dengan tema Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi dinilai ALIPP dan KMSB berlebihan, bahkan diduga menghabiskan anggaran yang cukup besar.
“Idenya bagus, tapi melahirkan sejumlah pertanyaan terkait sumber pembiayaannya,” kata Direktur Eksekutif Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) Uday Suhada kepada wartawan, akhir pekan kemarin.
Ia melanjutkan, ruh antikorupsi adalah jujur dan sederhana, namun kegiatan Roadshow Bus KPK di Kota Serang selaku Ibukota Provinsi Banten jauh dari ruh antikorupsi.
“Jujur dan Sederhana adalah kunci dalam melakukan pendidikan antikorupsi. Bukan dengan hingar-bingar sambutan yang berlebihan,” bebernya.
Uday yang jug menjadi Koordinator Presidium Koalisi Masyarakat Sipil Banten (KMSB) menyayangkan banyaknya rangkaian seremonial dalam kegiatan Roadshow Bus KPK tersebut.
“Kami merasa perlu mempertanyakan pembiayaannya dari mana sumbernya. Sejak hari pertama roadshow, banyak sekali kegiatan seremonial yang membutuhkan anggaran cukup besar. Sementara saat ini masyarakat Banten sedang terpukul akibat kenaikan harga BBM,” tuturnya.
Hingga hari terakhir kegiatan Roadshow Bus KPK di Kota Serang, tambah Uday, pihaknya tidak mendapatkan keterangan resmi dari KPK atau pun pemerintah daerah terkait sumber pembiayaan kegiatan roadshow tersebut.
“Yuk kita berani jujur, berapa biaya yang dihabiskan untuk rangkaian arak-arakan seremonial roadshow Bus KPK di Kota Serang itu. Biaya panggung, konsumsi, pagelaran kesenian, pengerahan siswa untuk menyambut kehadiran bus KPK. Kegiatan itu semua dari mana sumbernya. Dari KPK, Pemprov Banten atau Pemkot Serang?,” tanya Uday.
Sebelumnya, pegiat antikorupsi dari Banten Bersih, Ayyub Kadriah juga menyayangkan sejumlah kegiatan yang berlebihan dalam acara Roadshow Bus KPK di Kota Serang.
“Kami lihat gaya promosi yang dilakukan KPK di Banten perlu dipertanyakan efektivitasnya, dengan arak-arakan dan pawai menyambut Bus KPK sama sekali tidak mencerminkan ajakan perlawanan antikorupsi dan hanya upaya eksistensi,” katanya.
Masih dikatakan Ayub, pawai untuk memperkenalkan Bus KPK tidak ada substansinya dalam pemberantasan korupsi. Pasalnya selama ini KPK dicintai rakyat lantaran menjadi lembaga yang mengedepankan kesederhanaan dan menghindari seremonial.
“Seharusnya KPK melakukan pendekatan yang lebih merakyat dan kreatif untuk mengkampanyekan antikorupsi. Bukan dengan kegiatan seremonial yang menunjukkan wajah baru KPK saat ini,” tegasnya.
Kritik soal anggaran roadshow bus KPK di Banten, lanjut Ayub, merupakan hal yang wajar untuk mengetahui sumber anggaran dari APBN apa APBD yang dihamburkan demi promosi sebuah bus KPK.
“Bukan kah lebih baik KPK fokus terhadap penindakan kasus korupsi, dibandingkan sibuk menunjukkan eksistensi dan pengakuan,” pungkasnya.
Terkait kritikan dari pegiat antikorupsi di Banten, Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi mengatakan Roadshow Bus KPK memang sudah terjadwal di Banten tahun ini.
“Roadshow Bus KPK memang sudah terjadwal di Kota Serang, setelah dari Sumsel dan Lampung,” ujarnya.
Diketahui, Roadshow Bus KPK di Banten dimulai dari 30 September hingga 9 Oktober 2022, dimulai dengan roadshow di Kota Serang sejak Jumat (30/9) hingga Minggu (2/10) dan akan dilanjutkan di Kota Cilegon dan Kota Tangsel.
Roadshow di Kota Serang melibatkan Pemprov Banten dan Pemkot Serang. Bahkan Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan Walikota Serang menjadi tokoh yang paling sibuk menyambut kedatangan rombongan KPK yang mengikuti Roadshow Bus KPK 2022.
Sebelumnya, satu pekan sebelum digelarnya roadshow Bus KPK atau tepatnya pada 20 September 2022, Pemprov Banten mempersiapkan beberapa hal dalam rangka menyambut Road Show Bus KPK 2022 di Provinsi Banten.
SOSIALISASI KE ULAMA
Pondok pesantren menjadi tempat pendidikan yang efektif untuk menanamkan Nilai-nilai antikorupsi. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nurul Ghufron saat memberikan sosialisasi antikorupsi pada kyai, ulama dan santri di Pondok Pesantren Daar El Istiqomah, Kota Serang, Sabtu (1/10).
Nurul Ghufron mengatakan, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan, dimana di setiap agama diajarkan nilai-nilai kebaikan termasuk nilai kejujuran, kedisiplinan, keadilan, tanggung jawab, yang selaras dengan nilai-nilai antikorupsi. “Pondok pesantren tempat yang sangat efektif untuk menyebarkan nilai-nilai antikorupsi,” ujarnya.
Kata dia, lulusan atau alumni pondok pesantren, dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari dengan nilai-nilai yang telah tertanam semenjak mengikuti proses pembelajaran. “Agar para alumni santriwan dan santriwati meneguhkan integritas dan nilai-nilai tersebut di setiap ibadahnya di dunia maupun di akhirat kelak,” katanya.
Para kyai dan ulama tak hanya sekadar mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada para santrinya, melainkan juga nilai-nilai antikorupsi agar dalam proses ibadahnya di dunia, tidak terjerumus dalam perbuatan yang bathil yaitu korupsi.
Menurut Ghufron, menunaikan ibadah bukan hanya untuk bekal akhirat saja, namun juga bekal di dunia dengan melakukan semua perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan buruk seperti korupsi. “Mudah-mudahan dengan kehadiran ini masyarakat bisa mengerti dan para kyai. Ini salah bentuk sosialisasi, bukan hanya peran KPK saja mencegah korupsi namun juga peran semua masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menambahkan dengan menyatukan keyakinan dan pemikiran bersama diharapkan dapat melakukan hal positif dalam mewujudkan negeri yang terbebas dari Korupsi. “Kita akan terus berikhtiar, berusaha dan bekerja sama dengan lapisan masyarakat ada kyai, ada ulama adan para santri, kita giatkan anti korupsi dengan harapan suatu saat nanti negri kita ini zero corruption,” katanya.
Walikota Serang Syafrudin mengaku keberadaan pondok pesantren sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam membina generasi muda. Dirinya menaruh harapan besar pada lulusan pondok pesantren agar bisa berkiprah di masyarakat. “Kehadiran KPK ini untuk memberikan sosialisasi kepada kyai, ulama dan santri terkait sosialisasi antikorupsi,” katanya.
“Kami mengapresiasi KPK sudah hadir di tengah-tengah masyarakat, selain itu KPK bersama kiai dan ulama di Provinsi Banten turut serta berperan aktif dalam memberantas korupsi,” tambah Syafrudin.
Kata dia, kegiatan silaturahmi dengan kiai dan ulama Provinsi Banten ini dilakukan untuk menyatukan visi dan tujuan bersama dalam membangun budaya antikorupsi di lapisan masyarakat dan khususnya pesantren.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Daar El Istiqomah, KH. Sulaeman Ma’ruf mengapresiasi apa yang telah dilakukan KPK dan berkomitmen untuk turut serta memberantas korupsi melalui ajaran-ajaran nilai antikorupsi di lingkungan pondok pesantren. “Terima kasih kepada KPK mau berkunjung ke pondok pesantren ini, kami akan turut menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan pesantren ini,” katanya. (den-fdr/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
