MENUMPANGI: Wamentan RI Harvick Hasnul Qolbi (ketiga kanan) bersama Pj Gubernur Banten Al Muktabar (kedua kiri), Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief (ketiga kanan), Danrem 064/MY Brigjen TNI Yunianto (ketiga kiri), Walikota Serang Syafrudin (kiri) dan Ketua Umum MAJ Eman Suryaman (ketiga kiri) menumpangi Corn Harvester saat memanen jagung, di Curugmanis, Curug, Kota Serang, Rabu (3/8). (qodrat/radar banten)
SERANG–Provinsi Banten diproyeksikan menjadi salah satu lumbung jagung nasional. Potensi ini dimiliki Banten lantaran keberadaan lahan tidur cukup luas dan dekat dengan DKI Jakarta serta memiliki pelabuhan.
Demikian diungkapkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi usai membuka program Gerakan Bersatu untuk Ketahanan Pangan bertajuk ‘Panen Raya dan Gerakan Santri Tanam Jagung’ di Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (3/8).
Menurut Harvick, persoalan pertanian bukan semata-mata tugas pemerintah, melainkan tugas bersama semua stakeholder. Dia juga mendorong agar Banten menjadi lumbung padi karena memiliki lokasi yang strategis. “Salah satu program kita (lumbung jagung-red) Banten ini, karena penyangga Ibukota Indonesia,” kata Marvick.
Acara tersebut dihadiri Panglima Kodam (Pangdam) III/ Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar, Danrem 064 Maulana Yusuf Serang Brigjen TNI Yunianto, Walikota Serang Syafrudin, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten M Agus Tauchid, dan sejumlah pejabat lain.
Marvick mengajak semua pihak, terutama petani, agar memanfaatkan lahan yang nganggur untuk ditanami jagung.
Selama beberapa tahun ke belakang, Indonesia tidak lagi mengimpor jagung dari negara lain karena produksi di dalam negeri selalu surplus. Bukan tidak mungkin, Indonesia ke depan bisa mengekspor komoditas jagung ke negara lain. “Kita sudah enggak impor jagung lagi, karena memang sudah surplus,” ungkap lelaki yang pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) itu.
Menurut Marvick, jagung adalah salah satu tanaman idola para petani, karena dianggap perawatannya mudah dibandingkan jenis tanaman lain. Sehingga, wajar jika tiap tahun petani jagung di Indonesia jumlahnya terus bertambah.
“Jagung jadi idola, karena mudah, hamanya enggak banyak, menanamnya enggak sulit, tinggal panen,” katanya.
Harvick mengaku pihaknya secara nasional menargetkan produksi jagung dua juta ton hingga tiga juta ton per bulan. Target tersebut akan tercapai mengingat
hampir 40 persen petani di Indonesia adalah petani muda atau petani milenial.
“Ada tiga juta petani baru di tahun 2020. Sementara tahun 2021 ada enam juta petani baru,” katanya.
Sementara itu, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo mengatakan, pihaknya mengupayakan pembukaan lahan untuk tanaman jagung demi suksesnya program pemerintah.
“Ada 15 hektar sedang kita buka dan akan kita tanami jagung perdana. Di sini panen, di sana (Sajira Kabupaten Lebak-red) tanam,” katanya.
Dijelaskan Wibowo, dibutuhkan tiga tahapan untuk menanam jagung. Yakni, memperbaiki struktur lahan, membuka lahan, dan proses menanam jagung. Paling utama tahapan tersebut adalah pembukaan lahan dan penataan lahan yang sudah rusak agar layak tanam. “Sampai saat ini, Kodam III/ Siliwangi masih terus mencari lahan lain yang bisa ditanami jagung,” terangnya.
Terkait program Kementan ini,
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, M Agus Tauchid mengaku masih melakukan pendataan keberadaan lahan-lahan kosong di wilayah Provinsi Banten. Salah satu yang menjadi fokus pihaknya bagaimana memanfaatkan lahan terlantar menjadi produktif. “Iya, salah satu tanamannya itu tanaman Jagung,” katanya.
Di lokasi yang sama, Ketua Umum Masyarakat Agribisnis Jagung (MAJ) Eman Suryaman mengungkapkan, Indonesia dapat lolos dari krisis pangan dunia yang disebabkan perang Rusia dan Ukraina karena luasnya lahan pertanian. “Kalau semua turun ke ladang, tidak ada tanah yang nganggur, tidak ada bukit yang gundul, Insya Allah pangan kita akan melimpah, salah satunya tanaman jagung,” katanya.
Menurut Eman, jagung dapat menjadi makanan pokok seperti sebelum bangsa asing mengenalkan padi kepada masyarakat Indonesia. “Di tanah apa saja, mau kering, gembur, bisa ditanami jagung. Bahkan tanah eks galian saja bisa ditanami jagung,” katanya.
Sementara Walikota Serang Syafrudin mengaku sempat disarankan oleh Wamentan agar lahan pertanian di Kota Serang ditanami Jagung. “Tanaman jagung belum secara keseluruhan ditanam di Kota Serang hanya ada di Curug, Walantaka, dan Kasemen,” kata Syafrudin.
Namun, menurut Syafrudin, Kota Serang tidak dapat menjadi lumbung jagung karena keterbatasan lahan. Saat ini hanya ada 4.000 hektare lahan pertanian. Tanaman jagung dapat dijadikan tanaman sela. “Kita menanam jagung hanya di 33 hektare lahan yang ada di Cipocokjaya, Taktakan, dan Curug,” katanya.
100 HEKTARE JAGUNG
Kodam III/Siliwangi melakukan penanaman jagung jenis hibrida di lahan seluas 15 haktare di Kampung Cipahit, Desa Mekarsari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak. Secara keseluruhan ada 100 hektare lahan di wilayah Kodam III/ Siliwangi yang ditanami jagung.
Kemarin, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Wamentan Harvick Hasnul Qolbi, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, dan Wakil Bupati Ade Sumardi melakukan penanaman jagung hibrida di atas lahan kritis.
“Hari ini (kemarin-red) kita lakukan penanaman jagung secara serentak di seluruh wilayah Kodam III/Siliwangi dengan total luas lahan 100 hektare,” kata Pangdam kepada wartawan.
Penanaman jagung, kata Pangdam, untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan juga membantu warga khususnya mereka yang memiliki lahan kritis agar bisa menjadi tanah yang produktif.
“Seperti di tempat ini yang dulunya lahan kritis dengan hanya ada semak belukar, kita ubah menjadi ladang pertanian jagung yang nantinya dapat berguna bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penanaman jagung, Pangdam juga memberikan penyuluhan pertanian tentang penggunaan dan manfaat dari pupuk bios 44 yang dikembangkan TNI.
“Sebelum penanaman jagung, kita sudah melakukan penyemprotan pupuk bios 44. Pupuk ini merupakan jenis pupuk cair yang dapat meningkatkan produksi hasil pertanian, perikanan, dan peningkatan unsur hara tanah,” jelasnya.
Dia berharap tanaman jagung ini dapat menjadi kedaulatan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani.
”Kita berharap masyarakat paham mengenai kondisi tanah dan memanfaatkannya, sehingga pertanian jagung ini dapat secara langsung dirasakan manfaatnya,” harapnya
Keterlibatan TNI menurut Wamentan Harvick Hasnul Qolbi sangat membantu suksesnya program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Presiden juga berharap bisa tercipta kedaulatan pangan. Maka dengan begitu, permasalahan-permasalahan dan isu internasional, yakni resesi yang tengah menjadi permasalahan di negara-negara lain bisa terjawab,» ujarnya.
“Insya Allah Indonesia kuat. Sampai saat ini produksi kita masih surplus,” tambahnya.
Dia berharap masyarakat bisa maksimal memanfaatkan program penanaman jagung yang diinisiasi oleh Kodam III/Siliwangi.
”Saya berpesan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan produktivitas. Jangan sampai masyarakat khususnya kelompok tani bermalas-malasan. Karena pemerintah saat ini sangat terbuka, silahkan ajukan atau kasih masukan secara langsung kepada kami di Kementrian Pertanian,” pungkasnya.(fdr-mg-02/tur/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
