SERANG – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) belum siap memberikan layanan mobile banking kepada nasabahnya. Hingga saat ini bank plat merah itu masih uji coba layanan mobile banking di kalangan internal.
Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin mengatakan, hingga saat ini mobile banking Bank Banten masih sebatas uji coba di internal. “Karena kami masih menunggu perizinan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan yang mudah-mudahan tidak lama lagi akan diberikan kepada kami,” ujar Agus, kemarin.
Kata dia, Bank Banten saat ini sudah melengkapi berbagai administrasi dokumen yang diperlukan sebagai persyaratan. Bahkan semua prosedur agar dapat memberikan layanan digitalisasi kepada nasabah sudah ditempuh.
Agus mengatakan, layanan digital kepada nasabah terus dikembangkan. “Sesuai arahan Pj Gubernur Banten Al Muktabar untuk mengoptimalkan 4.600-an pengusaha menengah dan besar yang ada di Banten agar bersinergi dengan kita,” tuturnya.
Apalagi, lanjutnya, Provinsi Banten sudah memiliki Plaza Banten. Bank Banten akan coba mengembangkan dengan layanan transaksi digital untuk meningkatkan UMKM Banten demi kesejahteraan masyarakat Banten.
Terpisah, Komisaris Utama Bank Banten Hasanudin mengatakan, pihaknya ingin mencapai apa yang sudah ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi market leader bank yang ada di Banten. Salah satu strateginya adalah Bank Banten sudah membangun informasi teknologi (IT) dan human capital. “Kami tetap fokus pada customer oriented,” tuturnya.
Kata dia, saat ini kebutuhan nasabah sangat beragam.
“Bukan hanya sekedar menabung atau melakukan pinjaman. Tapi sudah mulai seluruh aktivitas keuangan di handphone, termasuk membayar listrik, tagihan air, dan semua kebutuhan nasabah harus dipenuhi agar kita bisa eksis,” ujar Hasanudin.
Ia mengatakan, kebutuhan nasabah akan mobile banking sangat tinggi dan tidak bisa dihindari. Selama ini tak ada kendala penerapan mobile banking saat uji coba di internal Bank Banten. “Seluruh direksi, komisaris, dan karyawan. Mudah-mudahan jalan juga di nasabah,” tuturnya.
Sementara untuk kredit komersial, ia mengungkapkan pihaknya masih menunggu izin dari OJK. Lantaran harus lebih hati-hati karena harus mempersiapkan sumber dayanya, karena bukan hanya melempar kredit tapi juga pengawasannya. (nna/bie)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
