KOTA TANGERANG – Starling atau Starbucks keliling adalah sebutan umum masyarakat ketika melihat orang berjualan kopi menggunakan sepeda. Istilah ini kian populer seiring ramainya pedagang kopi keliling menggunakan sepeda yang kerap ditemui di area perkantoran dan jalan raya.
Namun, saat ini muncul istilah baru yakni Komor, atau Kopi Motoran. Ide kreatif berjualan kopi menggunakan sepeda motor ini bisa ditemui di Kota Tangerang.
Adalah Aliang Lim yang mencoba mempopulerkan Komor. Dengan sepeda motornya, ia kerap mangkal di wilayah Kunciran Indah, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Konsep berjualan kopi ini tak jauh berbeda dengan pedagang starling. Aliang Lim mendesain sebuah tempat yang bisa menempatkan bahan kopi dan alat-alat pembuat kopi, kemudian ia letakkan di belakang jok motornya.
Yang berbeda, tentunya adalah racikan kopi itu sendiri. Jika pedagang starling menjual kopi sachetan, ia meraciknya sendiri menggunakan alat pembuat kopi. Tentunya dengan berbagai macam varian jenis kopi.
Menurut Aliang, ide menjual kopi menggunakan sepeda motor ini tercipta ketika ia melihat pedagang starling yang merupakan temannya sendiri. Kendati demikian, saat itu ia tak langsung mencoba menjadi pedagang kopi.
Butuh waktu enam tahun untuk meyakinkan dirinya terjun menjadi pedagang kopi. “Saya kemudian mulai berpikir, kenapa enggak coba jualan pakai motor. Toh, saya juga hobi touring pakai motor. Jadi jualan sekalian jalan-jalan lah,” ujarnya, Minggu (2/4).
Menurut Aliang, ada sensasi tersendiri saat menikmati kopi buatannya. Di samping mendapatkan cita rasa kopi original, karena diracik menggunakan alat peracik kopi, plus menikmati kopi ditemamaramnya Kota Tangerang.
“Saya emang jualan kopinya malam hari. Karena selain menikmati kopi, cuaca malam yang dingin menjadi lebih sendu dan asyik buat nongkrong sendirian atau bersama teman,” ujarnya.
Adapaun menu kopi yang ditawarkan Aliang terdiri dari Japanese Coffe, kopi tubruk, Vietnam drip coffe, cappucino, Americano, coffe latte. Selain itu terdapat menu tambahan yakni fresh milk, red velvet, dan chocolate.
Harganyapun cukup bersahabat, mulai Rp8 ribu hingga Rp15 ribu. “Harga tergantung jenis kopi dan cara pembuatannya,” tandasnya. (ful/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
