DECEMBER 9, 2022
Cilegon

Porprov Tak Pertandingkan Khempo

post-img

Koni Cilegon Ungkapkan Kekecewaan


CILEGON – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cilegon menyatakan kekecewaannya atas tidak dipertanding­kannya cabang olahraga khempo pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026. 

Padahal, khempo dinilai sebagai salah satu cabang unggulan yang berpotensi besar menyumbang medali emas bagi Kota Cilegon.

Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, usai menghadiri Musyawarah Persaudaraan Kota (Muperkot) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Cilegon di Sekolah Peradaban, Sabtu (2/5). 

Ia menilai keputusan tersebut cukup memprihatinkan, mengingat rekam jejak prestasi khempo yang konsisten di setiap ajang Porprov.

“Untuk cabang olahraga khempo, kita saat ini menghadapi dua event. Di Cilegon sebagai tuan rumah, kita akan menghadapi Popda dan khempo dipertandingkan. Namun untuk Porprov bulan November nanti, ini kabar yang bagi saya cukup prihatin,” ujarnya.

Irfan mengaku secara pribadi merasa kecewa karena khempo merupakan cabang olahraga yang selama ini menjadi lumbung medali bagi Kota Cilegon. 

Dalam beberapa edisi Porprov sebelum­nya, khempo selalu berhasil menyum­bangkan medali emas dalam jumlah signifikan.

“Secara pribadi saya kecewa, karena cabang olahraga yang berpotensi men­dulang medali emas untuk Cilegon itu khempo. Di setiap event, termasuk Porprov sebelumnya, selalu menyabet banyak medali emas,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melaku­kan komunikasi dengan Perkemi Kota Cilegon terkait persoalan tersebut. 

Namun, keputusan mengenai dipertan­ding­kan atau tidaknya cabang olahraga berada di ranah KONI Provinsi Banten.

“Saya sudah komunikasi dengan khempo Cilegon, ini memang ranahnya KONI Banten. Mungkin nanti akan dilakukan komunikasi antara pengurus provinsi dengan KONI Banten. Kami akan tetap mensupport dan melakukan pendekatan persuasif,” jelasnya.

Irfan berharap masih ada peluang agar cabang olahraga khempo dapat kembali dipertandingkan pada Porprov Banten tahun ini. “Mudah-mudahan masih ada waktu agar khempo bisa dipertandingkan,” ha­rapnya.

Sementara itu, Ketua Perkemi Kota Cileg­on, I Dewa Gede Suwardana, mengaku pihaknya juga merasa kecewa dengan kondisi tersebut. 

Ia menegaskan, atlet khempo Cilegon sejatinya telah dipersiapkan secara maksi­mal untuk menghadapi Porprov. “Kami dari Perkemi Cilegon hanya bisa mendesak Pengprov Banten untuk berkomunikasi dengan KONI Banten. Kami sangat berharap khempo bisa diper­tandingkan,” ujarnya.

Menurutnya, dari sisi kesiapan, atlet Cilegon sudah berlatih jauh hari dan siap mengikuti ajang tersebut. Bahkan, pada Porprov sebelumnya, Cilegon berhasil meraih prestasi gemilang.

“Terakhir di Kota Tangerang, kita juara umum dengan 10 emas dan 10 perak. Atlet kita juga semuanya hasil pembinaan sendiri, tidak ada impor atlet,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini Perkemi Cilegon juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), di mana Cilegon bertindak sebagai tuan rumah.

“Kita juga sudah siapkan atlet untuk Popda dan siap sebagai tuan rumah. Harapannya, semangat atlet tetap terjaga dan ada kejelasan terkait Porprov,” pung­kasnya. (mg-01/bam)