Cegah Penyebaran PMK
LEBAK - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak akan melakukan vaksinasi terhadap 140 ribu hewan ternak untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK). Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan kasus PMK yang tinggi di Lebak.
Kepala Disnakeswan Lebak Rahmat mengatakan, hingga saat ini ada 304 hewan ternak di Lebak yang terjangkit penyakit mulut dan kuku. Bahkan, tiga ekor hewan ternak mati akibat terjangkit PMK. Ini tentu menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai, PMK terus menyebar dan membuat hewan ternak mati.
“Kita berencana untuk melakukan vaksinasi 140 ribu hewan ternak sesuai populasi sapi, kambing, maupun kerbau yang ada di Kabupaten Lebak,” kata Rahmat kepada Radar Banten, kemarin.
Disnakeswan Lebak, katanya, baru melakukan vaksinasi terhadap 140 hewan ternak milik Pemkab Lebak. Sementara, untuk ratusan ribu hewan ternak lainnya akan menunggu bantuan dosis vaksin dari Kementerian Pertanian.
“Kita upayakan pemberian vaksin ini dilakukan secepatnya. Setelah vaksin datang, karena penyebaran PMK ini tidak bisa dibilang enteng. Sebab dapat menyebabkan kematian dan kerugian bagi para peternak,” ujarnya.
Kata Rahmat, pihaknya sudah mengirimkan sampel hewan ternak untuk kerbau dan sapi ke Balai Penelitian Veneteriner Subang. Untuk wilayah terdampak parah PMK, yakni di Lebak Selatan meliputi Kecamatan Malingping dan Wanasalam.
Dihubungi terpisah, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak Aad Firdaus menilai penyebaran PMK di Lebak sudah tergolong parah dengan adanya 300 lebih hewan ternak terinfeksi. Bahkan, Lebak menjadi daerah nomor tiga di Banten dengan kasus PMK terbanyak.
Untuk itu, dirinya meminta Pemkab Lebak menanggapi secara serius terkait kasus PMK ini. Pemkab Lebak, harus meningkatkan pengawasan aktivitas keluar-masuk hewan. Informasi atau data mengenai ternak yang terindikasi terjangkit PMK harus terintegrasi dengan pemerintah desa.
“Walaupun dampak dari wabah PMK belum dinyatakan berbahaya bagi kesehatan manusia, tapi penyebaran itu jelas bisa merugikan peternak. Oleh karena itu, saya mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat mencegah penyakit yang membahayakan kesehatan hewan tersebut,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
